Ada sebuah mitos yang mengakar kuat di kalangan mahasiswa Teknik Informatika: belum sah menjadi anak IT kalau belum begadang sampai matahari terbit demi satu baris kode. Mata panda dan gelas kopi yang menumpuk seolah menjadi simbol dedikasi. Namun, mari kita bicara jujur dari sudut pandang efisiensi: begadang tanpa hasil yang jelas bukanlah prestasi, itu adalah tanda bahwa Anda gagal mengelola skala prioritas.
Di dunia informatika, kelelahan mental adalah musuh utama logika. Ketika Anda memaksa otak bekerja dalam kondisi “low battery”, kemampuan problem solving Anda akan menurun drastis. Akibatnya, tugas yang seharusnya selesai dalam dua jam justru membengkak menjadi enam jam hanya karena Anda terlalu lelah untuk menyadari kesalahan kecil dalam logika program Anda.
Efisiensi: Belajar dari Teknik Industri
Meskipun fokusnya berbeda, anak informatika sebenarnya perlu belajar satu hal krusial dari prinsip Teknik Industri, yaitu optimasi sumber daya. Lulusan industri dididik untuk meminimalkan pemborosan waktu dan tenaga demi hasil yang maksimal. Mahasiswa informatika di Universitas Ma’soem seharusnya menerapkan hal yang sama. Mengapa harus terjaga hingga pukul 3 pagi untuk sesuatu yang bisa diselesaikan lebih cepat dengan manajemen waktu yang tepat?
Skala prioritas: berarti tahu mana yang harus dikerjakan lebih dulu:
Urgent & Penting: Debugging aplikasi yang akan dipresentasikan besok pagi.
Penting tapi Gak Urgent: Mempelajari bahasa pemrograman baru untuk investasi masa depan.
Gak Penting tapi Urgent: Membalas pesan di grup yang sebenarnya bisa menunggu.
Gak Penting & Gak Urgent: Menjelajahi forum tanpa tujuan jelas di tengah waktu mengerjakan tugas.
Membangun Ritme Kerja Profesional
Kampus seperti Universitas Ma’soem bukan hanya tempat belajar coding, tapi juga tempat melatih kedisiplinan sebelum terjun ke industri nyata. Di dunia kerja profesional, perusahaan tidak peduli seberapa banyak malam yang Anda habiskan tanpa tidur; yang mereka peduli adalah apakah produk tersebut selesai tepat waktu dan berjalan tanpa bug. Begadang yang berlebihan justru meningkatkan risiko human error yang fatal.
Mulailah dengan menetapkan target harian yang realistis. Jika Anda mentok pada satu masalah selama lebih dari satu jam, berhentilah sejenak. Beristirahatlah, tidur yang cukup, dan biarkan otak Anda melakukan “restart”. Seringkali, solusi dari sebuah error yang rumit justru muncul saat pikiran kita dalam kondisi segar, bukan saat mata sudah memerah menatap layar.





