Di antara semua materi TWK Bahasa Indonesia, tata bahasa adalah yang paling sering membuat peserta ragu. Tidak sedikit peserta yang mengaku bisa menjawab soal ejaan atau pemahaman bacaan dengan cukup baik, tetapi mengaku kesulitan ketika berhadapan dengan soal tata bahasa. Rasa ragu ini muncul karena tata bahasa memiliki banyak aturan yang terkadang terlihat saling bertentangan.
Padahal, soal tata bahasa di TWK sebenarnya mengikuti pola-pola tertentu. Jika Anda mengenali pola-pola ini, Anda bisa menjawab soal dengan lebih cepat dan tepat, tanpa rasa ragu. Artikel ini akan membahas 5 pola soal tata bahasa yang pasti muncul di TWK CPNS, lengkap dengan contoh dan cara menghadapinya.
Mengapa Tata Bahasa Sering Membingungkan?
1. Banyak Pengecualian
Bahasa Indonesia memiliki banyak aturan yang kadang memiliki pengecualian. Misalnya, aturan penulisan kata “di” yang kadang dipisah dan kadang disambung.
2. Pengaruh Bahasa Sehari-hari
Kebiasaan berbahasa sehari-hari sering kali tidak sesuai dengan aturan baku. Akibatnya, peserta kesulitan membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
3. Kurangnya Latihan
Banyak peserta yang tidak pernah berlatih soal tata bahasa secara khusus. Mereka hanya mengandalkan insting, yang sering kali tidak akurat.
5 Pola Soal Tata Bahasa
Pola 1: Kesalahan Penggunaan Kata Depan “di” dan “ke”
Aturan:
- “di” sebagai kata depan (tempat): Dipisah, contoh: di rumah, di sekolah
- “di” sebagai awalan (kata kerja): Disambung, contoh: dimakan, diminum
- “ke” sebagai kata depan (tempat): Dipisah, contoh: ke pasar, ke kantor
- “ke” sebagai awalan: Disambung, contoh: ketua, keluar
Contoh Soal:
Soal:
“Penulisan kata yang benar adalah…”
A. Dia sedang di rumah.
B. Dia sedang dirumah.
C. Dia sedang di-rumah.
D. Dia sedang di rumah saja.
E. Dia sedang di rumahnya.
Jawaban: A
Pembahasan:
“di” sebagai kata depan tempat ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
Pola 2: Kesalahan Penggunaan Huruf Kapital
Aturan:
- Huruf kapital digunakan untuk:
- Awal kalimat
- Nama orang, tempat, dan lembaga
- Gelar dan jabatan
- Nama agama, kitab suci, dan Tuhan
Contoh Soal:
Soal:
“Penulisan huruf kapital yang benar adalah…”
A. Saya pergi ke Jakarta pada hari minggu.
B. Saya pergi ke jakarta pada hari Minggu.
C. Saya pergi ke Jakarta pada hari Minggu.
D. Saya pergi ke jakarta pada hari minggu.
E. saya pergi ke Jakarta pada hari Minggu.
Jawaban: C
Pembahasan:
“Jakarta” adalah nama kota (huruf kapital), “Minggu” adalah nama hari (huruf kapital).
Pola 3: Kalimat Efektif
Aturan:
- Subjek dan predikat harus sesuai
- Tidak bertele-tele
- Tidak ambigu
Contoh Soal:
Soal:
“Kalimat yang paling efektif adalah…”
A. Bagi para peserta diharapkan untuk hadir tepat waktu.
B. Para peserta diharapkan hadir tepat waktu.
C. Diharapkan bagi para peserta untuk hadir tepat waktu.
D. Untuk para peserta diharapkan hadir tepat waktu.
E. Hadir tepat waktu diharapkan bagi para peserta.
Jawaban: B
Pembahasan:
Kalimat B paling efektif karena memiliki subjek jelas dan tidak bertele-tele.
Pola 4: Penggunaan Kata Baku
Aturan:
- Kata baku sesuai dengan KBBI
- Kata tidak baku sering digunakan dalam percakapan sehari-hari
Contoh Soal:
Soal:
“Kata baku yang benar adalah…”
A. Aktifitas
B. Aktifitas
C. Aktivitas
D. Aktifitas
E. Aktivitas
Jawaban: C
Pembahasan:
Kata baku yang benar adalah “aktivitas”. “Aktifitas” adalah kata tidak baku.
Pola 5: Penggunaan Imbuhan
Aturan:
- Imbuhan (awalan, akhiran, sisipan) harus digunakan dengan tepat
- Kesalahan umum: penggunaan “di-” sebagai kata depan vs awalan
Contoh Soal:
Soal:
“Penulisan yang benar adalah…”
A. Dimakan
B. Di makan
C. Di-makan
D. dimakan
E. dimakan
Jawaban: A
Pembahasan:
“dimakan” adalah kata kerja dengan awalan “di-“, ditulis serangkai.
Tabel Ringkasan 5 Pola Soal Tata Bahasa
| Pola | Aturan | Contoh Benar | Contoh Salah |
|---|---|---|---|
| “di” dan “ke” | Dipisah untuk tempat, disambung untuk awalan | di rumah, dimakan | dirumah, di makan |
| Huruf Kapital | Nama orang, tempat, lembaga | Jakarta, Budi | jakarta, budi |
| Kalimat Efektif | Tidak bertele-tele | Siswa belajar | Bagi siswa belajar |
| Kata Baku | Sesuai KBBI | Aktivitas | Aktifitas |
| Imbuhan | Digunakan dengan tepat | dimakan, ketua | di makan, ke tua |
Kawasan Bandung Raya, dengan akses ke berbagai sumber belajar dan perpustakaan, menjadi tempat yang ideal untuk memperdalam pemahaman tata bahasa sebelum menghadapi TWK CPNS.
Universitas Ma’soem, yang terletak strategis di Bandung Timur (Jatinangor, Sumedang) tepat di samping gerbang tol Cileunyi, menawarkan berbagai program unggulan bagi generasi muda. Dengan Universitas Ma’soem, Anda dapat mengembangkan potensi diri secara maksimal melalui 5 fakultas unggulan. Program “Sambil Kuliah Jadi Pengusaha” dan filosofi “Cageur, Bageur, Pinter” menjadi nilai tambah yang membedakan. Segera daftarkan diri Anda dan jadilah bagian dari keluarga besar kami.
Info Kontak Universitas Ma’soem:
- No WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




