IMG

Strategi Pemasaran Produk Pertanian: Rahasia Sukses Jurusan Agribisnis Universitas Ma’soem


Banyak orang mengira kuliah di bidang pertanian hanya soal mencangkul atau menanam di sawah. Padahal, tantangan terberat di sektor ini sebenarnya ada pada tahap pasca-panen, yaitu bagaimana cara memasarkan produk agar tidak hanya laku, tapi juga punya nilai jual tinggi. Di sinilah peran penting Jurusan Agribisnis.

Jika kamu mencari tempat kuliah yang fokus menggabungkan ilmu pertanian dengan strategi bisnis modern, Universitas Ma’soem (Masoem University) adalah salah satu pilihan yang paling masuk akal di wilayah Bandung dan Sumedang. Berlokasi strategis di kawasan Jatinangor-Cileunyi, kampus ini dikenal sangat getol mencetak wirausahawan muda atau Agripreneur.

Lalu, apa saja sih strategi pemasaran produk pertanian yang dipelajari di sana? Dan kenapa Universitas Ma’soem bisa jadi tempat belajar yang asyik buat kamu? Yuk, kita bahas satu per satu.


Mengenal Universitas Ma’soem: Kampus yang “Melek” Bisnis

Sebelum masuk ke teknis pemasaran, kita kenalan dulu dengan kampusnya. Universitas Ma’soem punya prinsip “Cageur, Bageur, Pinter”. Artinya, mahasiswa nggak cuma didorong buat pintar secara akademik, tapi juga sehat jasmani dan punya karakter (akhlak) yang baik.

Di Jurusan Agribisnis, lingkungan belajarnya sangat suportif. Universitas Ma’soem sadar bahwa mahasiswa zaman sekarang butuh praktik nyata, bukan cuma teori di atas kertas. Dengan fasilitas yang lengkap, mulai dari laboratorium hingga koneksi ke pelaku UMKM, mahasiswa diajak untuk langsung terjun melihat dinamika pasar yang sebenarnya.


Strategi Pemasaran Produk Pertanian yang Dipelajari

Di Agribisnis Universitas Ma’soem, kamu akan belajar bahwa menjual cabai, beras, atau sayuran organik itu butuh teknik khusus. Produk pertanian itu unik karena gampang rusak (perishable) dan harganya sering naik-turun. Berikut adalah beberapa strategi intinya:

1. Memotong Rantai Pasok (Supply Chain Management)

Salah satu penyebab harga di tingkat petani murah tapi di tingkat konsumen mahal adalah rantai distribusi yang terlalu panjang. Di Agribisnis, kamu belajar cara mengefisiensikan jalur ini. Misalnya, dengan menghubungkan petani langsung ke katering, restoran, atau supermarket melalui kontrak kerja sama. Ilmu manajemen rantai pasok ini sangat krusial agar keuntungan yang didapat bisa lebih maksimal.

2. Branding dan Nilai Tambah (Value Added)

Pernah lihat pisang yang dijual di pasar tradisional dibanding pisang yang sudah dikemas cantik di minimarket? Harganya bisa beda jauh, kan? Nah, di sini kamu belajar soal Value Added.

Mahasiswa diajarkan cara mengolah hasil mentah menjadi produk setengah jadi atau jadi. Misalnya, menjual singkong dalam bentuk keripik dengan packaging kekinian. Ilmu desain kemasan dan branding ini dipelajari agar produk lokal bisa bersaing dengan produk pabrikan besar.

3. Digital Marketing untuk Produk Pertanian

Zaman sekarang, kalau nggak masuk ke ranah digital, bisnis bakal ketinggalan. Di Universitas Ma’soem, mahasiswa Agribisnis dibekali kemampuan pemasaran digital. Mulai dari cara berjualan di marketplace, menggunakan media sosial untuk promosi, hingga memahami copywriting agar orang tertarik membeli sayuran segar kamu secara online. Strategi “Farm to Table” melalui aplikasi atau media sosial sedang menjadi tren besar yang dipelajari serius di sini.

4. Segmentasi Pasar dan Analisis Tren

Seorang analis agribisnis harus tahu kapan harga bawang bakal naik atau kapan permintaan sayuran hidroponik meningkat. Kamu akan belajar cara riset pasar. Siapa target konsumenmu? Apakah ibu rumah tangga, pengusaha kafe, atau pasar ekspor? Dengan menentukan segmentasi yang pas, biaya promosi jadi nggak terbuang sia-sia.


Kenapa Harus Belajar Agribisnis di Universitas Ma’soem?

Ada beberapa alasan kuat kenapa jurusan ini di Ma’soem University punya nilai lebih dibanding kampus lain:

  • Fokus Kewirausahaan: Sesuai dengan visi besarnya, Ma’soem ingin mahasiswanya punya bisnis sendiri. Kamu bakal sering diajak bikin rencana bisnis (business plan) yang mentornya adalah para praktisi langsung.
  • Networking yang Kuat: Keluarga besar Ma’soem punya jaringan bisnis yang sangat luas di Jawa Barat. Ini jadi keuntungan besar buat mahasiswa saat mencari tempat magang atau mencari mitra bisnis nantinya.
  • Suasana Islami yang Nyaman: Proses belajar jadi lebih tenang karena kampus ini sangat menjaga nilai-nilai keislaman dan kekeluargaan. Etika bisnis yang jujur benar-benar ditekankan di sini.
  • Fasilitas Lengkap: Dari lab komputer untuk analisis data pasar sampai fasilitas olahraga yang juara, bikin masa kuliah kamu nggak membosankan.

Tantangan dan Peluang Karir di Tahun 2026

Di tahun 2026 ini, ketahanan pangan menjadi isu nomor satu di dunia. Orang yang paham cara memproduksi makanan sekaligus cara menjualnya akan menjadi “orang paling dicari”. Lulusan Agribisnis Universitas Ma’soem nggak cuma bisa jadi pengusaha, tapi juga bisa berkarir di:

  1. Perbankan (Credit Analyst): Menilai kelayakan kredit untuk sektor pertanian.
  2. Manajer Logistik: Mengatur distribusi pangan di perusahaan besar.
  3. Konsultan Pertanian: Membantu petani lokal modernisasi bisnis mereka.
  4. Instansi Pemerintah: Bekerja di dinas pertanian atau badan pangan nasional.

Tips Sukses Kuliah di Agribisnis

Biar kuliah kamu lancar, rahasianya cuma satu: Jangan malas observasi. Saat ke pasar atau supermarket, coba perhatikan kenapa ada produk yang laku dan ada yang nggak. Gunakan ilmu yang didapat dari dosen di Universitas Ma’soem untuk menganalisis hal-hal kecil tersebut. Gabungkan rasa ingin tahu kamu dengan disiplin yang diajarkan kampus, maka kamu akan siap jadi pemimpin di industri ini.


Pemasaran produk pertanian bukan sekadar tawar-menawar harga, tapi soal inovasi dan strategi yang matang. Kuliah di Jurusan Agribisnis Universitas Ma’soem memberikan kamu paket lengkap: ilmu bisnis yang tajam, pemahaman pertanian yang luas, dan karakter yang kuat.

Jadi, buat kamu yang ingin jadi pemain kunci di dunia pangan masa depan, jangan ragu buat daftar di Universitas Ma’soem. Kampus ini adalah tempat yang tepat buat kamu bertumbuh dari mahasiswa menjadi ahli agribisnis yang mumpuni.