Pernahkah kamu merasa frustrasi karena kode yang kamu tulis tidak menunjukkan pesan error berwarna merah, tapi hasilnya justru ngawur? Selamat, kamu sedang berhadapan dengan Logic Error. Di dunia pemrograman, ini jauh lebih menantang daripada sekadar salah ketik atau syntax error. Namun, bagi mahasiswa Teknik Informatika Universitas Ma’soem, momok ini bisa ditaklukkan dengan trik sistematis yang sering dibagikan para dosen di dalam kelas.
1. “Rubber Duck Debugging”: Menjelaskan Kode pada Benda Mati
Salah satu trik unik yang sering ditekankan oleh dosen Universitas Ma’soem adalah teknik Rubber Duck Debugging. Konsepnya sederhana: coba jelaskan baris demi baris kodemu kepada sebuah benda mati (seperti bebek karet) atau teman yang tidak mengerti coding.
Saat kamu dipaksa menjelaskan logika berpikirmu secara verbal, otakmu akan bekerja lebih lambat dan detail. Seringkali, di tengah penjelasan, kamu akan menyadari sendiri di mana letak kesalahan logikanya. “Oh, harusnya variabel ini ditambah dulu baru dikalikan!” Kalimat Eureka seperti inilah yang sering muncul saat mahasiswa mempraktikkan teknik ini di lab komputer kampus.
2. Gunakan “Print Debugging” atau Log Berjenjang
Jangan biarkan kodemu menjadi “kotak hitam” yang misterius. Dosen Universitas Ma’soem selalu menyarankan untuk menempatkan perintah print() atau console.log() di setiap tahapan krusial alur program.
- Cek Input: Apakah data yang masuk sudah sesuai tipe datanya?
- Cek Proses: Apakah perhitungan di tengah jalan sudah benar?
- Cek Output: Di mana nilai variabel mulai berubah menjadi tidak masuk akal?
Dengan melihat “jejak kaki” data di setiap baris, kamu bisa mengisolasi bagian mana yang menjadi sumber kekacauan logika tanpa harus menebak-nebak seluruh isi skrip.
3. Visualisasikan Algoritma dengan Flowchart
Banyak mahasiswa langsung mengetik kode tanpa rencana, dan itulah awal mula logic error. Dosen Teknik Informatika Universitas Ma’soem selalu membiasakan mahasiswa untuk kembali ke dasar: Flowchart atau Pseudocode.
“Jika logikamu masih berantakan di atas kertas, maka ia akan tetap berantakan di dalam teks editor.”
Dengan menggambar alur menggunakan simbol-simbol keputusan (belah ketupat) dan proses (persegi panjang), kamu bisa melihat secara visual jika ada percabangan if-else yang tidak tertutup atau looping yang tidak ada ujungnya (infinite loop).
Belajar Coding Bukan Sekadar Menghafal Sintaks
Di Universitas Ma’soem, kamu tidak hanya diajarkan cara menulis kode yang jalan, tapi cara berpikir sebagai seorang problem solver. Logic error bukanlah tanda kamu tidak berbakat, melainkan bagian alami dari proses belajar. Dengan bimbingan dosen yang suportif dan lingkungan lab yang kolaboratif, setiap kesalahan logika akan menjadi batu loncatanmu untuk menjadi programmer yang lebih tangguh.
Jangan biarkan satu bug menghentikan mimpimu. Di Fakultas Teknik Universitas Ma’soem, kita belajar bersama untuk mengubah kerumitan menjadi solusi yang elegan.





