Dua jenis tes bahasa Inggris yang paling sering digunakan untuk kebutuhan akademik dan profesional internasional adalah IELTS dan TOEFL. Keduanya menjadi standar utama dalam mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang, terutama bagi yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri atau mengikuti program internasional.
IELTS (International English Language Testing System) umumnya lebih banyak digunakan oleh institusi pendidikan di Inggris, Australia, dan beberapa negara Eropa. TOEFL (Test of English as a Foreign Language) lebih dominan dipakai oleh universitas di Amerika Serikat dan Kanada. Meskipun tujuan keduanya sama, cara penilaian, format ujian, dan pendekatan bahasanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Perbedaan Format Ujian IELTS dan TOEFL
Perbedaan paling jelas terlihat dari format ujian yang digunakan.
IELTS terdiri dari empat bagian utama: Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Bagian Speaking dilakukan secara langsung dengan penguji, sehingga peserta harus berinteraksi tatap muka. Hal ini membuat IELTS lebih menekankan kemampuan komunikasi secara real-time.
TOEFL juga memiliki empat bagian yang sama, tetapi seluruh tes umumnya dilakukan melalui komputer, termasuk Speaking yang direkam dan dinilai oleh sistem. Model ini membuat TOEFL lebih bersifat akademik dan terstruktur.
Dalam konteks ini, TOEFL sering dianggap lebih “formal” dalam pendekatan pengujian, sedangkan IELTS lebih “interaktif” karena melibatkan percakapan langsung.
Sistem Penilaian IELTS dan TOEFL
Sistem penilaian kedua tes ini juga berbeda secara signifikan.
IELTS menggunakan skala band score dari 1 hingga 9. Setiap skor mencerminkan tingkat kemampuan bahasa Inggris, mulai dari pemula hingga sangat mahir. Nilai akhir merupakan rata-rata dari empat komponen tes.
TOEFL menggunakan skor total yang biasanya berada di rentang 0 hingga 120. Setiap bagian memiliki skor maksimal 30, sehingga hasil akhirnya merupakan akumulasi dari semua bagian.
Perbedaan sistem ini sering menjadi pertimbangan bagi calon peserta, terutama saat menyesuaikan dengan persyaratan universitas tujuan.
Perbedaan Gaya Bahasa yang Digunakan
Gaya bahasa yang digunakan dalam IELTS dan TOEFL juga berbeda.
IELTS lebih banyak menggunakan variasi bahasa Inggris British, meskipun tetap menerima variasi lain seperti American English. Teks yang digunakan dalam soal sering berkaitan dengan situasi kehidupan sehari-hari dan konteks sosial.
TOEFL cenderung menggunakan American English secara konsisten. Materi yang muncul lebih akademik, seperti pembahasan kuliah, jurnal ilmiah, dan diskusi kelas.
Perbedaan ini membuat TOEFL terasa lebih akademis, sementara IELTS lebih fleksibel dalam konteks penggunaan bahasa.
Tingkat Kesulitan dan Strategi Menghadapi Tes
Tingkat kesulitan IELTS dan TOEFL sebenarnya bergantung pada kemampuan masing-masing individu.
IELTS sering dianggap lebih menantang pada bagian Speaking karena interaksi langsung dengan penguji. Namun, banyak peserta merasa lebih nyaman karena formatnya mirip percakapan sehari-hari.
TOEFL dianggap lebih menantang pada bagian Listening dan Reading karena teksnya panjang dan akademik. Selain itu, tekanan waktu dalam menjawab soal berbasis komputer juga menjadi tantangan tersendiri.
Strategi menghadapi kedua tes ini tidak hanya bergantung pada penguasaan grammar, tetapi juga kemampuan memahami konteks dan latihan secara konsisten.
Kebutuhan Akademik dan Karier
IELTS dan TOEFL sama-sama digunakan sebagai syarat masuk universitas luar negeri, namun pemilihannya tergantung pada negara tujuan.
IELTS lebih sering diminta oleh universitas di Inggris, Australia, Selandia Baru, dan sebagian Eropa. TOEFL lebih banyak digunakan oleh universitas di Amerika Serikat dan Kanada.
Selain untuk pendidikan, kedua tes ini juga digunakan dalam dunia kerja internasional. Banyak perusahaan global mensyaratkan skor IELTS atau TOEFL sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris.
Persiapan Akademik di Lingkungan Kampus
Dalam konteks pendidikan tinggi di Indonesia, pemahaman tentang IELTS dan TOEFL menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi mahasiswa. Salah satu institusi yang memberikan perhatian pada penguatan kemampuan bahasa Inggris adalah Ma’soem University.
Di lingkungan FKIP Ma’soem University, khususnya pada program studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Bimbingan Konseling (BK), mahasiswa didorong untuk menguasai keterampilan bahasa secara akademik maupun praktis. Pembelajaran tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga pada kesiapan menghadapi standar internasional seperti IELTS dan TOEFL.
Informasi lebih lanjut mengenai program akademik dapat melalui admin Ma’soem University di +62 851 8563 4253, terutama bagi calon mahasiswa yang ingin memahami lebih jauh tentang persiapan bahasa Inggris dalam dunia pendidikan tinggi.
Peran Latihan dalam Meningkatkan Skor
Peningkatan skor IELTS dan TOEFL tidak bisa dicapai secara instan. Latihan rutin menjadi faktor utama dalam keberhasilan.
Untuk IELTS, latihan berbicara secara langsung sangat penting agar terbiasa menghadapi situasi interaktif. Diskusi kelompok dan simulasi wawancara dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri.
Untuk TOEFL, latihan berbasis komputer dan pemahaman teks akademik menjadi kunci utama. Membiasakan diri membaca jurnal atau artikel ilmiah dapat meningkatkan kemampuan reading dan listening secara signifikan.
Konsistensi dalam latihan akan sangat berpengaruh terhadap hasil akhir yang diperoleh.
Pemilihan Tes yang Tepat
Pemilihan antara IELTS dan TOEFL sebaiknya disesuaikan dengan tujuan studi atau karier. Jika ingin melanjutkan pendidikan ke Inggris atau Australia, IELTS menjadi pilihan yang lebih tepat. Jika tujuan berada di Amerika Serikat atau Kanada, TOEFL lebih direkomendasikan.
Selain itu, kenyamanan pribadi juga menjadi faktor penting. Beberapa orang lebih nyaman berbicara langsung, sementara yang lain lebih nyaman dengan tes berbasis komputer.
Pemahaman terhadap karakter masing-masing tes membantu peserta menentukan strategi terbaik sebelum mengikuti ujian resmi.





