Kuliah di Universitas Ma’soem bukan hanya tentang seberapa jago kamu menghitung rumus kimia atau seberapa teliti kamu mengamati mikroba di bawah mikroskop. Di sini, kamu dididik untuk menjadi individu yang kompeten secara teknis sekaligus mahir dalam berkomunikasi. Baik kamu mengambil jurusan Teknologi Pangan yang berkutat dengan inovasi produk, maupun jurusan Agribisnis yang fokus pada manajemen rantai pasok, laboratorium akan menjadi rumah kedua bagimu.
Namun, ada tantangan besar yang sering menghantui mahasiswa: bagaimana cara mengubah data angka yang rumit dari hasil riset lab menjadi sebuah presentasi yang menarik dan mudah dipahami? Seringkali, riset yang sudah dikerjakan mati-matian berbulan-bulan justru gagal tersampaikan dengan baik hanya karena teknik presentasi yang membosankan.
Sebagai mahasiswa Universitas Ma’soem yang dikenal dengan karakter “Cageur, Bageur, Pinter”, kamu tentu ingin tampil maksimal saat berdiri di depan kelas. Menyajikan hasil riset lab bukan sekadar membacakan tabel, tapi menceritakan sebuah penemuan. Berikut adalah teknik jitu agar presentasimu tidak hanya membuat dosen terkesan, tapi juga membuat teman sekelasmu tetap terjaga dan antusias.
1. Gunakan Strategi “The Power of Visual”
Jangan pernah memindahkan isi laporan praktikummu ke dalam slide PowerPoint secara utuh. Slide yang penuh dengan teks panjang hanya akan membuat audiens malas membaca.
- Gunakan Infografis: Jika kamu melakukan uji sensorik atau uji proksimat, ubahlah data angka tersebut menjadi grafik batang atau diagram lingkaran yang berwarna.
- Foto Dokumentasi Asli: Mahasiswa Universitas Ma’soem beruntung memiliki fasilitas lab yang memadai. Ambil foto asli saat kamu sedang melakukan proses ekstraksi atau saat melihat perubahan warna pada sampel. Foto nyata jauh lebih meyakinkan daripada gambar dari internet.
- Prinsip Minimalis: Gunakan maksimal 6 baris teks per slide dengan ukuran font yang cukup besar.
2. Mulailah dengan “The Big Why”
Sebelum masuk ke metode dan hasil, jelaskan mengapa riset lab ini penting. Jangan langsung bicara teknis.
- Contoh: Jika kamu meneliti tentang pengawet alami dari biji alpukat, mulailah dengan fakta tentang bahaya pengawet sintetis. Di Universitas Ma’soem, kita diajarkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Hubungkan risetmu dengan solusi nyata bagi UMKM pangan atau petani lokal. Ini akan membuat audiens merasa risetmu relevan.
Mengapa Universitas Ma’soem Mendukung Skill Public Speaking Mahasiswa?
Mengapa di Universitas Ma’soem presentasi menjadi bagian penting dari penilaian? Karena kampus ini ingin mencetak lulusan yang siap menjadi pemimpin dan pengusaha (entrepreneur).
- Mentalitas Mandiri: Dengan sering melakukan presentasi riset, mentalitasmu akan terasah untuk berani mengemukakan pendapat di depan umum.
- Karakter Pinter: Kecerdasan bukan hanya tentang tahu banyak hal, tapi tentang kemampuan mentransfer ilmu tersebut kepada orang lain dengan cara yang sederhana.
- Fasilitas Kelas yang Modern: Ruang kelas di Ma’soem dilengkapi dengan proyektor dan sistem audio yang mendukung, memberikanmu panggung yang tepat untuk berlatih menjadi pembicara profesional.
3. Sederhanakan Bahasa Teknis (Tanpa Menghilangkan Esensinya)
Saat presentasi di depan teman sekelas, ingatlah bahwa tidak semua orang memiliki kedalaman pemahaman yang sama denganmu tentang topik tersebut.
- Gunakan Analogi: Misalnya, saat menjelaskan proses fermentasi, kamu bisa menganalogikannya dengan “proses memasak tanpa api oleh bakteri baik”.
- Definisikan Istilah Asing: Jika harus menggunakan istilah seperti syneresis atau retrogradasi, berikan penjelasan singkat di awal agar audiens tidak tersesat dalam kebingungan.
4. Teknik “Storytelling” dalam Data
Riset lab adalah sebuah perjalanan. Ceritakan tantangan yang kamu hadapi. Apakah ada sampel yang gagal? Apakah ada mesin yang mendadak eror?
- Kenapa Cerita Penting? Manusia lebih mudah mengingat cerita daripada angka. Ceritakan bagaimana kamu menemukan solusi dari masalah tersebut. Ini menunjukkan bahwa kamu tidak hanya sekadar “copy-paste” prosedur, tapi benar-benar memahami proses riset di laboratorium Universitas Ma’soem.
5. Kuasai Sesi Tanya Jawab (Q&A)
Banyak mahasiswa yang takut pada sesi ini. Padahal, sesi ini adalah pembuktian kualitasmu.
- Jadilah Jujur: Jika ada pertanyaan yang belum bisa kamu jawab, jangan mengarang. Katakan, “Itu pertanyaan yang menarik, saya belum meneliti variabel tersebut, namun berdasarkan teori yang saya baca…”
- Dengarkan Sampai Selesai: Jangan memotong pertanyaan dosen atau teman. Ini mencerminkan karakter “Bageur” (baik hati/sopan) yang ditanamkan di lingkungan Ma’soem.
Tips Tambahan agar Tampil Percaya Diri
- Latihan di Depan Cermin: Atau rekam dirimu sendiri menggunakan HP. Cek apakah intonasi suaramu terlalu datar atau gerakan tanganmu terlalu berlebihan.
- Kontak Mata: Jangan menatap layar atau lantai. Tataplah dosen dan teman-temanmu secara bergantian untuk membangun koneksi.
- Cek Peralatan: Datanglah 15 menit lebih awal di ruang kelas Universitas Ma’soem untuk memastikan file slide-mu bisa terbaca dan tidak berantakan formatnya.
Menyajikan hasil riset lab adalah sebuah seni yang memadukan sains dan komunikasi. Dengan teknik yang tepat, data yang tadinya membosankan bisa menjadi presentasi yang menginspirasi. Di Universitas Ma’soem, kamu diberikan ruang yang luas untuk gagal dan belajar kembali sampai kamu benar-benar mahir.
Ingat, tujuan utama presentasi bukan untuk menunjukkan betapa pintarnya kamu, tapi untuk memastikan audiens pulang dengan membawa ilmu baru dari risetmu. Jadilah mahasiswa Ma’soem yang tidak hanya jago di balik mikroskop, tapi juga mempesona di balik mimbar presentasi.





