Memasarkan produk secara online memang terlihat sederhana. Bisnis dapat membuat konten, mengunggah foto produk, menjalankan iklan, kemudian menunggu konsumen datang. Namun, di tengah banyaknya brand yang hadir di media sosial dan e-commerce, strategi seperti itu belum tentu cukup untuk mendapatkan perhatian calon pelanggan.
Konsumen kini memiliki banyak pilihan dan dapat menemukan produk dari berbagai kanal digital. Mereka bisa mengenal sebuah brand melalui media sosial, mencari informasi di marketplace, membaca ulasan, membandingkan harga, hingga melihat pengalaman konsumen lain sebelum akhirnya melakukan pembelian. Karena itu, bisnis perlu memahami siapa target konsumennya dan bagaimana cara mereka mengambil keputusan.
Pemahaman mengenai strategi tersebut menjadi bagian penting dalam bisnis digital. Ma’soem University menyediakan program S1 Bisnis Digital yang mempelajari berbagai aspek bisnis di era digital, termasuk pemasaran, perilaku konsumen, strategi bisnis, dan pemanfaatan teknologi. Pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa yang ingin memahami bagaimana bisnis membangun strategi pemasaran yang sesuai dengan karakter konsumennya.
Kenali Konsumen Sebelum Menentukan Media
Salah satu kesalahan dalam pemasaran online adalah menggunakan media hanya karena sedang populer. Padahal, setiap platform memiliki karakter pengguna yang berbeda. Bisnis perlu mengetahui di mana target konsumennya lebih aktif dan jenis informasi seperti apa yang mereka cari.
Sebelum menentukan strategi, bisnis dapat memahami beberapa hal seperti:
- Siapa target konsumen yang ingin dijangkau?
- Apa kebutuhan dan masalah mereka?
- Platform digital apa yang sering digunakan?
- Jenis konten apa yang menarik perhatian mereka?
- Apa yang biasanya membuat mereka yakin untuk membeli?
Dengan memahami hal tersebut, bisnis dapat memilih kanal pemasaran yang lebih sesuai. Tidak semua bisnis harus aktif di seluruh platform digital. Fokus pada kanal yang benar-benar digunakan target konsumen justru dapat membuat strategi lebih terarah.
Konten Menarik Perhatian, tetapi Nilai Membuat Konsumen Bertahan
Konten menjadi salah satu pintu awal bagi konsumen untuk mengenal sebuah brand. Namun, konten yang menarik secara visual belum tentu cukup untuk menghasilkan pembelian.
Bisnis dapat membuat konten yang memberikan informasi sekaligus menjawab kebutuhan audiens. Misalnya, bisnis skincare dapat membuat konten tentang cara memilih produk sesuai jenis kulit, sementara bisnis fashion dapat memberikan tips menentukan ukuran atau memadukan pakaian.
Pendekatan tersebut membuat promosi tidak terasa seperti sekadar menawarkan produk. Konsumen mendapatkan informasi yang dapat membantu mereka sebelum mengambil keputusan.
E-Commerce Mempermudah Konsumen dari Pencarian hingga Checkout
Setelah konsumen tertarik melalui pemasaran online, pengalaman di e-commerce menjadi tahap berikutnya yang perlu diperhatikan. Halaman produk harus mampu memberikan informasi yang cukup agar calon pembeli tidak perlu mencari terlalu banyak informasi di tempat lain. Foto yang jelas, deskripsi produk, harga, variasi, stok, ulasan, hingga informasi pengiriman dapat membantu konsumen memahami produk sebelum melakukan checkout.
Masalah dapat muncul ketika promosi berhasil mendatangkan banyak pengunjung, tetapi halaman produk tidak memberikan informasi yang meyakinkan. Akibatnya, traffic meningkat tetapi transaksi belum tentu mengikuti. Karena itu, strategi pemasaran sebaiknya tidak hanya mengejar jumlah pengunjung. Bisnis juga perlu memastikan bahwa pengalaman setelah konsumen mengklik produk tetap mudah dan informatif.
Jangan Hanya Mengejar Viral
Konten viral memang dapat memberikan jangkauan yang besar, tetapi viral bukan satu-satunya ukuran keberhasilan pemasaran online. Ribuan orang yang melihat konten belum tentu semuanya menjadi calon pelanggan.
Bisnis perlu melihat apakah konten tersebut menghasilkan tindakan yang sesuai dengan tujuan pemasaran. Misalnya, apakah audiens mengunjungi halaman produk, bertanya melalui pesan, menambahkan produk ke keranjang, melakukan pembelian, atau kembali membeli di kemudian hari. Dengan melihat data tersebut, bisnis dapat mengetahui konten mana yang sekadar menarik perhatian dan mana yang benar-benar membantu perjalanan konsumen menuju transaksi.
Manfaatkan Data untuk Menentukan Langkah Berikutnya
Pemasaran digital memberikan bisnis kesempatan untuk melihat respons konsumen dengan lebih terukur. Data dari media sosial, marketplace, maupun platform pemasaran dapat digunakan untuk mengevaluasi strategi.
Beberapa indikator yang dapat diperhatikan meliputi:
- Jumlah orang yang melihat konten.
- Interaksi dan respons audiens.
- Kunjungan ke halaman produk.
- Jumlah transaksi.
- Nilai pembelian.
- Pembelian ulang.
Data tersebut dapat membantu bisnis menentukan strategi berikutnya. Jika sebuah jenis konten memiliki engagement tinggi tetapi tidak menghasilkan transaksi, bisnis dapat mengevaluasi kembali pesan atau penawaran yang diberikan.
Bangun Kepercayaan Sebelum Mengharapkan Transaksi
Konsumen tidak selalu langsung membeli setelah melihat sebuah iklan. Mereka dapat mencari review, melihat komentar, membandingkan toko, dan memperhatikan bagaimana brand merespons pertanyaan.
Karena itu, membangun kepercayaan menjadi bagian penting dari pemasaran online. Informasi produk harus jelas, harga disampaikan secara transparan, dan pelayanan perlu konsisten. Ulasan pelanggan juga dapat membantu calon konsumen memahami pengalaman pembeli sebelumnya.
Bagi calon mahasiswa yang ingin mempelajari lebih jauh tentang strategi bisnis dan pemasaran digital, informasi perkuliahan dapat diperoleh melalui Admin Univ Ma’soem di +62 851 8563 4253.
Strategi yang Efektif Dimulai dari Konsumen
Strategi pemasaran online yang tepat bukan berarti menggunakan sebanyak mungkin platform atau membuat konten setiap hari tanpa arah. Bisnis perlu memahami target konsumennya, memilih kanal yang sesuai, membuat konten yang memberikan nilai, serta memastikan pengalaman dari promosi hingga checkout berjalan dengan baik.
Di tengah persaingan e-commerce, bisnis juga perlu memanfaatkan data untuk mengetahui apakah strategi yang digunakan benar-benar memberikan hasil. Dengan begitu, pemasaran online tidak hanya menjadi aktivitas untuk mendapatkan views, tetapi menjadi bagian dari proses membangun hubungan dengan konsumen dan mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.




