21 20260218 150744 0010.jpg

Ujian TOEFL Ketika SMA/SMK: Apakah Penting untuk Masa Depan Akademik?

kemampuan berbahasa Inggris bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan sudah menjadi kebutuhan. Salah satu tolok ukur kemampuan bahasa Inggris yang paling dikenal adalah ujian TOEFL. Namun, masih banyak siswa dan orang tua yang bertanya-tanya: ujian TOEFL ketika SMA/SMK, apakah penting? Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak, karena TOEFL memiliki peran strategis bagi masa depan akademik dan karier siswa.

Apa Itu Ujian TOEFL?

TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah tes standar internasional yang digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang, khususnya bagi penutur non-native. Tes ini menguji empat aspek utama, yaitu listening, structure, reading, dan pada beberapa jenis tes juga mencakup writing serta speaking.

Bagi siswa SMA/SMK, TOEFL sering kali dianggap sebagai tes “orang kuliah” atau “orang yang mau ke luar negeri”. Padahal, jika dilihat lebih dalam, TOEFL justru bisa menjadi bekal penting sejak bangku sekolah menengah.

Mengapa TOEFL Penting Sejak SMA/SMK?

  1. Persiapan Dini Menuju Perguruan Tinggi
    Banyak perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, mulai menjadikan skor TOEFL sebagai salah satu syarat administratif, baik untuk pendaftaran, kelulusan, maupun program unggulan. Siswa yang sudah mengenal TOEFL sejak SMA/SMK tentu akan lebih siap saat memasuki dunia perkuliahan.
  2. Meningkatkan Daya Saing Akademik
    Siswa dengan pengalaman TOEFL sejak dini cenderung lebih percaya diri dan terbiasa menghadapi soal berstandar internasional. Ini menjadi nilai tambah saat mengikuti seleksi beasiswa, program pertukaran pelajar, atau jalur prestasi.
  3. Membuka Peluang Beasiswa Lebih Luas
    Banyak program beasiswa, termasuk beasiswa dalam negeri, mensyaratkan kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan skor TOEFL. Mengikuti TOEFL sejak SMA/SMK membantu siswa memetakan kemampuannya lebih awal.
  4. Melatih Pola Pikir dan Disiplin Belajar
    Soal TOEFL tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga pemahaman konteks, logika bahasa, dan konsentrasi. Proses persiapannya secara tidak langsung melatih kedisiplinan dan pola pikir kritis siswa.

Apakah TOEFL Wajib untuk Siswa SMA/SMK?

Secara formal, TOEFL memang belum menjadi kewajiban nasional bagi siswa SMA/SMK. Namun, banyak sekolah dan lembaga pendidikan yang mulai mendorong siswanya mengikuti tes ini sebagai bentuk penguatan kompetensi.

Beberapa sekolah bahkan bekerja sama dengan perguruan tinggi atau lembaga pengembangan karier untuk menyelenggarakan tes TOEFL prediksi bagi siswa kelas akhir. Tujuannya bukan untuk menekan, melainkan sebagai sarana evaluasi dan pengenalan standar global.

Peran Perguruan Tinggi dalam Mendorong TOEFL Sejak Dini

Perguruan tinggi memiliki peran besar dalam membangun kesadaran pentingnya TOEFL. Salah satu contohnya adalah Ma’soem University, khususnya melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

FKIP Ma’soem University tidak hanya fokus pada kompetensi akademik calon pendidik, tetapi juga pada penguatan soft skill, termasuk kemampuan bahasa Inggris. Melalui berbagai program pendampingan, pelatihan, dan kerja sama dengan sekolah-sekolah menengah, siswa SMA/SMK diperkenalkan pada standar bahasa internasional sejak awal.

Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan dunia pendidikan modern, di mana guru dan tenaga pendidik dituntut memiliki wawasan global serta kemampuan komunikasi lintas bahasa.

Manfaat TOEFL bagi Siswa yang Ingin Masuk FKIP

Bagi siswa yang bercita-cita masuk jurusan kependidikan, khususnya FKIP, TOEFL memiliki manfaat jangka panjang:

  • Mendukung studi literatur internasional
    Banyak referensi pendidikan berkualitas tersedia dalam bahasa Inggris. Skor TOEFL yang baik memudahkan mahasiswa memahami jurnal dan buku akademik.
  • Menjadi bekal sebagai pendidik profesional
    Guru masa depan dituntut adaptif terhadap perkembangan global, termasuk kurikulum dan metode pembelajaran internasional.
  • Meningkatkan peluang karier
    Lulusan FKIP dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik memiliki peluang lebih luas, baik di sekolah nasional, internasional, maupun lembaga pendidikan nonformal.

TOEFL Bukan Tentang Nilai, Tapi Proses

Penting untuk dipahami bahwa TOEFL bagi siswa SMA/SMK bukan soal skor tinggi semata. Lebih dari itu, TOEFL adalah proses pengenalan diri: sejauh mana kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki, aspek mana yang perlu ditingkatkan, dan bagaimana strategi belajar ke depan.

Mengikuti TOEFL sejak dini, siswa akan lebih realistis dalam menetapkan target akademik dan kariernya.

Jadi, ujian TOEFL ketika SMA/SMK apakah penting? Jawabannya: sangat penting sebagai investasi masa depan, meskipun belum bersifat wajib. TOEFL membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi dunia perkuliahan, memperluas peluang beasiswa, serta meningkatkan daya saing akademik.