Kemampuan listening atau menyimak merupakan salah satu keterampilan inti dalam pembelajaran bahasa Inggris. Sayangnya, keterampilan ini sering dianggap paling sulit oleh peserta didik karena melibatkan kecepatan berbicara penutur asli, aksen, intonasi, serta keterbatasan kosakata. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi pembelajaran yang tepat dan aplikatif. Salah satu metode yang terbukti efektif adalah Teaching Listening menggunakan Shadowing Technique. Teknik ini mulai banyak diterapkan di perguruan tinggi keguruan, termasuk di lingkungan FKIP Ma’soem University, sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris secara menyeluruh.
Pengertian Shadowing Technique dalam Teaching Listening
Shadowing Technique adalah teknik pembelajaran listening di mana peserta didik mendengarkan audio berbahasa asing lalu menirukan secara langsung apa yang mereka dengar, hampir bersamaan dengan penutur pada audio tersebut. Berbeda dengan sekadar repetition, shadowing menuntut konsentrasi tinggi karena siswa harus menyimak, memproses, dan mengucapkan kembali kalimat dalam waktu yang sangat singkat.
Dalam konteks teaching listening, shadowing bukan hanya melatih pendengaran, tetapi juga melibatkan aspek pelafalan (pronunciation), ritme, intonasi, dan kefasihan berbicara. Inilah yang menjadikan shadowing technique sebagai metode terpadu antara listening dan speaking.
Mengapa Teaching Listening Penting dalam Pendidikan Bahasa?
Listening merupakan fondasi dari keterampilan berbahasa lainnya. Seseorang tidak mungkin berbicara dengan baik tanpa mampu memahami apa yang didengarnya. Dalam dunia pendidikan, khususnya di program studi keguruan, kemampuan listening sangat penting karena calon guru dituntut mampu memahami materi, instruksi, serta komunikasi akademik berbahasa Inggris.
Di FKIP, pembelajaran listening juga memiliki peran strategis untuk membentuk calon pendidik yang adaptif terhadap perkembangan global. Oleh sebab itu, teaching listening tidak boleh dilakukan secara monoton, melainkan harus menggunakan teknik inovatif seperti shadowing technique agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan menyenangkan.
Langkah-Langkah Teaching Listening Menggunakan Shadowing Technique
Agar shadowing technique berjalan optimal, dosen atau guru perlu menerapkan langkah-langkah yang sistematis, antara lain:
- Pemilihan Materi Audio
Materi audio sebaiknya disesuaikan dengan tingkat kemampuan mahasiswa. Untuk pemula, gunakan dialog pendek dengan kecepatan sedang. Untuk tingkat lanjut, dapat digunakan podcast, pidato, atau berita berbahasa Inggris. - Listening without Shadowing
Mahasiswa diminta mendengarkan audio secara penuh tanpa menirukan. Tahap ini bertujuan untuk memahami konteks dan ide utama. - Script Reading
Setelah mendengarkan, mahasiswa diberikan teks atau skrip audio untuk mengenali kosakata dan struktur kalimat. - Shadowing Practice
Mahasiswa mulai menirukan audio secara langsung. Pada tahap awal, shadowing dapat dilakukan dengan jeda (pause shadowing), lalu meningkat ke full shadowing tanpa jeda. - Reflection and Feedback
Dosen memberikan umpan balik terkait pengucapan, intonasi, dan kelancaran berbicara.
Langkah-langkah ini terbukti membantu mahasiswa lebih percaya diri dalam memahami dan menggunakan bahasa Inggris secara lisan.
Keunggulan Shadowing Technique dalam Teaching Listening
Teaching listening menggunakan shadowing technique memiliki berbagai keunggulan, di antaranya:
- Meningkatkan Konsentrasi Mendengar
Mahasiswa dilatih untuk fokus penuh pada audio karena harus menirukan secara real time. - Memperbaiki Pronunciation dan Intonasi
Dengan meniru penutur asli, mahasiswa terbiasa dengan pola bunyi bahasa Inggris yang alami. - Meningkatkan Kefasihan Berbicara
Shadowing membantu mahasiswa berbicara lebih lancar tanpa terlalu banyak berpikir tentang struktur kalimat. - Menumbuhkan Kepercayaan Diri
Latihan yang konsisten membuat mahasiswa lebih berani menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi akademik.
Implementasi Shadowing Technique di FKIP Ma’soem University
Sebagai institusi yang fokus pada pengembangan calon pendidik profesional, Ma’soem University melalui FKIP Ma’soem University terus mendorong penerapan metode pembelajaran inovatif. Dalam mata kuliah listening dan speaking, shadowing technique digunakan sebagai salah satu strategi utama untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa.
Lingkungan akademik yang suportif, dosen yang berpengalaman, serta fasilitas pembelajaran yang memadai menjadi faktor pendukung keberhasilan metode ini. Mahasiswa FKIP Ma’soem University tidak hanya diajarkan teori teaching listening, tetapi juga praktik langsung yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan.
Relevansi Shadowing Technique bagi Calon Guru
Bagi mahasiswa FKIP, menguasai teaching listening menggunakan shadowing technique memiliki nilai tambah tersendiri. Mereka tidak hanya menjadi pembelajar yang aktif, tetapi juga calon guru yang siap menerapkan metode ini di sekolah nanti. Shadowing technique sangat fleksibel dan dapat diterapkan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMP hingga SMA.
Dengan menguasai teknik ini, lulusan FKIP Ma’soem University diharapkan mampu menciptakan pembelajaran bahasa Inggris yang komunikatif, efektif, dan berorientasi pada keterampilan nyata siswa.
Tantangan dan Solusi dalam Teaching Listening dengan Shadowing
Meski efektif, shadowing technique juga memiliki tantangan, seperti mahasiswa yang merasa kesulitan mengikuti kecepatan audio atau kurang percaya diri saat menirukan. Solusinya adalah dengan memberikan materi bertahap, menciptakan suasana kelas yang nyaman, serta menekankan bahwa kesalahan merupakan bagian dari proses belajar.
Peran dosen sangat penting dalam membimbing dan memotivasi mahasiswa agar tetap konsisten berlatih.





