IMG

Teknik Wawancara Petani & Pelaku Usaha agar Dapatkan Data Skripsi yang Akurat

Memilih untuk menempuh pendidikan di jurusan Agribisnis Universitas Ma’soem merupakan keputusan yang sangat tepat bagi mereka yang ingin menguasai seluk-beluk industri pertanian dari kacamata bisnis dan sosial. Di Universitas Ma’soem, mahasiswa tidak hanya berkutat dengan teori di dalam kelas, tetapi juga didorong untuk terjun langsung ke lapangan guna memahami dinamika sektor pangan yang sesungguhnya.

Kampus yang berlokasi di Jatinangor-Cipacing ini memiliki fokus yang kuat pada pengembangan kemandirian mahasiswa, sehingga setiap lulusannya diharapkan mampu menjadi pemecah masalah bagi masyarakat agraris. Salah satu tantangan terbesar yang akan dihadapi mahasiswa Agribisnis menjelang kelulusan adalah menyusun skripsi. Dalam penelitian sosial ekonomi pertanian, kualitas skripsi sangat bergantung pada data primer yang didapatkan melalui wawancara. Namun, mewawancarai petani dan pelaku usaha agribisnis bukanlah perkara mudah; diperlukan teknik komunikasi yang tepat agar data yang diperoleh akurat, jujur, dan mendalam.

Bagi mahasiswa Universitas Ma’soem, kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat akar rumput adalah cerminan dari kecerdasan emosional dan akademik. Petani dan pelaku usaha kecil seringkali merasa enggan atau canggung saat berhadapan dengan akademisi jika pendekatan yang dilakukan terlalu kaku. Oleh karena itu, teknik wawancara yang humanis namun tetap metodologis menjadi kunci utama kesuksesan riset skripsimu.


1. Persiapan Sebelum Turun ke Lapangan

Akurasi data dimulai jauh sebelum kamu bertemu dengan responden. Sebagai mahasiswa yang dididik untuk mandiri dan disiplin di Universitas Ma’soem, persiapan adalah setengah dari kemenangan.

  • Pahami Profil Responden: Pelajari latar belakang daerah, jenis komoditas yang mereka tanam, serta istilah-istilah lokal (bahasa daerah) yang sering digunakan dalam bertani.
  • Siapkan Kuesioner dan Panduan Wawancara: Pastikan pertanyaan tidak bersifat interogatif. Gunakan bahasa yang sederhana dan hindari istilah teknis agribisnis yang terlalu rumit.
  • Surat Izin Resmi: Selalu bawa surat izin penelitian dari Universitas Ma’soem agar responden merasa aman dan yakin bahwa data mereka digunakan untuk kepentingan akademik.

2. Membangun Hubungan (Rapport) dengan Responden

Kesalahan umum mahasiswa saat penelitian adalah langsung “menembak” dengan pertanyaan inti. Di dunia pertanian, hubungan personal sangatlah penting.

  • Pendekatan Informal: Mulailah dengan obrolan ringan tentang kabar keluarga, cuaca, atau kondisi panen saat ini. Jangan ragu untuk ikut duduk di pematang sawah atau gudang usaha mereka.
  • Gunakan Bahasa yang Setara: Jangan memposisikan diri sebagai “orang kota yang tahu segalanya”. Jadilah pendengar yang baik yang ingin belajar dari pengalaman mereka. Sikap rendah hati ini sangat ditekankan dalam pendidikan karakter di Ma’soem.

Mengapa Universitas Ma’soem Memberikan Keunggulan dalam Riset Lapangan?

Belajar di Universitas Ma’soem memberikan fondasi yang kuat bagi mahasiswa dalam berinteraksi dengan masyarakat.

