Menulis abstrak jurnal sering dianggap sepele, padahal bagian ini justru menjadi penentu pertama apakah sebuah artikel akan dibaca atau tidak. Abstrak berfungsi sebagai “wajah” dari penelitian—ringkas, padat, tetapi harus mampu merepresentasikan keseluruhan isi karya ilmiah. Tidak sedikit penulis pemula yang masih kesulitan menyusun abstrak yang efektif, baik dari segi struktur maupun pemilihan bahasa.
Artikel ini membahas tips menulis abstrak jurnal yang baik secara praktis, jelas, dan tetap sesuai kaidah akademik populer.
Apa Itu Abstrak Jurnal?
Abstrak adalah ringkasan singkat dari keseluruhan isi penelitian yang biasanya terdiri dari 150–250 kata. Bagian ini memuat inti penelitian, mulai dari tujuan, metode, hingga hasil dan kesimpulan.
Pembaca sering kali hanya membaca abstrak sebelum memutuskan untuk melanjutkan ke isi artikel. Oleh karena itu, kualitas abstrak sangat berpengaruh terhadap visibilitas dan sitasi karya ilmiah.
Struktur Penting dalam Abstrak
Abstrak yang baik tidak ditulis secara asal ringkas, tetapi mengikuti struktur yang jelas. Berikut komponen utama yang perlu ada:
1. Latar Belakang Singkat
Awali dengan satu atau dua kalimat yang menjelaskan konteks penelitian. Tidak perlu panjang, cukup menunjukkan masalah utama yang diangkat.
Contoh:
Fenomena pencampuran bahasa dalam media sosial menunjukkan dinamika penggunaan bahasa yang menarik untuk dikaji.
2. Tujuan Penelitian
Setelah latar belakang, jelaskan tujuan penelitian secara langsung. Hindari kalimat berbelit.
Contoh:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi code mixing pada caption Instagram mahasiswa.
3. Metode Penelitian
Bagian ini menjelaskan pendekatan, teknik pengumpulan data, dan analisis secara singkat.
Contoh:
Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara.
4. Hasil Penelitian
Tuliskan temuan utama secara spesifik, bukan sekadar pernyataan umum.
Contoh:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa code mixing digunakan sebagai strategi komunikasi untuk memperjelas makna dan meningkatkan daya tarik pesan.
5. Kesimpulan
Akhiri dengan kesimpulan yang menjawab tujuan penelitian.
Tips Menulis Abstrak Jurnal yang Efektif
Agar abstrak lebih berkualitas dan mudah diterima jurnal, perhatikan beberapa tips berikut:
Gunakan Bahasa yang Ringkas dan Jelas
Setiap kata dalam abstrak memiliki peran penting. Hindari kalimat panjang yang bertele-tele. Pilih kata yang langsung pada inti.
Alih-alih menulis:
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui…
Cukup tulis:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui…
Hindari Kutipan dan Referensi
Abstrak bukan tempat untuk memasukkan teori atau kutipan. Fokus hanya pada penelitian yang dilakukan.
Gunakan Kata Kunci yang Relevan
Abstrak harus mengandung kata kunci utama agar mudah ditemukan melalui mesin pencari (SEO). Misalnya, untuk topik linguistik, gunakan istilah seperti code mixing, sosiolinguistik, atau media sosial.
Perhatikan Tata Bahasa
Gunakan kalimat aktif dan struktur yang konsisten. Kesalahan tata bahasa dapat mengurangi kredibilitas tulisan.
Sesuaikan dengan Pedoman Jurnal
Setiap jurnal memiliki aturan berbeda, mulai dari jumlah kata hingga format. Selalu cek template sebelum menulis abstrak.
Kesalahan Umum dalam Menulis Abstrak
Banyak penulis pemula melakukan beberapa kesalahan berikut:
- Menulis terlalu panjang hingga melebihi batas kata
- Tidak mencantumkan hasil penelitian
- Menggunakan bahasa yang terlalu umum dan tidak spesifik
- Mengulang kalimat dari pendahuluan tanpa penyederhanaan
- Tidak mencerminkan isi penelitian secara utuh
Kesalahan-kesalahan ini membuat abstrak menjadi kurang informatif dan berpotensi ditolak oleh jurnal.
Contoh Abstrak Sederhana
Berikut contoh abstrak yang bisa dijadikan referensi:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan code mixing dalam caption Instagram mahasiswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan pendekatan sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa code mixing muncul dalam bentuk penyisipan kata dan frasa bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Penggunaan tersebut berfungsi untuk memperjelas makna, meningkatkan ekspresi diri, serta mengikuti tren komunikasi digital. Temuan ini menunjukkan bahwa code mixing bukan sekadar kesalahan berbahasa, melainkan strategi komunikasi yang adaptif.
Peran Latihan dalam Meningkatkan Kualitas Abstrak
Kemampuan menulis abstrak tidak muncul secara instan. Latihan menjadi kunci utama. Membaca berbagai contoh jurnal juga dapat membantu memahami gaya penulisan yang baik.
Di lingkungan akademik seperti Ma’soem University, khususnya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), mahasiswa dibiasakan untuk menulis karya ilmiah sejak dini. Program studi seperti Bimbingan dan Konseling serta Pendidikan Bahasa Inggris mendorong mahasiswa untuk aktif meneliti dan mempublikasikan hasilnya. Proses tersebut secara tidak langsung melatih kemampuan menyusun abstrak yang sistematis dan sesuai standar akademik.
Tips Tambahan agar Abstrak Lebih Menarik
Selain memenuhi struktur dasar, abstrak juga perlu dibuat menarik agar pembaca tertarik. Beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Gunakan istilah yang spesifik dan relevan
- Hindari pengulangan kata yang tidak perlu
- Pastikan alur kalimat mengalir dengan baik
- Gunakan kata kerja yang kuat seperti “menganalisis”, “mengidentifikasi”, atau “menemukan”
Abstrak yang baik tidak hanya informatif, tetapi juga mampu “mengundang” pembaca untuk mengeksplorasi lebih jauh isi penelitian.





