TPQ atau Taman Pendidikan Al-Qur’an merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang banyak menjadi pilihan orang tua untuk membantu anak mengenal dan mempelajari Al-Qur’an sejak usia dini. Kegiatan di TPQ umumnya berlangsung di luar jam sekolah formal, sehingga anak dapat memperoleh pembelajaran agama sebagai bagian dari kegiatan pendidikan sehari-hari.
Keberadaan TPQ tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca Al-Qur’an. Anak juga dapat belajar doa sehari-hari, praktik ibadah, hafalan surat pendek, hingga pembiasaan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Materi dan metode pembelajaran dapat berbeda antara satu TPQ dan TPQ lainnya sesuai usia peserta didik serta kebijakan pengelola.
TPQ Itu Apa?
TPQ adalah singkatan dari Taman Pendidikan Al-Qur’an. Secara umum, TPQ merupakan tempat pendidikan nonformal yang memberikan pembelajaran Al-Qur’an dan dasar-dasar keagamaan kepada anak-anak.
Kegiatan TPQ biasanya diselenggarakan setelah anak selesai mengikuti pembelajaran di sekolah formal. Waktu belajar dapat berlangsung pada sore hari atau menyesuaikan jadwal yang ditetapkan oleh masing-masing lembaga.
Peserta TPQ umumnya berada pada usia anak-anak, meskipun batas usia dan tingkat pembelajaran dapat berbeda. Anak dapat ditempatkan dalam kelompok tertentu berdasarkan usia, kemampuan membaca Al-Qur’an, atau hasil penilaian awal.
Apa Tujuan Anak Belajar di TPQ?
Pembelajaran di TPQ memiliki fokus utama pada pengenalan Al-Qur’an dan dasar-dasar pendidikan agama Islam. Anak tidak hanya diarahkan untuk mampu membaca, tetapi juga dibiasakan mengenal nilai dan praktik keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa tujuan yang biasanya menjadi bagian dari pembelajaran TPQ antara lain:
- mengenalkan huruf hijaiyah kepada anak;
- membantu anak belajar membaca Al-Qur’an secara bertahap;
- mengenalkan tajwid dan pelafalan yang tepat;
- menghafalkan surat-surat pendek;
- mengajarkan doa sehari-hari;
- mengenalkan tata cara ibadah dasar;
- membiasakan perilaku sopan dan bertanggung jawab;
- menumbuhkan kecintaan anak terhadap Al-Qur’an.
Tujuan tersebut dapat diterapkan melalui kegiatan yang disesuaikan dengan kemampuan dan perkembangan anak.
Materi yang Biasanya Dipelajari Anak di TPQ
Setiap TPQ dapat memiliki susunan materi yang berbeda. Namun, terdapat beberapa pembelajaran yang umum ditemukan dalam kegiatan TPQ.
1. Mengenal Huruf Hijaiyah
Bagi anak yang baru mulai belajar, huruf hijaiyah menjadi salah satu materi dasar. Anak diperkenalkan pada bentuk dan cara membaca huruf Arab, kemudian belajar menggabungkannya menjadi suku kata atau bacaan sederhana.
Pembelajaran dapat dilakukan secara bertahap agar anak tidak merasa kesulitan ketika mulai membaca rangkaian huruf yang lebih panjang.
2. Membaca Al-Qur’an
Kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi salah satu bagian utama dalam kegiatan TPQ. Anak biasanya belajar dari tahap dasar hingga mampu membaca ayat secara lebih lancar.
Pada tahap tertentu, anak juga mulai diarahkan untuk memperhatikan panjang pendek bacaan, makhraj huruf, serta aturan membaca lainnya.
3. Tajwid
Tajwid berkaitan dengan aturan dalam membaca Al-Qur’an. Anak dapat diperkenalkan pada beberapa hukum bacaan sesuai tingkat kemampuan mereka.
Materi tajwid biasanya diberikan secara bertahap. Anak tidak harus langsung mempelajari seluruh hukum bacaan, tetapi dapat mengenal aturan yang paling dasar terlebih dahulu melalui contoh bacaan dan latihan.
4. Hafalan Surat Pendek
Hafalan surat-surat pendek juga sering menjadi bagian dari kegiatan TPQ. Surat yang dipelajari biasanya berasal dari juz 30 dan disesuaikan dengan kemampuan anak.
Kegiatan hafalan dapat membantu anak mengenal bacaan yang nantinya digunakan dalam ibadah sehari-hari. Pengulangan secara rutin juga dapat membantu anak mengingat ayat yang telah dipelajari.