  • Pendidikan Berbasis Kemandirian: Mahasiswa Ma’soem dilatih untuk berani mengambil inisiatif. Hal ini sangat berguna saat harus mencari responden di daerah terpencil atau meyakinkan pemilik usaha besar untuk memberikan data keuangan.
  • Integritas Data: Sesuai dengan nilai kejujuran yang ditanamkan kampus, mahasiswa diajarkan untuk tidak memanipulasi data hasil wawancara. Akurasi data lapangan adalah harga mati bagi kredibilitas seorang sarjana.
  • Networking Kampus: Banyak alumni Universitas Ma’soem yang sudah sukses di bidang agribisnis. Koneksi ini seringkali membantu adik tingkat dalam mendapatkan akses ke lokasi penelitian yang eksklusif.

3. Teknik Mengajukan Pertanyaan agar Data Akurat

Agar mendapatkan data yang tidak “bias”, kamu perlu menggunakan teknik wawancara semi-terstruktur.

  • Gunakan Pertanyaan Terbuka: Alih-alih bertanya “Apakah Bapak untung?”, lebih baik bertanya “Bagaimana Bapak mengelola pengeluaran dan pendapatan dalam satu musim tanam ini?”
  • Teknik Probing (Menggali Lebih Dalam): Jika responden memberikan jawaban yang menggantung, gunakan kalimat seperti “Bisa diceritakan lebih lanjut maksud dari poin tersebut, Pak?”.
  • Cross-Check secara Halus: Jika kamu merasa data harga yang diberikan tidak logis, tanyakan dengan cara membandingkan dengan kondisi pasar tanpa menyinggung perasaan mereka.

4. Cara Menghadapi Responden yang “Sulit”

Dalam perjalanan skripsi, kamu mungkin bertemu pelaku usaha yang tertutup soal data keuangan atau petani yang tidak yakin dengan angka-angka produksinya.

  • Menjaga Kerahasiaan: Jelaskan di awal bahwa identitas dan data mereka akan dirahasiakan (anonim). Hal ini penting untuk mendapatkan kejujuran dari pelaku usaha terkait margin keuntungan atau kendala bisnis.
  • Gunakan Estimasi: Jika petani lupa angka pastinya, bantulah mereka dengan perbandingan. Misalnya, “Apakah produksinya lebih banyak dari tahun lalu? Kira-kira seberapa besar perbedaannya?”.

5. Etika Setelah Wawancara Selesai

Setelah mendapatkan apa yang kamu butuhkan, jangan langsung pergi begitu saja. Sebagai mahasiswa Universitas Ma’soem yang menjunjung tinggi etika:

  1. Berikan Ucapan Terima Kasih yang Tulus: Tunjukkan bahwa waktu yang mereka luangkan sangat berharga bagi kelulusanmu.
  2. Tawarkan Bantuan Ringan: Jika memungkinkan, tawarkan bantuan kecil atau sekadar memberikan informasi harga pasar terbaru yang kamu tahu sebagai bentuk timbal balik.
  3. Review Catatan Segera: Jangan menunda untuk merapikan catatan atau transkrip wawancara. Semakin lama kamu menunda, semakin banyak detail penting yang mungkin terlupakan.

Mendapatkan data skripsi yang akurat adalah seni berkomunikasi. Sebagai mahasiswa Agribisnis Universitas Ma’soem, kamu memiliki bekal pengetahuan manajerial yang harus dipadukan dengan kearifan lokal saat berhadapan dengan petani dan pelaku usaha. Data yang akurat tidak hanya akan membuat skripsimu dipuji oleh dosen penguji, tetapi juga bisa menjadi sumbangsih nyata bagi perbaikan kebijakan agribisnis di Indonesia.

Lulusan Ma’soem diharapkan mampu menjadi jembatan antara dunia akademik dan masyarakat luas. Dengan teknik wawancara yang tepat, kamu tidak hanya mendapatkan data, tetapi juga mendapatkan pengalaman hidup yang tidak akan ditemukan di dalam buku teks manapun. Selamat berjuang di lapangan, pejuang skripsi!