Bagi mahasiswa Fakultas Pertanian di Universitas Ma’soem, CV (Curriculum Vitae) adalah dokumen pertama yang akan mewakili profesionalitas Anda di mata HRD. Dalam industri agribisnis yang kini semakin kompetitif dan terdigitalisasi, CV yang sekadar mencantumkan daftar mata kuliah tidak lagi cukup.
Anda perlu menyusun CV yang mampu menjembatani kompetensi akademis dengan kebutuhan industri. Berikut adalah strategi menyusun CV magang agar terlihat menonjol, relevan, dan tetap profesional.
Memahami “Nilai Jual” Mahasiswa Agribisnis Ma’soem
Mahasiswa Agribisnis Universitas Ma’soem memiliki keunggulan pada aspek manajerial dan kewirausahaan. Saat menyusun CV, poin ini harus menjadi fondasi utama. Perusahaan agribisnis saat ini tidak hanya mencari orang yang paham teknis budidaya, tetapi juga mereka yang mengerti efisiensi biaya, analisis pasar, dan keberlanjutan bisnis.
Struktur CV Magang yang Efektif dan Realistis
Agar CV Anda mudah dibaca dan memberikan kesan profesional, gunakan struktur yang rapi dengan poin-poin berikut:
1. Deskripsi Diri yang Spesifik (Professional Summary)
Hindari kalimat yang terlalu umum atau “lebay”. Buatlah ringkasan 2–3 kalimat yang menggambarkan identitas dan minat fokus Anda.
- Contoh: “Mahasiswa Agribisnis Universitas Ma’soem yang berfokus pada manajemen rantai pasok dan analisis pasar. Memiliki pengalaman praktikum dalam mengevaluasi kelayakan usaha tani dan tertarik berkontribusi dalam digitalisasi operasional sektor agraris.”
2. Tonjolkan Pengalaman Praktikum sebagai Pengalaman Kerja
Banyak mahasiswa merasa tidak memiliki pengalaman karena belum pernah bekerja formal. Padahal, bagi mahasiswa pertanian, praktikum lapangan adalah aktivitas profesional jika narasinya tepat.
- Tips: Gunakan kata kerja aksi dan hasil yang terukur.
- Contoh: “Melakukan analisis efisiensi biaya produksi pada komoditas hortikultura, memberikan rekomendasi yang berpotensi menekan biaya operasional sebesar 10% selama proyek lapangan.”
3. Jabarkan Skill Teknis dan Soft Skill
Dalam agribisnis, perusahaan sangat menghargai kemampuan analitis. Masukkan poin-poin berikut jika Anda menguasainya:
- Hard Skills: Analisis Kelayakan Usaha (NPV, B/C Ratio), Pengolahan Data (Ms. Excel tingkat lanjut), Pemasaran Digital, atau Pemetaan Lahan Dasar.
- Soft Skills: Komunikasi Negosiasi (penting untuk berhubungan dengan mitra/petani), Manajemen Waktu, dan Kemampuan Analitis.
4. Masukkan Pengalaman Organisasi yang Relevan
Jika Anda aktif di organisasi kampus atau komunitas, pilihlah peran yang menunjukkan tanggung jawab. Menjadi bendahara atau divisi kemitraan sangat relevan dengan disiplin ilmu agribisnis karena melatih ketelitian dan jaringan.
Tips Teknis Agar CV Dilirik HRD
- Gunakan Format yang Bersih: Gunakan font standar seperti Arial atau Calibri ukuran 10–12pt. Hindari desain yang terlalu ramai dengan banyak warna agar tetap terlihat formal.
- Gunakan Kata Kerja Aksi: Gunakan kata-kata seperti “Menganalisis”, “Mengelola”, atau “Menyusun” dalam setiap poin pengalaman Anda.
- Sesuaikan dengan Posisi: Jika melamar di bagian keuangan perusahaan sawit, tonjolkan nilai mata kuliah manajemen keuangan Anda. Jika melamar di bagian pemasaran, tonjolkan pengalaman komunikasi.
CV adalah instrumen pemasaran diri bagi mahasiswa Agribisnis Universitas Ma’soem. Dengan menyusun CV yang berbasis pada hasil praktikum dan kompetensi analitis, Anda menunjukkan bahwa Anda siap bertransformasi dari dunia kampus ke dunia industri. Pastikan setiap informasi yang dicantumkan jujur, ringkas, dan merepresentasikan kualitas terbaik Anda.