5. Doa Sehari-hari
Selain membaca Al-Qur’an, anak biasanya diperkenalkan pada berbagai doa yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari. Misalnya doa sebelum dan sesudah makan, doa sebelum tidur, doa masuk dan keluar rumah, serta doa untuk kegiatan lainnya.
Pembelajaran doa akan lebih mudah diterapkan apabila anak tidak hanya menghafalkan teks, tetapi juga memahami kapan doa tersebut digunakan.
6. Praktik Ibadah
TPQ juga dapat memberikan pengenalan mengenai praktik ibadah dasar. Materinya dapat mencakup wudu, gerakan dan bacaan salat, serta kegiatan keagamaan lainnya.
Praktik secara langsung membantu anak memahami hubungan antara materi yang dipelajari dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
7. Akhlak dan Kebiasaan Baik
Pendidikan di TPQ tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca. Anak juga dapat belajar mengenai sopan santun, menghormati orang tua dan guru, menjaga kebersihan, berbagi, serta bertanggung jawab terhadap tugas.
Pembiasaan tersebut menjadi bagian penting karena pendidikan agama juga berkaitan erat dengan perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari.
Bagaimana Metode Pembelajaran di TPQ?
Cara mengajar di TPQ dapat disesuaikan berdasarkan usia dan kemampuan peserta didik. Anak usia dini tentu membutuhkan pendekatan yang berbeda dari anak yang sudah mampu membaca Al-Qur’an secara lancar.
Beberapa kegiatan yang dapat digunakan antara lain membaca secara bergantian, mengulang hafalan, praktik ibadah, permainan edukatif, tanya jawab, dan kegiatan kelompok. Variasi aktivitas dapat membuat proses belajar lebih menarik sekaligus membantu anak memahami materi secara bertahap.
Peran guru atau ustaz dan ustazah juga cukup penting. Anak membutuhkan arahan ketika melakukan kesalahan dalam pelafalan, membaca, maupun praktik ibadah. Pendampingan yang sesuai dapat membuat proses belajar berlangsung lebih nyaman.
Apa Perbedaan TPQ dan Sekolah Formal?
TPQ dan sekolah formal memiliki fungsi yang berbeda. Sekolah formal memberikan pendidikan berdasarkan kurikulum pendidikan formal yang mencakup berbagai bidang ilmu, sedangkan TPQ lebih berfokus pada pendidikan Al-Qur’an dan dasar-dasar keagamaan.
Keduanya dapat saling melengkapi. Anak memperoleh pengetahuan akademik melalui sekolah, sementara kegiatan TPQ dapat menjadi ruang untuk memperdalam pembelajaran keagamaan di luar jam sekolah.
Bagi orang tua, pemilihan TPQ dapat mempertimbangkan usia anak, materi yang diberikan, jadwal belajar, metode pengajaran, serta lingkungan belajar yang tersedia.
Peran Pendidikan dalam Membentuk Kebiasaan Anak
Pendidikan anak berlangsung melalui berbagai lingkungan, bukan hanya di ruang kelas. Sekolah, keluarga, dan lembaga pendidikan nonformal dapat memiliki peran masing-masing dalam mendukung perkembangan anak.
Pemahaman mengenai pendidikan anak juga relevan bagi mahasiswa yang mempelajari bidang kependidikan. Ma’soem University sebagai salah satu kampus swasta dapat menjadi salah satu pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin mempelajari bidang pendidikan melalui program studi yang tersedia.
Khusus di FKIP Ma’soem University, terdapat dua program studi, yaitu Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Bahasa Inggris. Pembelajaran di bidang tersebut dapat membantu mahasiswa memahami aspek pendidikan dan perkembangan peserta didik sesuai bidang keilmuannya.
TPQ sebagai Ruang Belajar di Luar Sekolah
Kegiatan TPQ dapat menjadi bagian dari pengalaman pendidikan anak di luar sekolah formal. Materi seperti membaca Al-Qur’an, tajwid, hafalan surat pendek, doa sehari-hari, praktik ibadah, dan akhlak diberikan secara bertahap sesuai kemampuan peserta didik.
Keterlibatan orang tua tetap diperlukan agar pembelajaran yang diperoleh anak di TPQ dapat diterapkan dalam rutinitas di rumah. Misalnya, orang tua dapat mengajak anak mengulang hafalan, membiasakan membaca Al-Qur’an, atau mempraktikkan doa yang telah dipelajari.
Konsistensi antara pembelajaran dan kebiasaan sehari-hari dapat membantu anak memahami bahwa pendidikan agama tidak hanya berlangsung ketika berada di TPQ, tetapi juga dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas mereka.
Informasi Ma’soem University
No. WhatsApp: 085185634253
Instagram: @masoem_university
Web Pendaftaran: pmb.masoemuniversity.com




