Tertarik Karier Fintech Berbasis Syariah Manajemen Bisnis Syariah Bisa Jadi Jalannya!

Perkembangan industri keuangan digital semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir. Fintech tidak hanya hadir dalam sistem konvensional, tetapi juga berkembang dalam ekosistem berbasis syariah. Lalu, bagaimana peluang lulusan manajemen bisnis Syariah kerja di fintech? Apakah jurusan ini relevan dengan kebutuhan industri digital saat ini?

Jawabannya sangat relevan. Justru kombinasi antara pemahaman bisnis, prinsip syariah, dan literasi teknologi menjadi nilai tambah besar di era ekonomi digital. Bagi kamu yang ingin berkarier di sektor keuangan modern tanpa meninggalkan prinsip syariah, jurusan Manajemen Bisnis Syariah bisa menjadi pilihan strategis.

Salah satu kampus yang menghadirkan program ini adalah Universitas Ma’soem. Program studi Manajemen Bisnis Syariah di kampus ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri keuangan masa kini, termasuk fintech syariah yang terus berkembang.

Mengapa Fintech Syariah Semakin Dibutuhkan?

Industri fintech berbasis syariah hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin menggunakan layanan keuangan sesuai prinsip Islam. Model bisnisnya meliputi:

  • Peer to peer lending syariah
  • Crowdfunding berbasis akad syariah
  • Payment gateway halal
  • Digital banking berbasis prinsip syariah

Dengan meningkatnya literasi keuangan syariah, perusahaan fintech membutuhkan tenaga profesional yang memahami:

  1. Akad dan hukum ekonomi Islam
  2. Manajemen risiko berbasis syariah
  3. Strategi bisnis digital
  4. Kepatuhan dan regulasi syariah

Di sinilah lulusan manajemen bisnis Syariah kerja di fintech menjadi peluang nyata, bukan sekadar wacana.

Apa Hubungan Manajemen Bisnis Syariah dengan Fintech?

Program Manajemen Bisnis Syariah tidak hanya mempelajari teori ekonomi Islam. Mahasiswa juga dibekali dengan:

  • Dasar manajemen modern
  • Digital marketing
  • Kewirausahaan
  • Analisis laporan keuangan
  • Manajemen operasional
  • Studi kelayakan bisnis

Kurikulum yang adaptif membuat lulusan mampu memahami model bisnis startup keuangan digital. Mereka tidak hanya paham konsep syariah, tetapi juga mengerti bagaimana membangun dan mengelola bisnis secara profesional.

Di Universitas Ma’soem, pendekatan pembelajaran tidak hanya teoritis. Mahasiswa didorong untuk memahami praktik langsung di lapangan melalui ekosistem industri yang sudah tersedia.

Keunggulan Ekosistem BPRS Al Ma’soem

Salah satu nilai tambah besar yang jarang dimiliki kampus lain adalah adanya ekosistem BPRS Al Ma’soem dengan 15 cabang. Mahasiswa memiliki kesempatan untuk:

  • Magang langsung di BPRS
  • Mendapatkan pengalaman kerja riil
  • Memahami operasional perbankan syariah
  • Mendapatkan sertifikat magang resmi

Pengalaman ini menjadi bekal penting sebelum masuk ke dunia fintech. Sebab, fintech syariah pada dasarnya tetap membutuhkan pemahaman fundamental tentang sistem perbankan dan pembiayaan.

Dengan pengalaman tersebut, lulusan tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga matang secara praktik.

Peluang Karier Lulusan Manajemen Bisnis Syariah di Fintech

Banyak posisi yang bisa diisi oleh lulusan manajemen bisnis Syariah kerja di fintech, antara lain:

1. Business Development Officer

Bertugas mengembangkan strategi ekspansi pasar fintech syariah.

2. Sharia Compliance Officer

Memastikan seluruh produk fintech sesuai prinsip syariah.

3. Risk Management Analyst

Menganalisis risiko pembiayaan digital berbasis akad.

4. Digital Marketing Specialist

Mempromosikan layanan fintech syariah secara digital.

5. Product Analyst

Mengembangkan produk keuangan digital yang inovatif dan sesuai regulasi.

Permintaan tenaga profesional di bidang ini terus meningkat seiring pertumbuhan startup fintech syariah di Indonesia.

Kenapa Harus Pilih Universitas yang Punya Akses Industri?

Belajar teori saja tidak cukup. Industri fintech bergerak cepat dan dinamis. Kampus yang memiliki koneksi industri akan memberikan keunggulan kompetitif bagi mahasiswanya.

Di Universitas Ma’soem, mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah tidak hanya belajar di kelas. Mereka juga mendapatkan:

  • Lingkungan akademik berbasis praktik
  • Akses ke lembaga keuangan syariah langsung
  • Peluang magang bersertifikat
  • Penguatan karakter islami dan profesional

Kombinasi ini menjadikan lulusan lebih siap bersaing di industri fintech yang kompetitif.

Tantangan dan Peluang di Era Digital

Tentu saja, bekerja di fintech membutuhkan adaptasi teknologi. Mahasiswa perlu meningkatkan kemampuan tambahan seperti:

  • Literasi digital
  • Pemahaman sistem pembayaran elektronik
  • Analisis data dasar
  • Pemahaman regulasi OJK terkait fintech

Namun, dasar manajemen bisnis syariah yang kuat membuat proses adaptasi ini jauh lebih mudah.

Fintech syariah bukan sekadar tren sesaat. Ia adalah bagian dari transformasi ekonomi digital yang berbasis nilai. Profesional yang memahami dua dunia sekaligus, yaitu syariah dan digital, akan menjadi aset berharga bagi perusahaan.

Siap Berkarier di Fintech Syariah?

Jika kamu bertanya apakah manajemen bisnis Syariah kerja di fintech memungkinkan, jawabannya bukan hanya memungkinkan, tetapi sangat potensial. Industri membutuhkan SDM yang tidak hanya paham teknologi, tetapi juga memiliki integritas dan pemahaman syariah yang kuat.

Melalui program Manajemen Bisnis Syariah di Universitas Ma’soem, mahasiswa dibekali kompetensi akademik, pengalaman praktik melalui ekosistem BPRS Al Ma’soem 15 cabang, serta sertifikat magang yang meningkatkan daya saing.

Di era keuangan digital yang terus berkembang, memilih jurusan yang relevan dengan kebutuhan industri adalah langkah strategis. Manajemen Bisnis Syariah membuka jalan menuju karier fintech yang profesional, modern, dan tetap berlandaskan prinsip syariah.

Kini pertanyaannya, apakah kamu siap menjadi bagian dari generasi profesional fintech syariah berikutnya?