Mengerjakan tugas makalah sering kali tidak cukup hanya dengan mencari informasi dari internet. Mahasiswa perlu menggunakan sumber akademik yang terpercaya, terutama jurnal ilmiah, agar isi makalah memiliki dasar yang kuat. Tantangannya, informasi dari jurnal tidak bisa langsung disalin begitu saja. Mahasiswa harus mampu mengolah referensi, memahami gagasan utama, kemudian menuliskannya kembali dengan bahasa sendiri melalui teknik paraphrasing yang tepat.
Kemampuan mengolah referensi dan melakukan paraphrasing menjadi bagian penting dalam kegiatan akademik di perguruan tinggi. Bagi mahasiswa Ma’soem University, keterampilan tersebut dapat membantu menghasilkan tugas yang lebih terstruktur, informatif, dan memiliki nilai akademik yang baik.
Mengapa Jurnal Penting untuk Tugas Makalah?
Jurnal ilmiah dapat menjadi sumber referensi yang kuat karena umumnya memuat hasil penelitian, analisis, metode, serta pembahasan berdasarkan kajian akademik. Ketika mahasiswa menyusun makalah, jurnal dapat digunakan untuk memperkuat argumen dan memberikan landasan terhadap pernyataan yang disampaikan.
Penggunaan jurnal juga membuat pembahasan tidak hanya berdasarkan pendapat pribadi. Mahasiswa dapat menghubungkan teori dengan hasil penelitian yang relevan sehingga isi makalah menjadi lebih kredibel.
Di Ma’soem University, mahasiswa juga dapat menemukan lingkungan akademik yang mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu. Salah satunya melalui AGRITEKH, jurnal yang diterbitkan Ma’soem University dan berfokus pada bidang Agribisnis serta Teknologi Pangan. Ruang lingkupnya mencakup agribisnis, manajemen rantai pasok, ekonomi pertanian, mikrobiologi pangan, kimia pangan, teknologi pangan, hingga industri pangan.
Cara Memilih Jurnal sebagai Referensi Makalah
Tidak semua artikel yang ditemukan di internet cocok digunakan sebagai referensi akademik. Mahasiswa perlu memperhatikan beberapa hal sebelum memasukkan jurnal ke dalam daftar pustaka.
Pertama, periksa judul dan abstrak untuk memastikan penelitian sesuai dengan topik makalah. Kedua, perhatikan tahun publikasi agar referensi yang digunakan tetap relevan. Ketiga, baca bagian hasil dan pembahasan, bukan hanya abstraknya.
Mahasiswa juga sebaiknya membandingkan beberapa jurnal. Dengan cara tersebut, satu gagasan tidak hanya dilihat dari satu sudut pandang. Perbandingan referensi dapat membantu mahasiswa menemukan persamaan, perbedaan, maupun perkembangan teori yang berkaitan dengan topik tugas.
Jangan Langsung Copy Paste Isi Jurnal
Kesalahan yang sering terjadi ketika mengerjakan makalah adalah menyalin kalimat dari jurnal kemudian mengganti beberapa kata. Cara tersebut belum tentu menghasilkan paraphrasing yang benar dan tetap dapat terlalu dekat dengan tulisan asli.
Paraphrasing bukan sekadar mengganti sinonim. Mahasiswa perlu membaca sumber sampai memahami maksud penulis, kemudian menjelaskan kembali gagasan tersebut menggunakan struktur kalimat sendiri.
Contohnya, setelah membaca satu paragraf jurnal, mahasiswa dapat menutup sumber terlebih dahulu. Selanjutnya, tuliskan kembali inti informasi berdasarkan pemahaman sendiri. Setelah selesai, bandingkan tulisan tersebut dengan sumber asli untuk memastikan maknanya tidak berubah.
Langkah Paraphrasing yang Benar
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat digunakan ketika melakukan paraphrasing jurnal.
1. Baca Referensi Sampai Memahami Isinya
Jangan melakukan paraphrasing hanya dengan membaca satu atau dua kalimat. Pahami konteks pembahasan agar tidak terjadi perubahan makna.
2. Temukan Gagasan Utama
Tentukan informasi paling penting dari paragraf tersebut. Tidak semua kalimat dalam jurnal harus dimasukkan ke dalam makalah.
