Pertama Kali Naik Pesawat ke Luar Negeri, Apa yang Harus Diketahui Mahasiswa?

Pertama kali naik pesawat ke luar negeri bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membuat mahasiswa merasa gugup. Prosesnya memang lebih panjang dibanding penerbangan domestik karena ada pemeriksaan dokumen, imigrasi, aturan bagasi, hingga prosedur di bandara tujuan. Persiapan yang matang akan membuat perjalanan terasa lebih teratur dan mengurangi risiko masalah sebelum keberangkatan.

Bagi mahasiswa yang mendapat kesempatan mengikuti pertukaran pelajar, konferensi, program akademik, magang, kompetisi, atau sekadar perjalanan ke luar negeri, memahami alur penerbangan internasional merupakan bekal penting. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui sebelum berangkat.

Pastikan Paspor Masih Berlaku

Paspor menjadi dokumen utama saat bepergian ke luar negeri. Sebelum membeli tiket, periksa masa berlaku paspor dan pastikan nama pada tiket sesuai dengan identitas di paspor.

Beberapa negara juga mensyaratkan masa berlaku paspor tertentu, misalnya minimal enam bulan sejak tanggal kedatangan. Ketentuan tersebut dapat berbeda sesuai negara tujuan, sehingga mahasiswa perlu memeriksa persyaratan resmi sebelum keberangkatan.

Selain paspor, cek apakah negara tujuan membutuhkan visa. Jangan menganggap semua negara dapat dikunjungi tanpa visa hanya karena perjalanan dilakukan untuk keperluan pendidikan atau wisata.

Cek Persyaratan Masuk Negara Tujuan

Setiap negara mempunyai ketentuan perjalanan yang berbeda. Selain visa, persyaratan dapat mencakup bukti tiket pulang atau penerbangan lanjutan, alamat tempat tinggal, bukti pemesanan akomodasi, hingga dokumen pendukung tertentu.

Mahasiswa yang berangkat untuk kegiatan akademik juga sebaiknya membawa dokumen yang menjelaskan tujuan perjalanan, seperti surat penerimaan program, surat undangan, surat tugas, atau dokumen dari universitas.

Simpan dokumen penting dalam bentuk fisik dan salinan digital. Jangan hanya mengandalkan satu tempat penyimpanan karena ponsel dapat kehabisan baterai atau mengalami kendala saat perjalanan.

Datang Lebih Awal ke Bandara

Penerbangan internasional membutuhkan waktu lebih banyak untuk proses check-in, pemeriksaan keamanan, imigrasi, dan menuju gate. Karena itu, jangan datang terlalu mepet dengan jadwal keberangkatan.

Idealnya, mahasiswa memberikan waktu yang cukup sejak tiba di bandara sampai boarding. Perhatikan pula terminal keberangkatan karena bandara besar dapat memiliki beberapa terminal yang jaraknya cukup jauh.

Sesampainya di bandara, periksa layar informasi penerbangan untuk mengetahui lokasi check-in counter dan gate. Perubahan gate dapat terjadi, jadi jangan hanya mengandalkan informasi yang dilihat saat pertama kali datang.

Pahami Proses Check-in dan Bagasi

Saat check-in, penumpang akan mendapatkan boarding pass dan menyerahkan bagasi tercatat jika memiliki bagasi yang akan dimasukkan ke pesawat. Berat dan jumlah bagasi bergantung pada ketentuan maskapai serta jenis tiket.

Sebelum berangkat, periksa aturan maskapai mengenai:

  • Batas berat bagasi tercatat.
  • Ukuran dan berat bagasi kabin.
  • Barang yang boleh dan tidak boleh dibawa.
  • Ketentuan membawa cairan.
  • Barang elektronik yang perlu dibawa ke kabin.
  • Aturan mengenai baterai dan power bank.

Jangan memasukkan barang penting seperti paspor, dompet, obat pribadi, dokumen perjalanan, atau perangkat yang sangat dibutuhkan ke bagasi tercatat. Barang tersebut sebaiknya berada di tas kabin agar mudah diakses.

Jangan Bingung Saat Pemeriksaan Imigrasi

Setelah pemeriksaan keamanan, penerbangan internasional biasanya mengharuskan penumpang melewati imigrasi sebelum menuju area keberangkatan internasional. Petugas dapat menanyakan tujuan perjalanan, negara yang akan dikunjungi, lama tinggal, atau tempat menginap.

Jawablah secara singkat, jujur, dan sesuai dokumen perjalanan. Mahasiswa tidak perlu merasa takut hanya karena ini merupakan pengalaman pertama. Pastikan informasi yang disampaikan konsisten dengan tujuan perjalanan dan dokumen yang dibawa.

