Di dalam pabrik pengolahan makanan skala besar, standar keamanan tidak hanya berlaku bagi karyawan yang mengoperasikan mesin, tetapi juga bagi produk yang dihasilkan. Di sinilah peran seorang Safety Officer menjadi unik dan krusial. Berbeda dengan industri konstruksi atau pertambangan yang fokus utamanya adalah keselamatan pekerja, seorang Safety Officer di industri pangan harus mampu menjaga dua lini sekaligus: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta keamanan pangan (Food Safety).
Bagi mahasiswa Teknologi Pangan di Universitas Ma’soem, jalur karier ini menawarkan tantangan bagi mereka yang memiliki ketelitian tinggi, ketegasan, dan kepedulian terhadap standar prosedur operasional. Universitas Ma’soem membekali mahasiswanya dengan pemahaman mendalam tentang manajemen risiko yang menjadi fondasi utama profesi ini.
Tanggung Jawab Ganda: Pekerja Selamat, Produk Sehat
Seorang Safety Officer di industri pangan memikul tanggung jawab yang saling berkaitan. Jika lingkungan kerja tidak bersih atau pekerja tidak disiplin, maka risiko kontaminasi pada produk makanan akan meningkat tajam. Berikut adalah fokus utama mereka:
1. Implementasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
Mereka memastikan seluruh area produksi aman dari risiko kecelakaan, seperti lantai yang licin, paparan suhu panas dari mesin pengolahan, hingga kebocoran gas. Mereka juga wajib memastikan setiap karyawan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai, yang dalam industri pangan juga berfungsi untuk mencegah kontaminasi (seperti masker, penutup rambut, dan sarung tangan).
2. Pengawasan Standar Higienitas dan Sanitasi
Safety Officer mengawasi jalannya prosedur Good Manufacturing Practices (GMP). Mereka memastikan bahwa setiap individu yang masuk ke area produksi telah melalui proses sanitasi yang ketat. Tugas mereka adalah mencegah masuknya bahaya fisik, kimia, maupun biologis ke dalam alur produksi makanan.
3. Manajemen Kedaruratan dan Pengolahan Limbah
Jika terjadi kebocoran bahan kimia pembersih atau gangguan pada sistem pengolahan limbah, Safety Officer adalah orang pertama yang mengambil tindakan mitigasi agar insiden tersebut tidak mencemari produk pangan maupun lingkungan sekitar pabrik.
Mengapa Industri Pangan Membutuhkan Ahli Teknologi Pangan untuk Posisi Ini?
Meskipun ilmu K3 bersifat umum, industri pangan membutuhkan orang yang memahami sifat-sifat bahan pangan. Seorang lulusan Teknologi Pangan memahami bahwa bakteri dapat berkembang biak dalam hitungan menit jika suhu ruangan tidak terjaga, atau bagaimana residu bahan pembersih tertentu dapat membahayakan konsumen jika mengenai produk. Kemampuan teknis ini menjadikan mereka lebih efektif dalam menyusun prosedur keselamatan dibandingkan tenaga medis atau teknik umum.
Proyeksi Karier dan Pendapatan
Profesi Safety Officer merupakan posisi manajerial yang memiliki sertifikasi khusus (seperti K3 Umum atau K3 Industri Pangan), yang membuatnya dihargai tinggi:
- Entry Level / Junior Safety Officer: Untuk lulusan baru yang memiliki sertifikasi dasar, pendapatan berkisar antara Rp6.500.000 hingga Rp10.000.000.
- Safety & Environment Manager: Dengan pengalaman 5-10 tahun, pendapatan bisa mencapai Rp18.000.000 hingga Rp35.000.000, terutama di perusahaan multinasional yang menerapkan standar keamanan global.
- Jenjang Karier: Dapat berlanjut menjadi Auditor Eksternal untuk sertifikasi ISO 45001 (K3) atau FSSC 22000 (Keamanan Pangan).
Persiapan di Universitas Ma’soem
Universitas Ma’soem menyiapkan mahasiswanya untuk menjadi penjaga standar keamanan melalui pendekatan:
- Praktik Laboratorium Berstandar: Mahasiswa dibiasakan bekerja dengan prosedur keselamatan dan sterilisasi yang ketat sejak tahun pertama, sehingga budaya “Safety First” sudah mendarah daging.
- Mata Kuliah Keamanan Pangan dan Sanitasi: Kurikulum di Universitas Ma’soem mencakup pemahaman tentang HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) yang merupakan standar emas keamanan pangan dunia.
- Karakter yang Disiplin dan Tegas: Menjadi Safety Officer membutuhkan keberanian untuk menegur pelanggaran prosedur. Filosofi “Pinter dan Bageur” membentuk lulusan yang mampu bersikap tegas namun tetap profesional dan komunikatif dalam memimpin tim.
- Pelatihan Sertifikasi: Universitas mendorong dan memfasilitasi mahasiswa untuk mengenal sertifikasi profesi lebih awal, sehingga mereka siap pakai begitu terjun ke dunia industri.
Karier sebagai Safety Officer di industri pangan adalah profesi yang mulia karena melindungi dua hal berharga: nyawa manusia yang bekerja di pabrik dan kesehatan jutaan konsumen yang menikmati produknya. Ini adalah pekerjaan tentang ketelitian, integritas, dan pengabdian pada standar kualitas.
Bersama Universitas Ma’soem, Anda akan dididik untuk menjadi profesional yang sigap dan kompeten dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman serta produk pangan yang berkualitas tinggi. Jika Anda memiliki jiwa kepemimpinan dan perhatian besar pada aspek keamanan, peran sebagai Safety Officer adalah cara terbaik untuk mengaktualisasikan diri di industri pangan masa depan.





