76

Perbankan Syariah Haruskah Bisa Bahasa Arab Agar Sukses di Dunia Kerja?

Bagi banyak calon mahasiswa, muncul pertanyaan klasik: Perbankan Syariah Apakah harus bisa bahasa Arab? Kekhawatiran ini wajar, karena sebagian orang menganggap semua aktivitas di perbankan syariah terkait istilah-istilah Arab yang sulit. Namun, kenyataannya, kemampuan bahasa Arab bukanlah syarat mutlak untuk sukses di dunia kerja perbankan syariah.

Jurusan Perbankan Syariah mengajarkan kombinasi ilmu ekonomi, manajemen, dan prinsip syariah. Lulusan dituntut memahami akuntansi syariah, manajemen risiko, pembiayaan halal, dan etika bisnis, bukan sekadar menguasai bahasa Arab.

Bahasa Arab dan Perbankan Syariah: Penting Tapi Tidak Mutlak

Memang benar, banyak istilah dalam fiqh muamalah atau akad syariah menggunakan bahasa Arab, misalnya mudharabah, musyarakah, murabahah, dan ijarah. Pemahaman istilah ini sangat membantu, tetapi mahasiswa dapat mempelajarinya dalam konteks praktik, bukan harus fasih berbahasa Arab.

Bahkan banyak bank syariah menggunakan terminologi lokal yang sudah disesuaikan dengan bahasa Indonesia, sehingga karyawan bisa bekerja efektif meski tidak menguasai bahasa Arab secara lancar.

Artinya, fokus utama adalah memahami konsep, bukan sekadar kemampuan bahasa.

Skill Penting Lainnya untuk Lulusan Perbankan Syariah

Selain kemampuan memahami istilah Arab, ada beberapa skill penting yang wajib dimiliki agar siap bersaing di dunia kerja:

  1. Analisis Keuangan dan Pembiayaan Syariah
    Mahasiswa harus mampu membaca laporan keuangan, menganalisis kelayakan pembiayaan, dan menghitung bagi hasil sesuai prinsip syariah.
  2. Manajemen Risiko
    Mengidentifikasi, menganalisis, dan memitigasi risiko pembiayaan atau investasi syariah merupakan bagian penting pekerjaan.
  3. Komunikasi dan Pelayanan Nasabah
    Lulusan harus bisa berkomunikasi dengan jelas, baik secara internal maupun dengan nasabah.
  4. Problem Solving dan Pengambilan Keputusan
    Kemampuan menganalisis masalah dan menemukan solusi sesuai prinsip syariah menjadi nilai tambah.
  5. Digital Literacy
    Menguasai sistem digital perbankan, software akuntansi, dan analisis data akan membuat karyawan lebih efisien dan relevan.
  6. Etika dan Kepatuhan Syariah
    Pengetahuan tentang regulasi dan fiqh muamalah sangat penting agar setiap transaksi tetap halal dan aman.

Studi Perbankan Syariah di Universitas yang Tepat

Memilih kampus yang mendukung pembelajaran aplikatif sangat penting. Salah satu pilihan unggulan adalah Universitas Ma’soem.

Program studi Perbankan Syariah di Universitas Ma’soem mengajarkan mahasiswa kombinasi teori dan praktik. Mahasiswa belajar akuntansi syariah, manajemen keuangan, pembiayaan, dan prinsip syariah secara lengkap, serta bagaimana menerapkannya di industri.

Beberapa mata kuliah yang mendukung skill profesional antara lain:

  1. Akuntansi Syariah
  2. Manajemen Pembiayaan
  3. Manajemen Risiko Syariah
  4. Fiqh Muamalah
  5. Sistem Perbankan Digital

Dengan pembelajaran ini, mahasiswa dapat memahami akad dan prinsip syariah meski kemampuan bahasa Arabnya terbatas.

Keunggulan Ekosistem BPRS Al Ma’soem

Salah satu keunggulan Universitas Ma’soem adalah ekosistem BPRS Al Ma’soem yang memiliki 15 cabang. Mahasiswa bisa magang di sini dan mendapatkan pengalaman praktik nyata.

Manfaat magang di BPRS Al Ma’soem:

  1. Melihat langsung operasional bank syariah
  2. Memahami proses pembiayaan dan manajemen risiko
  3. Mengasah kemampuan komunikasi dan pelayanan nasabah
  4. Mendapatkan sertifikat magang resmi yang menambah nilai profesional

Pengalaman ini membantu mahasiswa mengaplikasikan teori, memahami akad, dan bekerja profesional tanpa harus fasih bahasa Arab.

Siapa yang Cocok Masuk Perbankan Syariah?

Perbankan Syariah cocok untuk mahasiswa yang:

  1. Teliti dan detail
  2. Tertarik dunia keuangan dan manajemen bisnis
  3. Suka menganalisis data dan strategi pembiayaan
  4. Ingin bekerja di industri berbasis nilai Islam
  5. Siap belajar dan memahami prinsip syariah secara praktik

Kemampuan bahasa Arab memang membantu, tetapi bukan syarat mutlak. Yang penting adalah kemampuan analisis, komunikasi, dan pemahaman akad syariah.

Prospek Karier Lulusan Perbankan Syariah

Lulusan Perbankan Syariah memiliki banyak pilihan karier, antara lain:

  1. Account Officer
  2. Analis Pembiayaan
  3. Auditor Syariah
  4. Staf Manajemen Risiko
  5. Konsultan Keuangan Syariah

Kebutuhan profesional yang memahami prinsip syariah terus meningkat, sehingga lulusan yang siap dengan skill lengkap tetap sangat dibutuhkan.

Fokus Skill, Bukan Hanya Bahasa

Menjawab pertanyaan Perbankan Syariah Apakah harus bisa bahasa Arab?, jawabannya adalah kemampuan bahasa Arab tidak wajib, tetapi pemahaman istilah fiqh muamalah tetap penting. Fokus utama adalah menguasai skill analisis keuangan, manajemen risiko, komunikasi, digital literacy, dan etika syariah.

Dengan belajar di Universitas Ma’soem dan memanfaatkan ekosistem BPRS Al Ma’soem yang memiliki 15 cabang, mahasiswa dapat mempraktikkan teori, mengasah skill, dan mendapatkan sertifikat magang. Lulusan yang mempersiapkan diri dengan skill ini akan lebih percaya diri dan siap bersaing di dunia kerja perbankan syariah yang terus berkembang.