Setelah Ujian, Kenapa Sekolah Tidak Mengadakan Career Day untuk Siswa?

Masa setelah ujian sering menjadi waktu yang terasa lebih santai bagi siswa. Kegiatan belajar biasanya mulai berkurang, sementara siswa memiliki kesempatan untuk mengikuti aktivitas lain di sekolah. Momen ini sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan dunia kerja dan pendidikan lanjutan melalui career day untuk siswa.

Career day merupakan kegiatan yang mempertemukan siswa dengan berbagai informasi mengenai profesi, dunia kerja, perguruan tinggi, atau bidang keahlian tertentu. Kegiatan ini tidak harus selalu dilakukan menjelang kelulusan. Siswa di berbagai jenjang dapat memperoleh manfaat ketika mereka mulai dikenalkan pada pilihan masa depan secara bertahap.

Apa Itu Career Day di Sekolah?

Career day adalah kegiatan yang dirancang untuk membantu siswa mengenal berbagai pilihan karier dan pendidikan. Sekolah dapat menghadirkan guru BK, alumni, profesional, praktisi, pengusaha, maupun perwakilan perguruan tinggi sebagai narasumber.

Materi yang disampaikan juga dapat disesuaikan berdasarkan usia siswa. Siswa sekolah dasar dapat diperkenalkan pada berbagai jenis profesi secara sederhana. Sementara itu, siswa SMP dan SMA dapat memperoleh informasi yang lebih spesifik mengenai jurusan kuliah, keterampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaan, hingga cara mempersiapkan diri setelah lulus.

Kegiatan tersebut tidak harus berupa seminar formal sepanjang hari. Sekolah dapat mengemasnya dalam bentuk pameran profesi, sesi berbagi pengalaman, diskusi kelompok, simulasi pekerjaan, atau presentasi dari alumni.

Mengapa Career Day Sering Belum Menjadi Agenda Sekolah?

Tidak semua sekolah memiliki kesempatan atau sumber daya untuk menyelenggarakan career day secara rutin. Beberapa kegiatan sekolah juga sudah memiliki jadwal padat sehingga program pengenalan karier belum menjadi prioritas.

Ada pula sekolah yang menganggap pembahasan karier lebih cocok diberikan kepada siswa kelas akhir. Padahal, pemahaman tentang pilihan pendidikan dan pekerjaan sebaiknya dibangun secara bertahap.

Faktor lain yang dapat menjadi pertimbangan adalah ketersediaan narasumber. Sekolah membutuhkan orang yang memiliki pengalaman relevan agar informasi yang diberikan tidak hanya berupa teori. Kolaborasi bersama alumni, perguruan tinggi, dunia usaha, dan profesional dapat menjadi salah satu solusi.

Setelah Ujian Bisa Menjadi Waktu yang Tepat

Periode setelah ujian memiliki potensi untuk digunakan sebagai waktu pengembangan diri. Siswa sudah melewati salah satu rangkaian evaluasi akademik sehingga sekolah dapat memberikan kegiatan yang berbeda dari pembelajaran rutin.

Career day setelah ujian juga dapat membantu siswa menggunakan waktu secara produktif. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Pengenalan berbagai profesi dan bidang pekerjaan.
  • Talkshow bersama alumni dari berbagai jurusan.
  • Pengenalan jurusan dan kehidupan perguruan tinggi.
  • Simulasi wawancara kerja untuk siswa tingkat akhir.
  • Pelatihan membuat CV sederhana.
  • Pengenalan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.
  • Diskusi mengenai minat, bakat, dan rencana pendidikan.

Kegiatan tersebut dapat dibuat sesuai tingkat pendidikan. Untuk siswa SMA, misalnya, pembahasan dapat diarahkan pada pilihan kuliah, vokasi, pekerjaan, maupun kewirausahaan.

Career Day Membantu Siswa Mengenal Pilihan Setelah Lulus

Banyak siswa mengetahui nama suatu profesi, tetapi belum memahami proses yang harus ditempuh untuk mencapainya. Seorang siswa yang tertarik menjadi guru, misalnya, perlu mengetahui bahwa profesi tersebut membutuhkan pendidikan dan kompetensi tertentu.

Hal yang sama berlaku untuk profesi lain. Siswa yang tertarik pada bidang teknologi, bisnis, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, atau industri perlu mengetahui hubungan antara jurusan pendidikan dan peluang pekerjaan yang tersedia.

