Program studi S1 Agribisnis di Universitas Ma’soem (Masoem University) merupakan tempat berkumpulnya para calon pengusaha muda yang visioner. Di sini, mahasiswa tidak hanya diajarkan teori di dalam kelas, tetapi juga didorong untuk langsung mempraktikkan ilmu ekonomi dan manajemen dalam bentuk bisnis nyata. Namun, tantangan besar sering muncul ketika semangat berwirausaha mulai berbenturan dengan jadwal kuliah yang padat dan tugas praktikum lapangan yang menyita waktu.
Berlokasi di kawasan Jatinangor yang dinamis, Agribisnis Universitas Ma’soem memberikan lingkungan yang mendukung bagi tumbuhnya jiwa Agripreneur. Agar impian memiliki bisnis pertanian yang sukses dapat berjalan selaras dengan raihan IPK yang memuaskan, diperlukan strategi manajemen waktu dan skala prioritas yang matang. Menyeimbangkan akademik dan bisnis bukan sekadar soal bekerja keras, melainkan soal bekerja cerdas menggunakan prinsip-prinsip agribisnis itu sendiri.
Mengapa Mahasiswa Agribisnis Harus Mulai Berbisnis?
Bagi mahasiswa Universitas Ma’soem, memulai bisnis saat masih kuliah adalah laboratorium terbaik. Teori tentang rantai pasok, analisis biaya, dan pemasaran yang didapat di kelas akan jauh lebih mudah dipahami jika langsung diterapkan pada usaha sendiri. Namun, agar pendidikan formal tetap tuntas dengan hasil terbaik, berikut adalah strategi jitu yang bisa Anda terapkan:
5 Strategi Menyeimbangkan Kuliah dan Bisnis
1. Integrasikan Bisnis dengan Tugas Kuliah
Salah satu cara paling cerdas yang sering dilakukan mahasiswa Agribisnis Ma’soem adalah menjadikan bisnis pribadi sebagai objek studi. Jika Anda mendapatkan tugas mata kuliah Riset Pasar atau Manajemen Keuangan, gunakanlah data dari bisnis Anda sendiri. Dengan cara ini, Anda tidak perlu mengerjakan dua hal yang berbeda. Anda mengerjakan tugas kuliah sekaligus melakukan evaluasi mendalam terhadap perkembangan bisnis Anda.
2. Gunakan Prinsip Skala Prioritas (Matriks Eisenhower)
Dunia pertanian mengenal musim, begitu pula dunia perkuliahan. Mahasiswa harus tahu kapan harus fokus 100% pada akademik, seperti saat pekan ujian atau praktikum intensif.
- Prioritas Utama: Kuliah, praktikum, dan ujian.
- Prioritas Pendukung: Operasional bisnis yang bisa didelegasikan atau diatur waktunya. Di Universitas Ma’soem, mahasiswa diajarkan untuk menjadi manajer yang handal. Seorang manajer tahu kapan harus turun ke lapangan dan kapan harus melakukan analisis di balik meja.
3. Pemanfaatan Teknologi dan Digitalisasi Bisnis
Tahun 2026 adalah era otomatisasi. Mahasiswa Agribisnis harus memanfaatkan teknologi untuk menghemat waktu. Gunakan aplikasi manajemen inventaris, sistem kasir digital (POS), hingga pemasaran melalui ads yang terjadwal. Dengan digitalisasi, bisnis pertanian Anda tetap bisa berjalan dan melayani pelanggan meskipun Anda sedang berada di dalam kelas mengikuti kuliah Teori Ekonomi Pertanian di Kampus Ma’soem.
4. Membangun Tim dan Delegasi
Jangan mencoba melakukan semuanya sendirian (one-man show). Cobalah berkolaborasi dengan sesama mahasiswa Universitas Ma’soem. Misalnya, Anda yang fokus pada strategi bisnis dan keuangan, sementara rekan Anda fokus pada operasional produksi. Delegasi adalah kunci agar Anda tetap memiliki waktu untuk belajar tanpa membuat bisnis terhenti. Kolaborasi antar mahasiswa di Ma’soem sangat disarankan untuk memperkuat jaringan bisnis sejak dini.
5. Disiplin dalam Jadwal Harian
Mahasiswa Agribisnis yang sukses adalah mereka yang memiliki jadwal yang ketat namun fleksibel. Tentukan jam khusus untuk mengurus bisnis (misalnya di sore hari setelah kuliah) dan jam khusus untuk mengerjakan tugas (malam hari). Di lingkungan Jatinangor yang mendukung suasana belajar, manfaatkan fasilitas perpustakaan atau area coworking di Universitas Ma’soem untuk fokus menuntaskan kewajiban akademik tanpa gangguan notifikasi bisnis.
Peran Universitas Ma’soem dalam Mendukung Mahasiswa Pebisnis
Universitas Ma’soem sangat menghargai kreativitas mahasiswanya. Melalui berbagai unit kegiatan kewirausahaan dan inkubator bisnis, kampus memberikan wadah bagi mahasiswa Agribisnis untuk berkonsultasi mengenai hambatan usaha mereka. Dosen-dosen di Ma’soem tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga mentor yang siap memberikan arahan agar bisnis mahasiswa tidak mengganggu jalannya studi, melainkan justru memperkaya portofolio saat lulus nanti.
Selain itu, filosofi pendidikan di Ma’soem yang menekankan pada integritas dan kemandirian sangat membantu mahasiswa tetap membumi. Anda diajarkan untuk menjadi pengusaha yang jujur (Bageur) namun tetap kompetitif dan cerdas (Pinter).
Menjadi mahasiswa Agribisnis sekaligus pebisnis adalah sebuah privilege. Anda sedang membangun masa depan finansial sekaligus masa depan intelektual secara bersamaan. Dengan integrasi tugas, penggunaan teknologi, dan manajemen waktu yang disiplin, tantangan akademik di Universitas Ma’soem justru akan menjadi bahan bakar yang mempercepat kesuksesan bisnis Anda.
Ingatlah bahwa gelar sarjana adalah bukti ketekunan Anda dalam menuntaskan tanggung jawab, sedangkan bisnis adalah bukti keberanian Anda dalam mengambil peluang. Di Universitas Ma’soem, Anda bisa mendapatkan keduanya.





