Di lingkungan Universitas Ma’soem, ada satu pemandangan yang sangat lazim: sekelompok mahasiswa teknik yang berkumpul di kantin atau selasar kampus, bukan untuk sekadar mengobrol, melainkan sedang “berperang” melawan tugas kelompok yang rumit. Jika kamu perhatikan, ikatan persahabatan anak teknik cenderung lebih kuat dan awet, bahkan hingga mereka sudah melanglang buana di dunia kerja. Fenomena ini bukan tanpa alasan; solidaritas mereka ditempa oleh tekanan yang sama dan frekuensi pertemuan yang sangat tinggi.
1. “Trauma” Kolektif yang Mempersatukan
Salah satu pemicu utama solidaritas di Universitas Ma’soem adalah beban tugas yang berat. Mulai dari laporan praktikum yang tebalnya menyerupai skripsi, hingga proyek kodingan yang baru bisa running saat azan subuh berkumandang. Pengalaman “menderita” bersama inilah yang menciptakan ikatan emosional yang kuat.
Ketika kamu dan teman sekelompokmu sama-sama begadang di laboratorium atau kosan untuk memecahkan satu rumus yang macet, di situlah ego pribadi luruh. Kamu belajar bahwa keberhasilan proyek tersebut bergantung pada kerja sama tim, bukan kehebatan individu. Rasa senasib sepenanggungan ini menjadi fondasi persahabatan yang jauh lebih dalam daripada sekadar teman nongkrong biasa.
2. Budaya Saling Bantu (Substitusi Skill)
Dunia teknik di Universitas Ma’soem sangat luas. Ada teman yang jago di logika pemrograman, ada yang ahli di kalkulus, dan ada yang sangat rapi dalam menyusun laporan. Keberagaman ini memaksa mahasiswa teknik untuk saling melengkapi.
Tidak ada istilah pelit ilmu di lingkaran pertemanan teknik yang sehat. Jika satu orang mengerti, ia akan mengajari yang lain agar seluruh kelompok bisa lulus bersama. Budaya peer-teaching ini membangun rasa percaya (trust) yang sangat tinggi. Kamu tahu bahwa saat kamu jatuh atau bingung, ada teman di sampingmu yang siap menarikmu kembali ke jalur yang benar. Inilah yang membuat pertemanan mereka bertahan hingga tua; mereka sudah terbiasa menjadi sistem pendukung satu sama lain.
3. Komunikasi yang Jujur dan Apa Adanya
Mahasiswa teknik di Universitas Ma’soem cenderung memiliki gaya komunikasi yang to-the-point. Saat mengerjakan tugas kelompok, tidak ada waktu untuk berbasa-basi atau drama yang tidak perlu. Jika kodingan temanmu salah, kamu akan langsung mengatakannya demi kebaikan proyek.
Kejujuran ini membangun mentalitas yang transparan. Persahabatan yang didasari oleh kejujuran tanpa baper (bawa perasaan) biasanya jauh lebih stabil. Konflik yang terjadi saat mengerjakan tugas kelompok justru menjadi sarana pendewasaan diri. Setelah berdebat panas soal desain sistem, lima menit kemudian mereka bisa tertawa bersama sambil menyantap mie instan. Kemampuan untuk memisahkan urusan pekerjaan dan personal inilah yang membuat hubungan mereka sangat fleksibel dan tahan lama.
Investasi Sosial untuk Masa Depan
Bagi mahasiswa Universitas Ma’soem, teman teknik bukan hanya rekan belajar, tapi juga aset masa depan. Saat sudah lulus, jaringan pertemanan ini akan berubah menjadi jaringan profesional yang sangat solid. Informasi lowongan kerja, proyek sampingan, hingga bantuan teknis di dunia kerja sering kali datang dari teman-teman seperjuangan di kampus dulu.
“Teman biasa mungkin hanya tahu namamu, tapi teman teknik tahu seberapa keras kamu berjuang saat sistemmu hampir hancur di malam sebelum pengumpulan.”
Jangan hanya fokus pada nilai di atas kertas selama kuliah di Universitas Ma’soem. Investasikan waktumu untuk membangun hubungan yang baik dengan teman-teman sekelompokmu. Kesuksesanmu di masa depan mungkin tidak hanya ditentukan oleh seberapa pintar kamu, tapi oleh siapa saja orang-orang hebat yang berdiri di sampingmu saat kamu sedang berjuang.
Persahabatan sejati di dunia teknik tidak lahir di tempat yang nyaman, melainkan di tengah-tengah kerumitan tugas dan tekanan deadline. Hargai setiap momen begadangmu, karena di situlah sahabat sejatimu sedang terbentuk.
Ingin membuat momen tugas kelompokmu jadi lebih berkesan? Yuk, ajak teman kelompokmu untuk sesekali mengerjakan tugas di area terbuka Universitas Ma’soem agar suasana lebih segar dan ide-ide baru bermunculan!