Di negara tujuan, proses imigrasi kembali dilakukan setelah turun dari pesawat. Petugas dapat memeriksa paspor dan menanyakan alasan kedatangan.

Siapkan Uang dan Metode Pembayaran

Jangan hanya membawa satu metode pembayaran. Kartu debit atau kartu kredit yang dapat digunakan secara internasional bisa menjadi pilihan, sementara sejumlah uang tunai dalam mata uang negara tujuan dapat membantu untuk kebutuhan kecil.

Sebelum berangkat, mahasiswa juga perlu memastikan kartu yang digunakan dapat melakukan transaksi atau tarik tunai di luar negeri. Periksa biaya administrasi, biaya konversi mata uang, serta kebijakan bank terkait transaksi internasional.

Menyimpan uang di beberapa tempat juga dapat menjadi langkah antisipasi. Hindari menaruh seluruh uang tunai dalam satu dompet.

Aktifkan Komunikasi Selama di Luar Negeri

Akses internet akan sangat membantu ketika mencari lokasi penginapan, menggunakan peta, menghubungi pihak kampus atau panitia kegiatan, maupun mencari informasi transportasi.

Mahasiswa dapat mempertimbangkan roaming internasional, eSIM, atau kartu SIM lokal sesuai kebutuhan dan negara tujuan. Sebelum terbang, unduh peta offline serta simpan alamat penginapan agar tetap dapat menemukan lokasi ketika koneksi internet bermasalah.

Nomor penting juga sebaiknya disimpan sejak sebelum keberangkatan, termasuk kontak keluarga, pihak kampus, penyelenggara kegiatan, penginapan, dan layanan darurat di negara tujuan.

Perhatikan Etika dan Aturan di Negara Tujuan

Pergi ke luar negeri berarti memasuki lingkungan yang mungkin memiliki budaya dan aturan berbeda. Mahasiswa perlu menghormati kebiasaan lokal, aturan transportasi, ketentuan tempat umum, serta peraturan yang berlaku di negara tujuan.

Jangan membawa barang yang statusnya belum jelas secara hukum. Hindari pula bercanda mengenai bom, senjata, atau tindakan ilegal ketika berada di bandara karena pernyataan tersebut dapat dianggap serius oleh petugas keamanan.

Jika mengikuti kegiatan akademik, jaga sikap profesional. Datang tepat waktu, pahami agenda kegiatan, dan simpan dokumen yang berkaitan dengan program.

Buat Checklist Sebelum Berangkat

Agar tidak ada barang penting yang tertinggal, buat checklist beberapa hari sebelum penerbangan. Beberapa barang yang dapat dimasukkan ke daftar antara lain:

  • Paspor dan dokumen perjalanan.
  • Visa jika diperlukan.
  • Tiket atau boarding pass.
  • Bukti akomodasi.
  • Dokumen kegiatan akademik.
  • Dompet dan alat pembayaran.
  • Ponsel serta charger.
  • Power bank sesuai aturan maskapai.
  • Obat pribadi jika diperlukan.
  • Pakaian sesuai kondisi cuaca.
  • Salinan dokumen penting.

Checklist sederhana dapat mengurangi kepanikan, terutama bagi mahasiswa yang baru pertama kali melakukan perjalanan internasional.

Pengalaman Internasional Bisa Menjadi Bekal Mahasiswa

Kesempatan pergi ke luar negeri tidak selalu berkaitan dengan liburan. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman internasional melalui pertukaran pelajar, konferensi, kompetisi, pelatihan, magang, maupun kegiatan akademik lainnya. Pengalaman tersebut dapat melatih kemandirian, komunikasi lintas budaya, kemampuan beradaptasi, serta keberanian menghadapi lingkungan baru.

Persiapan semacam ini juga relevan bagi mahasiswa yang sedang memilih kampus dan ingin mengembangkan kompetensi untuk menghadapi lingkungan pendidikan yang semakin terbuka secara global. Ma’soem University, salah satu perguruan tinggi swasta, memiliki berbagai pilihan program studi yang dapat menjadi bagian dari perjalanan akademik mahasiswa.

Di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Ma’soem University, tersedia dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Pendidikan Bahasa Inggris secara khusus dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan bahasa dan kompetensi kependidikan, termasuk kemampuan komunikasi yang relevan ketika berinteraksi dalam lingkungan internasional.

Pengalaman perjalanan ke luar negeri pada akhirnya bukan hanya soal berhasil naik pesawat dan tiba di negara tujuan. Mahasiswa juga belajar mengatur dokumen, waktu, uang, komunikasi, serta mengambil keputusan secara mandiri. Kebiasaan mempersiapkan perjalanan secara tertib dapat menjadi latihan praktis untuk menghadapi berbagai pengalaman akademik dan profesional di masa depan.

Kontak Ma’soem University

No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com