Belajar di Teknik Industri Universitas Ma’soem bukan hanya tentang menghafal definisi. Salah satu momen paling menantang sekaligus memuaskan bagi mahasiswa adalah saat mereka harus menyelesaikan Studi Kasus Ergonomi. Di sini, mahasiswa belajar cara mendeteksi masalah kesehatan dan efisiensi di dunia nyata, lalu merancang solusinya.
Bagaimana mahasiswa Ma’soem mentransformasi teori di kelas menjadi perbaikan nyata di lantai pabrik? Mari kita bedah melalui alur studi kasus yang biasa mereka lakukan.
1. Identifikasi Masalah: “The Hunting of Waste”
Perjalanan dimulai dengan observasi lapangan. Mahasiswa diterjunkan ke UMKM atau mitra industri untuk mencari “ketidaknyamanan”. Apakah ada operator yang membungkuk terlalu lama? Apakah pencahayaan di gudang terlalu redup?
Mahasiswa menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk memetakan bagian tubuh mana yang paling sering dirasakan sakit oleh pekerja. Memulai solusi dengan empati terhadap kondisi fisik sesama.
2. Analisis Postur dengan Metode RULA/REBA
Setelah menemukan masalah, data visual (foto dan video) dianalisis menggunakan metode standar internasional.
- RULA (Rapid Upper Limb Assessment): Fokus pada tubuh bagian atas (leher, punggung, dan lengan).
- REBA (Rapid Entire Body Assessment): Untuk menganalisis seluruh tubuh, terutama pada pekerjaan yang dinamis.
Mahasiswa akan memberikan skor pada setiap posisi tubuh. Jika skor menunjukkan risiko tinggi (warna merah), maka perubahan mendesak harus dilakukan.
3. Pengukuran Antropometri dan Desain Ulang
Setelah tahu di mana masalahnya, mahasiswa mulai mengukur dimensi tubuh pekerja menggunakan kursi antropometri di laboratorium Ma’soem.
- Contoh Kasus: Jika pekerja sering pegal punggung karena meja terlalu rendah, mahasiswa akan menghitung tinggi siku berdiri rata-rata populasi pekerja tersebut.
- Solusinya: Merancang meja kerja adjustable (bisa diatur tingginya) atau menambahkan pijakan kaki (footrest).
4. Simulasi Lingkungan Fisik
Bukan hanya posisi tubuh, mahasiswa juga menganalisis faktor lingkungan. Menggunakan alat Sound Level Meter (untuk kebisingan) dan Lux Meter (untuk cahaya), mereka memastikan lingkungan kerja mendukung konsentrasi. Di Ma’soem, kita belajar bahwa optimasi tidak akan maksimal jika suhu ruangan membuat pekerja tidak Sehat.
5. Presentasi Solusi dan Dampak Efisiensi
Tahap akhir adalah mempresentasikan solusi di depan dosen dan pemilik industri. Mahasiswa harus membuktikan bahwa dengan memperbaiki posisi kerja (Ergonomi), jumlah barang yang diproduksi bisa meningkat karena kelelahan pekerja berkurang.
“Studi kasus mengajarkan kami bahwa solusi terbaik bukan selalu mesin yang paling mahal, tapi sistem yang paling pas dengan tubuh manusia.”
Jadilah Ahli Solusi Industri di Universitas Ma’soem
Fakultas Teknik Universitas Ma’soem berkomitmen menyediakan pengalaman belajar berbasis proyek (Project Based Learning). Dengan lokasi strategis di antara kawasan industri Rancaekek dan Jatinangor, peluang mahasiswa untuk melakukan studi kasus nyata sangatlah luas.
Mengapa Memilih Teknik Industri Ma’soem?
- Akses Industri: Dekat dengan ratusan perusahaan manufaktur untuk tempat penelitian.
- Laboratorium Ergonomi Lengkap: Tersedia berbagai alat ukur fisik dan kognitif yang modern.
- Dosen Pembimbing Ahli: Dibimbing oleh praktisi yang berpengalaman dalam audit K3 dan ergonomi.
- Lulusan Siap Kerja: Pengalaman studi kasus membuat mahasiswa memiliki portofolio yang kuat saat melamar kerja.
Siap mengubah tantangan di pabrik menjadi inovasi yang bermanfaat? Mari bergabung dengan program studi Teknik Industri Universitas Ma’soem.
Kunjungi website resmi Universitas Ma’soem untuk info pendaftaran atau lihat hasil karya desain ergonomi mahasiswa kami di Instagram @masoemuniversity. Mari bangun dunia kerja yang lebih baik bersama kami!





