Perbankan Syariah Benarkah Banyak Hitung-Hitungannya! Simak Faktanya

Banyak calon mahasiswa bertanya-tanya, perbankan syariah apakah banyak hitung-hitungannya? Stereotip yang berkembang sering menyebutkan bahwa bekerja di perbankan syariah identik dengan rumus-rumus kompleks, angka-angka, dan laporan keuangan yang menumpuk. Padahal, kenyataannya, jurusan ini tidak hanya soal hitung-menghitung, tetapi juga mengajarkan manajemen, strategi bisnis, dan kepatuhan syariah yang menyeluruh.

Bagi mahasiswa yang menempuh jurusan Perbankan Syariah di Universitas Ma’soem, pertanyaan ini bisa dijawab dengan jelas. Universitas Ma’soem menyediakan kombinasi teori, praktik, dan pengalaman nyata di lapangan sehingga mahasiswa memahami bahwa perbankan syariah adalah keseimbangan antara angka, strategi, dan pelayanan.

Mengapa Perbankan Syariah Menarik

Jurusan Perbankan Syariah di Universitas Ma’soem dirancang untuk menghasilkan lulusan yang mampu mengelola keuangan dan bisnis berbasis prinsip syariah. Mahasiswa mempelajari mata kuliah mulai dari akuntansi syariah, ekonomi Islam, manajemen keuangan syariah, hingga regulasi dan kepatuhan industri perbankan.

Memang ada unsur hitung-menghitung, terutama dalam akuntansi syariah, perhitungan margin, dan pengelolaan risiko. Namun, mahasiswa juga belajar tentang strategi bisnis, pengembangan produk halal, manajemen risiko, dan layanan nasabah. Jadi, perbankan syariah bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang kemampuan analisis dan pengambilan keputusan.

Praktik Nyata di BPRS Al-Ma’soem

Salah satu keunggulan belajar di Universitas Ma’soem adalah mahasiswa dapat praktik langsung di BPRS Al-Ma’soem, yang memiliki 15 cabang. Magang ini memungkinkan mahasiswa belajar bagaimana angka-angka di buku besar, laporan keuangan, dan perhitungan margin diaplikasikan dalam praktik nyata.

Mahasiswa juga bisa memahami pengelolaan produk keuangan halal, audit internal, dan manajemen risiko. Magang ini memberikan pengalaman yang relevan, baik bagi mahasiswa yang menyukai hitung-menghitung maupun yang tertarik pada strategi dan layanan. Sertifikat resmi dari BPRS menjadi bukti kompetensi praktik yang diakui industri.

Perbankan Syariah Cocok Untuk Siapa

  1. Orang yang Tertarik pada Angka dan Analisis
    Bagi mereka yang senang bekerja dengan angka, akuntansi syariah, perhitungan margin, dan laporan keuangan memberikan tantangan sekaligus pengalaman yang memuaskan.
  2. Orang yang Tertarik pada Strategi dan Manajemen
    Selain hitung-hitungannya, mahasiswa juga belajar merancang produk halal, strategi bisnis, dan manajemen risiko. Jalur ini cocok bagi mereka yang suka berpikir strategis.
  3. Introvert yang Teliti dan Analitis
    Posisi seperti analis risiko, internal audit, atau pengembangan produk cocok bagi mahasiswa introvert yang lebih suka bekerja fokus pada data dan laporan.
  4. Ekstrovert yang Menyukai Interaksi
    Posisi layanan nasabah, manajer cabang, atau konsultan bisnis syariah cocok bagi mereka yang nyaman berinteraksi dengan banyak orang.

Jalur Karier Lulusan Perbankan Syariah

Lulusan jurusan ini memiliki beragam pilihan karier yang menyeimbangkan antara hitung-menghitung dan strategi:

  • Staf Operasional Bank Syariah dan BPRS – Mengelola transaksi, laporan keuangan, dan administrasi.
  • Analis Risiko dan Kepatuhan – Menghitung risiko, menganalisis data, dan memastikan kepatuhan regulasi.
  • Internal Audit – Menelaah laporan dan prosedur bank untuk menjaga transparansi dan akurasi.
  • Pengembangan Produk Syariah – Membuat strategi produk baru berbasis prinsip syariah.
  • Fintech Syariah – Menggabungkan angka, teknologi, dan inovasi layanan keuangan halal.

Dengan begitu, mahasiswa dapat memilih jalur karier yang paling sesuai dengan minat dan kemampuan mereka, baik yang senang menghitung maupun yang lebih suka strategi dan layanan.

Tips Sukses di Perbankan Syariah

  1. Fokus pada Kekuatan Analitis – Maksimalkan kemampuan menghitung, menganalisis data, dan membuat laporan.
  2. Manfaatkan Magang di BPRS Al-Ma’soem – Praktik langsung membantu mahasiswa memahami keseimbangan antara hitung-hitung dan strategi.
  3. Pelajari Regulasi dan Tren Industri – Menguasai aturan OJK dan BI membuat lulusan lebih kompetitif.
  4. Kembangkan Soft Skills Secukupnya – Kemampuan komunikasi dan kerjasama tetap penting, terutama untuk posisi layanan atau manajemen.

Masa Depan Perbankan Syariah

Industri perbankan syariah diprediksi akan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal dan dukungan regulasi pemerintah. Lulusan Perbankan Syariah Universitas Ma’soem memiliki keunggulan karena kombinasi teori, praktik, dan sertifikat magang resmi dari BPRS Al-Ma’soem.

Bagi calon mahasiswa yang bertanya “Perbankan Syariah apakah banyak hitung-hitungannya?”, jawabannya jelas: memang ada aspek perhitungan, tetapi tidak melulu soal angka. Industri ini juga menuntut kemampuan analisis, strategi, dan pelayanan, sehingga cocok bagi berbagai tipe kepribadian. Dengan bekal pengalaman praktik, mahasiswa siap meniti karier yang stabil, menantang, dan menjanjikan.