Informasi seperti ini dapat membuat pilihan siswa menjadi lebih realistis. Mereka tidak hanya memilih jurusan karena mengikuti teman atau tren, tetapi mulai mempertimbangkan minat, kemampuan, pendidikan yang diperlukan, serta gambaran pekerjaan di masa depan.

Peran Guru BK dalam Career Day

Guru Bimbingan dan Konseling memiliki posisi penting dalam kegiatan pengembangan karier siswa. Layanan BK tidak hanya berkaitan dengan masalah pribadi atau akademik, tetapi juga dapat membantu siswa merencanakan masa depan.

Career day dapat menjadi bagian dari layanan bimbingan karier. Guru BK dapat membantu siswa melakukan refleksi setelah mengikuti kegiatan, misalnya melalui pertanyaan:

  1. Profesi apa yang paling menarik perhatian?
  2. Keterampilan apa yang perlu dikembangkan?
  3. Pendidikan lanjutan apa yang dibutuhkan?
  4. Apa kekuatan dan minat yang dimiliki?
  5. Langkah apa yang dapat dilakukan mulai sekarang?

Hasil kegiatan dapat menjadi bahan bagi siswa untuk menyusun rencana pendidikan dan pengembangan diri.

Perguruan Tinggi Bisa Menjadi Mitra Sekolah

Sekolah tidak harus menyelenggarakan career day sendirian. Perguruan tinggi dapat dilibatkan untuk memberikan gambaran mengenai kehidupan kuliah dan pilihan program studi.

Salah satu contohnya adalah Ma’soem University yang dapat menjadi salah satu referensi bagi siswa yang mulai mempertimbangkan pendidikan tinggi. Informasi mengenai program studi, lingkungan perkuliahan, dan bidang keahlian dapat membantu siswa memahami pilihan setelah menyelesaikan pendidikan menengah.

Bagi siswa yang tertarik pada bidang pendidikan, informasi program studi juga dapat disampaikan secara lebih spesifik. FKIP Ma’soem University memiliki dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Informasi seperti ini dapat membantu siswa yang mulai mempertimbangkan jalur pendidikan sesuai minat dan rencana kariernya.

Career Day Tidak Harus Mahal

Pelaksanaan career day sebenarnya dapat disesuaikan dengan kemampuan sekolah. Kegiatan sederhana tetap dapat memberikan manfaat apabila materi dan narasumbernya relevan.

Sekolah dapat mengundang alumni melalui pertemuan langsung maupun daring. Guru juga dapat mengajak orang tua yang memiliki profesi tertentu untuk berbagi pengalaman. Bahkan, siswa dapat diberi kesempatan melakukan presentasi mengenai profesi yang ingin mereka kenal lebih jauh.

Format sederhana yang dapat diterapkan sekolah antara lain:

  • Career Talk: satu atau beberapa narasumber berbagi pengalaman karier.
  • Alumni Sharing: alumni menceritakan perjalanan pendidikan dan pekerjaannya.
  • Career Booth: beberapa bidang profesi diperkenalkan melalui stan informasi.
  • Mini Workshop: siswa mencoba keterampilan dasar yang berkaitan dengan profesi tertentu.
  • Campus Introduction: perguruan tinggi memperkenalkan pilihan program studi dan kehidupan perkuliahan.

Yang Penting Bukan Hanya Acara, tetapi Tindak Lanjut

Career day akan lebih bermanfaat apabila tidak berhenti setelah sesi selesai. Siswa perlu mendapatkan kesempatan untuk mengolah informasi yang sudah mereka peroleh.

Guru dapat meminta siswa membuat rencana sederhana mengenai pendidikan lanjutan atau keterampilan yang ingin dikembangkan. Untuk siswa kelas akhir, kegiatan dapat dilanjutkan melalui konseling individual, pencarian informasi perguruan tinggi, atau persiapan menghadapi dunia kerja.

Sekolah juga dapat mengevaluasi kegiatan melalui kuesioner singkat. Dari hasil tersebut, pihak sekolah dapat mengetahui profesi apa yang paling diminati siswa dan informasi apa yang masih mereka butuhkan.

Pada akhirnya, masa setelah ujian tidak harus diisi hanya oleh kegiatan yang bersifat hiburan. Waktu tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan siswa pada pilihan pendidikan, profesi, dan keterampilan yang mungkin mereka jalani setelah meninggalkan bangku sekolah.

Informasi Ma’soem University:
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com