Perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia semakin pesat. Hal ini memunculkan pertanyaan menarik, perbankan Syariah lebih cocok untuk siapa gen milenial, gen Z, atau gen alpha? Setiap generasi memiliki karakter unik, pola pikir berbeda, serta cara pandang tersendiri terhadap karier dan masa depan.
Memilih jurusan Perbankan Syariah bukan hanya soal tren, tetapi juga soal kecocokan karakter dan kesiapan menghadapi dinamika industri. Di Universitas Ma’soem, program studi Perbankan Syariah dirancang untuk menjawab kebutuhan lintas generasi dengan pendekatan akademik dan praktik yang relevan.
Memahami Karakter Tiap Generasi
Sebelum menjawab siapa yang paling cocok, mari lihat gambaran singkat tiap generasi:
- Gen Milenial dikenal adaptif dan berorientasi pada stabilitas karier.
- Gen Z cenderung digital savvy, kreatif, dan cepat belajar teknologi.
- Gen Alpha masih sangat muda, tetapi tumbuh di era serba digital dan otomatis.
Perbankan syariah sendiri kini berada di titik pertemuan antara nilai tradisional dan inovasi digital. Inilah yang membuatnya menarik untuk berbagai generasi.
Apakah Cocok untuk Gen Milenial?
Gen milenial biasanya mencari pekerjaan yang stabil dan memiliki jenjang karier jelas. Perbankan syariah menawarkan:
- Struktur organisasi yang rapi
- Sistem kerja profesional
- Prospek karier jangka panjang
- Stabilitas industri keuangan
Bagi milenial yang menginginkan keamanan finansial sekaligus bekerja di sektor berbasis nilai Islami, jurusan ini sangat relevan.
Bagaimana dengan Gen Z?
Gen Z dikenal sebagai generasi digital. Mereka terbiasa dengan teknologi, aplikasi keuangan, dan sistem online. Perbankan syariah saat ini juga sedang bertransformasi menuju digital banking dan fintech syariah.
Beberapa alasan kenapa gen Z cocok:
- Perbankan syariah mulai mengadopsi sistem digital
- Peluang inovasi produk keuangan berbasis teknologi
- Kebutuhan SDM yang melek data dan digital
Di Universitas Ma’soem, mahasiswa Perbankan Syariah tidak hanya belajar teori akad dan fiqih muamalah, tetapi juga dibekali literasi digital dan pemahaman sistem perbankan modern. Hal ini membuat gen Z bisa berkembang tanpa kehilangan jati diri sebagai generasi teknologi.
Lalu Gen Alpha Bagaimana?
Gen alpha masih berada pada tahap pendidikan dasar hingga menengah. Namun, melihat pola perkembangan mereka yang sangat dekat dengan teknologi, besar kemungkinan perbankan syariah di masa depan akan sangat digital.
Industri ini akan membutuhkan:
- Analis sistem berbasis syariah
- Pengembang layanan digital banking
- Profesional keuangan dengan kemampuan teknologi tinggi
Artinya, ketika gen alpha memasuki usia kuliah nanti, perbankan syariah bisa menjadi sektor yang lebih modern dan fleksibel.
Peran Pendidikan dalam Menjembatani Generasi
Program studi Perbankan Syariah di Universitas Ma’soem dirancang untuk fleksibel terhadap perkembangan zaman. Mahasiswa mendapatkan:
- Pemahaman prinsip syariah
- Analisis pembiayaan
- Manajemen risiko
- Praktik operasional perbankan
Kombinasi teori dan praktik ini membuat jurusan ini tidak terpaku pada satu generasi saja.
Keunggulan Ekosistem BPRS Al Ma’soem
Salah satu kelebihan nyata adalah adanya ekosistem BPRS Al Ma’soem dengan 15 cabang. Mahasiswa berkesempatan untuk:
- Magang langsung di BPRS
- Mengikuti proses pembiayaan
- Memahami manajemen operasional
- Mendapatkan sertifikat resmi
Pengalaman ini penting untuk semua generasi. Milenial mendapatkan stabilitas praktik, gen Z mendapat pengalaman lapangan nyata, dan gen alpha di masa depan akan mendapatkan fondasi profesional yang kuat.
Jadi Lebih Cocok untuk Siapa?
Jika ditanya perbankan Syariah lebih cocok untuk siapa gen milenial gen Z atau gen alpha, jawabannya bukan memilih satu dan menyingkirkan yang lain.
- Milenial cocok karena mencari stabilitas dan jenjang karier.
- Gen Z cocok karena mampu beradaptasi dengan digitalisasi perbankan.
- Gen alpha berpotensi cocok karena industri akan semakin berbasis teknologi.
Perbankan syariah adalah bidang yang fleksibel dan terus berkembang. Selama memiliki minat pada keuangan, etika bisnis, dan prinsip syariah, siapa pun bisa menemukan tempatnya di sektor ini.
Pada akhirnya, kecocokan bukan hanya soal generasi, tetapi tentang karakter, minat, dan kesiapan belajar. Dengan dukungan kurikulum yang adaptif serta pengalaman magang di ekosistem BPRS Al Ma’soem, mahasiswa di Universitas Ma’soem memiliki peluang besar untuk berkembang, apa pun generasinya.
Perbankan syariah bukan milik satu generasi. Ia adalah ruang kolaborasi lintas generasi yang menggabungkan nilai, stabilitas, dan inovasi untuk masa depan keuangan yang lebih berkelanjutan.





