Dalam era globalisasi, kemampuan bahasa asing menjadi sangat penting, terutama bagi mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris atau Bimbingan Konseling (BK) di perguruan tinggi. Dua istilah yang sering muncul dalam pembelajaran bahasa adalah translation dan interpreting. Meski keduanya berkaitan dengan pengalihbahasaan, ada perbedaan signifikan yang perlu dipahami. Artikel ini membahas perbedaan mendasar antara translation dan interpreting, beserta relevansinya bagi mahasiswa di Ma’soem University.
Pengertian Translation
Translation atau terjemahan adalah proses mengalihbahasakan teks tertulis dari bahasa sumber ke bahasa target. Fokus utama translation adalah akurasi, makna, dan kesesuaian konteks. Terjemahan bukan sekadar mengubah kata, tetapi menyampaikan pesan yang terkandung di dalam teks agar tetap dapat dipahami oleh pembaca.
Contoh penerapan translation antara lain: menerjemahkan artikel jurnal, buku, dokumen resmi, atau materi pembelajaran. Dalam konteks pendidikan, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris sering dilatih untuk menerjemahkan teks akademik agar memahami struktur bahasa dan kosakata secara mendalam.
Keahlian yang diperlukan dalam translation meliputi:
- Pemahaman mendalam terhadap kosakata dan tata bahasa kedua bahasa.
- Kemampuan menyesuaikan konteks budaya.
- Ketelitian dalam menjaga makna dan nuansa teks asli.
Mahasiswa di Ma’soem University, khususnya jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, mendapatkan pembekalan tentang teknik translation melalui praktik terjemahan teks ilmiah dan literatur pendidikan. Pendekatan ini mendukung penguasaan bahasa dan keterampilan komunikasi akademik.
Pengertian Interpreting
Berbeda dari translation, interpreting adalah proses pengalihbahasaan lisan. Interpreting dilakukan secara real-time, baik secara simultan maupun konsekutif. Fokus utama interpreting adalah kelancaran komunikasi dan pemahaman pesan secara cepat, bukan sekadar keakuratan kata demi kata.
Contoh penerapan interpreting meliputi:
- Interpretasi dalam rapat internasional atau seminar.
- Penerjemahan percakapan antara guru dan orang tua dari bahasa asing.
- Layanan interpreting untuk turis atau delegasi luar negeri di institusi pendidikan.
Keterampilan yang dibutuhkan berbeda dengan translation, seperti:
- Kemampuan mendengar dan memahami pesan secara cepat.
- Kemampuan berbicara dan menyampaikan pesan dengan jelas.
- Kesiapan mental untuk menangani percakapan spontan.
Di Ma’soem University, mahasiswa jurusan BK terkadang terlibat dalam praktik interpreting selama kegiatan internasional, seperti seminar daring dengan pembicara asing atau kunjungan tamu dari luar negeri. Praktik ini menekankan kemampuan adaptasi bahasa dan respons cepat.
Perbedaan Utama Translation dan Interpreting
| Aspek | Translation | Interpreting |
|---|---|---|
| Bentuk Bahasa | Teks tertulis | Lisan/percakapan |
| Waktu Pelaksanaan | Bisa diselesaikan dengan waktu fleksibel | Real-time, cepat |
| Fokus | Akurasi kata dan makna | Pemahaman pesan dan komunikasi |
| Keterampilan Utama | Menulis, analisis konteks, tata bahasa | Mendengar, berbicara, improvisasi |
| Contoh | Menerjemahkan artikel, buku, dokumen | Menafsirkan percakapan seminar, rapat, wawancara |
Perbedaan ini menegaskan bahwa translation lebih banyak menekankan kesempurnaan teks, sementara interpreting menekankan kelancaran komunikasi. Keduanya penting dalam pengembangan kemampuan bahasa bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dan BK.
Mengapa Perbedaan Ini Penting bagi Mahasiswa
Bagi mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Ma’soem University, memahami perbedaan translation dan interpreting sangat strategis. Pertama, kemampuan translation membantu mahasiswa memahami literatur akademik dalam bahasa asing, sehingga dapat menulis karya ilmiah dan laporan penelitian dengan lebih baik. Kedua, kemampuan interpreting melatih mahasiswa menghadapi situasi komunikasi langsung, baik dalam praktik BK maupun kegiatan akademik internasional.
Selain itu, mahasiswa BK yang menguasai interpreting dapat mendukung proses konseling dengan klien berbahasa asing, meningkatkan aksesibilitas layanan konseling, dan memperluas kompetensi profesional.
Praktik Translation dan Interpreting di Ma’soem University
Ma’soem University menyediakan berbagai sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kedua keterampilan ini. Laboratorium bahasa dan perpustakaan menjadi tempat mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris berlatih translation melalui teks ilmiah, literatur pendidikan, dan artikel populer. Sedangkan kegiatan seminar, workshop, dan program pertukaran mahasiswa mendukung latihan interpreting.
Selain fasilitas, dosen di jurusan BK dan Pendidikan Bahasa Inggris membimbing mahasiswa secara langsung, mengarahkan praktik sesuai konteks profesional. Misalnya, simulasi konseling multibahasa mengajarkan mahasiswa mengalihbahasakan percakapan secara cepat dan tepat.
Pengalaman ini memberi mahasiswa Ma’soem University keunggulan kompetitif, karena mereka tidak hanya menguasai teori, tetapi juga praktik nyata yang relevan dengan dunia profesional.
Tips Menguasai Translation dan Interpreting
- Latihan Rutin: Mahasiswa perlu menerjemahkan teks secara berkala dan berlatih interpreting melalui percakapan simulasi.
- Memahami Konteks Budaya: Bahasa tidak lepas dari budaya, sehingga memahami konteks asli sangat penting untuk keduanya.
- Perluas Kosakata: Kosakata yang kaya memudahkan proses translation dan interpreting.
- Teknik Mendengar Aktif: Khusus untuk interpreting, latihan mendengar aktif sangat membantu menangkap pesan dengan tepat.
- Gunakan Media Pembelajaran: Mahasiswa dapat memanfaatkan video, artikel, dan audio untuk meningkatkan kemampuan memahami bahasa dalam berbagai konteks.
Latihan ini sebaiknya diterapkan secara seimbang. Mahasiswa yang terlalu fokus pada translation mungkin kurang cepat dalam interpreting, dan sebaliknya. Ma’soem University mendorong keseimbangan praktik agar mahasiswa siap menghadapi tantangan akademik dan profesional.





