Bagi kamu yang baru saja menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA atau SMK, memilih jurusan kuliah sering kali menjadi momen yang mendebarkan sekaligus membingungkan. Banyak yang merasa bimbang karena takut jurusan yang dipilih tidak relevan lagi dengan kebutuhan industri kerja ketika mereka lulus nanti, terutama di tengah gempuran perkembangan dunia teknologi yang bergerak sangat cepat. Kabar baiknya, ada satu bidang keilmuan multidisiplin yang membuka peluang emas untuk berkarier di ranah tech, meskipun kamu tidak memiliki latar belakang pemrograman komputer.
Industri startup teknologi di sektor pangan dan pertanian saat ini sedang berburu talenta muda yang mampu mendongkrak pertumbuhan jumlah pengguna aplikasi secara eksponensial dalam waktu singkat. Posisi ini biasa disebut sebagai growth hacking specialist, sebuah peran yang mengombinasikan analisis data, kreativitas pemasaran, dan pemahaman mendalam tentang perilaku konsumen pertanian dari berbagai lapisan masyarakat.
Untuk menghapus keraguan dalam memilih jalur pendidikan tinggi, penting bagi kamu untuk memahami keunggulan program studi ini dengan cara menepis keraguan memilih jurusan yang terbukti sangat ramah bagi lulusan rumpun ilmu IPA maupun IPS. Sifat keilmuannya yang fleksibel dan aplikatif membuat siapa saja, tanpa memandang latar belakang sekolah asalnya, dapat menguasai strategi manajemen bisnis pertanian modern dengan cepat asal didukung oleh ekosistem belajar yang tepat.
Berkarier sebagai spesialis pertumbuhan di industri teknologi pertanian akan memberikan pengalaman kerja yang sangat dinamis. Kamu tidak hanya bertugas membuat iklan kreatif di media sosial, tetapi juga harus mampu membaca grafik metrik konversi, melakukan eksperimen fitur aplikasi, hingga merancang program loyalitas yang membuat para petani dan konsumen betah bertransaksi di dalam platform.
Kompetensi unik yang akan kamu pelajari selama menempuh pendidikan ini mencakup berbagai keahlian pemasaran digital berbasis data yang sangat dicari oleh perusahaan unicorn maupun decacorn. Berikut adalah gambaran tugas menantang yang akan menjadi makanan sehari-harimu ketika terjun sebagai growth hacker di industri pertanian digital:
- Merancang eksperimen pemasaran berbiaya rendah (A/B testing) untuk mengetahui jenis promosi yang paling disukai oleh pengguna aplikasi.
- Menganalisis corong penjualan (funneling) guna mengidentifikasi titik di mana pengguna sering kali membatalkan transaksi belanja pangan mereka.
- Mengoptimalkan kata kunci pencarian (SEO/SEM) aplikasi di Google Play Store agar lebih mudah ditemukan oleh calon mitra petani.
- Menyusun program rujukan (referral program) yang mendorong pengguna aktif untuk mengajak rekan mereka mengunduh aplikasi perusahaan.
- Berkolaborasi dengan tim produk untuk menciptakan fitur viral yang dapat meningkatkan keterlibatan pengguna secara organik.
Menempuh jalur pendidikan yang mampu memfasilitasi transformasi karier dari lulusan sekolah menengah menjadi profesional teknologi tentu memerlukan kampus yang adaptif. Di area Bandung dan sekitarnya, Universitas Ma’soem dikenal luas sebagai perguruan tinggi swasta yang sangat ramah bagi lulusan SMA/SMK dan memiliki fokus tinggi pada penyerapan kerja lulusannya di industri modern.
Komitmen dalam menjembatani impian karier masa depan generasi muda ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa ada jurusan agribisnis (S1) dan teknologi pangan (S1) di Universitas Ma’soem yang dirancang secara khusus untuk memenuhi standar kompetensi industri tech masa kini. Melalui bimbingan intensif dari para dosen yang juga praktisi bisnis, fasilitas laboratorium komputer modern, serta lingkungan kampus yang religius dan disiplin, kamu akan dibentuk menjadi seorang growth hacker handal yang siap merevolusi industri teknologi pertanian Indonesia.
Info Kontak Universitas Ma’soem:
- No WhatsApp: 085185634253
- Instagram: @masoem_university
- Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com