3. Gunakan Struktur Kalimat Sendiri
Setelah memahami gagasan, susun kembali menggunakan gaya bahasa akademik yang sesuai. Perubahan dapat dilakukan pada struktur kalimat, urutan penjelasan, serta cara menyampaikan hubungan antaride.
4. Tetap Cantumkan Sumber
Walaupun kalimat sudah ditulis menggunakan bahasa sendiri, gagasan tersebut tetap berasal dari penulis lain. Karena itu, sumber harus tetap dicantumkan melalui sitasi sesuai aturan akademik yang digunakan.
5. Periksa Kembali Maknanya
Bandingkan hasil paraphrasing dengan sumber asli. Pastikan informasi, angka, istilah, dan kesimpulan penelitian tidak berubah akibat proses penulisan ulang.
Contoh Paraphrasing yang Lebih Aman
Misalnya sebuah jurnal menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital membantu pelaku agribisnis memperluas akses pemasaran dan meningkatkan efisiensi distribusi.
Daripada menyalin kalimat tersebut secara langsung, mahasiswa dapat memahami gagasannya terlebih dahulu lalu menuliskannya kembali menjadi: teknologi digital memberikan peluang bagi pelaku usaha pertanian untuk memperluas pasar sekaligus membuat proses distribusi produk menjadi lebih efisien.
Meskipun struktur kalimat berbeda, sumber tetap perlu dicantumkan karena gagasan tersebut berasal dari penelitian atau tulisan akademik orang lain.
Mahasiswa Ma’soem University Perlu Terampil Mengolah Referensi
Kemampuan mengolah jurnal dan melakukan paraphrasing sangat relevan dengan kegiatan akademik mahasiswa Ma’soem University. Terutama pada Fakultas Pertanian yang memiliki dua program studi, yaitu S1 Agribisnis dan S1 Teknologi Pangan. Kedua program tersebut memiliki keterkaitan kuat dengan kegiatan penelitian, pengolahan informasi, pengembangan produk, serta pemecahan masalah berdasarkan data dan sumber ilmiah.
Pada S1 Agribisnis, mahasiswa dipersiapkan memahami pengelolaan sektor pertanian dari hulu hingga hilir, termasuk manajemen bisnis, rantai pasok, dan pemasaran. Sementara itu, S1 Teknologi Pangan berfokus pada pengolahan, keamanan, kualitas, dan inovasi produk pangan.
Kegiatan akademik seperti penyusunan makalah dapat menjadi latihan untuk membangun kemampuan membaca jurnal, menemukan informasi penting, mengolah data, menyusun argumentasi, serta menyampaikan gagasan secara sistematis.
Saatnya Kuliah dan Kembangkan Kemampuan Akademik di Ma’soem University
Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di bidang Agribisnis atau Teknologi Pangan, Ma’soem University menyediakan kedua program tersebut dalam Fakultas Pertanian. Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada pemahaman teori, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan sektor pangan serta agribisnis.
Informasi Pendaftaran Ma’soem University
Calon mahasiswa yang ingin mendapatkan informasi mengenai pendaftaran, program studi, dan proses Penerimaan Mahasiswa Baru dapat menghubungi WhatsApp +62 851 8563 4253. Informasi melalui kontak tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui pilihan kuliah yang sesuai, khususnya bagi calon mahasiswa yang tertarik pada S1 Agribisnis dan S1 Teknologi Pangan.
Tips Agar Makalah Lebih Berkualitas
Selain menggunakan teknik paraphrasing, mahasiswa dapat meningkatkan kualitas makalah dengan membuat kerangka tulisan sebelum mulai mengetik. Tentukan topik utama, kumpulkan jurnal yang relevan, kelompokkan informasi berdasarkan subtopik, kemudian susun pembahasan secara runtut.
Hindari penggunaan terlalu banyak kutipan langsung. Gunakan paraphrasing untuk menjelaskan gagasan dari berbagai sumber dan gunakan kutipan langsung hanya ketika kalimat asli memang penting untuk dipertahankan.
Terakhir, periksa kembali sitasi dan daftar pustaka sebelum tugas dikumpulkan. Pastikan setiap sumber yang digunakan dalam pembahasan tercantum dengan benar. Dengan kebiasaan tersebut, mahasiswa dapat membangun kemampuan akademik sekaligus menghasilkan makalah yang lebih orisinal, rapi, dan dapat dipertanggungjawabkan.




