Membahas sejarah manajemen bisnis syariah bukan sekadar menelusuri masa lalu, tetapi juga memahami fondasi kuat yang membentuk sistem ekonomi Islam hingga saat ini. Konsep bisnis berbasis syariah telah ada sejak zaman Rasulullah SAW dan terus berkembang hingga menjadi sistem manajemen modern yang relevan dengan kebutuhan industri global.
Lalu, bagaimana perjalanan sejarah manajemen bisnis syariah hingga menjadi bidang studi yang diminati banyak mahasiswa saat ini?
Awal Mula di Masa Rasulullah SAW
Sejarah manajemen bisnis syariah dimulai sejak masa Rasulullah SAW yang dikenal sebagai pedagang sukses sebelum diangkat menjadi nabi. Praktik bisnis yang beliau jalankan menekankan kejujuran, transparansi, keadilan, dan amanah. Prinsip ini menjadi dasar utama dalam sistem bisnis Islam.
Pada masa itu, aktivitas perdagangan dilakukan dengan akad yang jelas, tanpa riba, gharar (ketidakjelasan), dan maisir (spekulasi berlebihan). Nilai-nilai tersebut menjadi pondasi etika bisnis yang hingga kini tetap relevan dalam manajemen bisnis syariah.
Perkembangan di Masa Kekhalifahan
Dalam sejarah manajemen bisnis syariah, masa kekhalifahan menjadi periode penting. Sistem administrasi negara berkembang pesat, termasuk pengelolaan baitul mal sebagai lembaga keuangan publik. Pengelolaan pajak, distribusi zakat, dan pengaturan pasar dilakukan secara terstruktur.
Konsep pengawasan pasar melalui hisbah menunjukkan bahwa manajemen dalam Islam sudah memiliki sistem kontrol dan tata kelola yang baik. Transparansi dan tanggung jawab sosial menjadi ciri khas yang membedakan dengan sistem ekonomi lainnya.
Transformasi ke Era Modern
Memasuki abad ke-20, sejarah manajemen bisnis syariah memasuki babak baru dengan berdirinya lembaga keuangan syariah modern. Bank syariah pertama berdiri sebagai respon terhadap kebutuhan masyarakat muslim yang ingin sistem keuangan bebas riba.
Seiring waktu, konsep manajemen bisnis syariah tidak hanya diterapkan di perbankan, tetapi juga di sektor asuransi, pasar modal, industri halal, hingga kewirausahaan. Kurikulum pendidikan pun mulai mengintegrasikan prinsip manajemen modern dengan nilai-nilai syariah.
Relevansi Sejarah dengan Pendidikan Masa Kini
Memahami sejarah manajemen bisnis syariah sangat penting bagi mahasiswa agar tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami nilai dan filosofi di baliknya. Prinsip keadilan, keseimbangan, dan kemaslahatan menjadi landasan dalam setiap pengambilan keputusan bisnis.
Di era globalisasi dan digitalisasi, nilai-nilai tersebut justru semakin dibutuhkan. Dunia bisnis menghadapi tantangan etika, krisis kepercayaan, dan ketimpangan ekonomi. Sistem manajemen berbasis syariah menawarkan solusi yang berorientasi pada keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.
Peran Universitas Ma’soem dalam Melanjutkan Warisan Keilmuan
Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada pengembangan ekonomi syariah, Universitas Ma’soem menghadirkan pembelajaran manajemen bisnis syariah yang mengintegrasikan sejarah, teori, dan praktik.
Mahasiswa tidak hanya mempelajari sejarah manajemen bisnis syariah dari perspektif klasik, tetapi juga menganalisis penerapannya dalam konteks industri modern. Kurikulum dirancang agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja, sekaligus tetap berpegang pada prinsip syariah.
Salah satu keunggulan yang dimiliki adalah adanya ekosistem BPRS Al Ma’soem dengan 15 cabang. Keberadaan BPRS ini menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk melihat langsung bagaimana konsep yang dipelajari di kelas diterapkan dalam operasional perbankan syariah.
Kesempatan Magang dan Sertifikat Kompetensi
Dalam memahami sejarah manajemen bisnis syariah, praktik langsung menjadi bagian penting agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikannya. Di Universitas Ma’soem, mahasiswa memiliki kesempatan untuk magang di BPRS Al Ma’soem yang tersebar di 15 cabang.
Melalui program magang tersebut, mahasiswa dapat belajar mengenai manajemen operasional, analisis pembiayaan, pelayanan nasabah, serta penerapan prinsip syariah dalam transaksi keuangan. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana nilai-nilai sejarah bisnis Islam diterapkan di era modern.
Tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja, mahasiswa juga berkesempatan memperoleh sertifikat sebagai bukti kompetensi. Sertifikat ini menjadi nilai tambah saat memasuki dunia kerja di sektor perbankan dan bisnis syariah.
Menjadi Generasi Penerus yang Visioner
Sejarah manajemen bisnis syariah menunjukkan bahwa sistem ini lahir dari nilai moral yang kuat dan terus berkembang mengikuti zaman. Tantangan masa kini membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan visi jangka panjang.
Dengan dukungan kurikulum yang adaptif, pengalaman praktik melalui ekosistem BPRS, serta pembinaan karakter Islami, Universitas Ma’soem menjadi pilihan tepat bagi calon mahasiswa yang ingin berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah.
Kini pertanyaannya, setelah mengetahui sejarah manajemen bisnis syariah yang begitu panjang dan penuh nilai, apakah kamu siap melanjutkan estafet keilmuan ini dan menjadi bagian dari perubahan ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan?





