UMKM Makanan Mau Naik Kelas? Mulai dari Produk, Kemasan, hingga Cara Memasarkan!

UMKM makanan memiliki peluang besar untuk berkembang di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk pangan yang praktis, berkualitas, dan memiliki karakteristik yang berbeda. Namun, memiliki produk makanan yang enak saja belum cukup untuk membuat sebuah UMKM mampu bersaing di pasar yang semakin luas. Pelaku usaha perlu memperhatikan kualitas produk, keamanan pangan, kemasan, pengelolaan usaha, hingga strategi pemasaran.

Bagi mahasiswa yang ingin memahami dunia pangan sekaligus peluang bisnis di dalamnya, Ma’soem University menjadi salah satu lingkungan pendidikan yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan sektor tersebut. Melalui Fakultas Pertanian (Faperta), mahasiswa dapat memilih Program Studi Teknologi Pangan dan Program Studi Agribisnis yang memiliki fokus pembelajaran berbeda tetapi saling berkaitan dengan kebutuhan pengembangan UMKM makanan.

Produk Makanan Harus Punya Kualitas yang Konsisten

Hal pertama yang perlu dibenahi UMKM makanan adalah kualitas produk. Konsumen tidak hanya mempertimbangkan rasa, tetapi juga kebersihan, keamanan, daya tahan, bahan baku, serta konsistensi produk. Produk yang rasanya berubah-ubah dapat membuat konsumen kehilangan kepercayaan.

Teknologi Pangan memiliki keterkaitan yang kuat dengan kebutuhan tersebut. Pemahaman mengenai karakteristik bahan pangan, proses pengolahan, pengawetan, pengemasan, hingga pengendalian mutu dapat membantu menghasilkan produk yang lebih terstandar.

Di Ma’soem University, Program Studi Teknologi Pangan dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada pengolahan pangan dan ingin memahami bagaimana menghasilkan produk pangan yang memiliki kualitas serta nilai tambah.

Kemasan Bukan Sekadar Pembungkus

Kemasan menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya tarik produk UMKM makanan. Kemasan yang baik dapat membantu melindungi produk selama penyimpanan dan distribusi sekaligus memberikan informasi yang dibutuhkan konsumen.

Nama produk, komposisi, informasi berat bersih, tanggal produksi atau kedaluwarsa, serta informasi lain yang diperlukan perlu diperhatikan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, desain kemasan juga perlu dibuat sesuai karakter produk dan target konsumen.

Produk makanan dengan kemasan yang rapi dan informatif akan lebih mudah membangun identitas merek. Karena itu, pelaku UMKM perlu melihat kemasan sebagai bagian dari strategi pengembangan produk, bukan hanya sebagai pelengkap.

UMKM Perlu Memahami Pasar dan Konsumen

Produk yang bagus belum tentu langsung mendapatkan pasar. Pelaku UMKM perlu mengetahui siapa konsumen yang dituju, kebutuhan mereka, kebiasaan membeli, hingga alasan mereka memilih sebuah produk.

Program Studi Agribisnis di Ma’soem University memiliki keterkaitan dengan pengelolaan usaha dan aktivitas agribisnis dari sisi bisnis. Pemahaman mengenai manajemen, pemasaran, kewirausahaan, serta pengelolaan usaha dapat menjadi bekal bagi mahasiswa yang ingin terlibat dalam pengembangan bisnis berbasis pangan dan pertanian.

Bagi UMKM makanan, kemampuan memahami pasar dapat membantu menentukan harga, memilih saluran pemasaran, menyusun strategi promosi, dan mengembangkan produk sesuai kebutuhan konsumen.

Pemasaran Digital Membuka Pasar Lebih Luas

Perubahan perilaku konsumen membuat pemasaran digital semakin penting bagi UMKM makanan. Media sosial, marketplace, aplikasi pesan instan, dan berbagai platform digital dapat digunakan untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen.

Konten pemasaran tidak harus selalu berupa promosi harga. Pelaku UMKM dapat menampilkan proses produksi yang bersih, keunggulan bahan, cara penyajian, cerita di balik produk, testimoni pelanggan, serta informasi mengenai produk.

Foto dan video yang menarik juga dapat membantu calon konsumen mengenali produk sebelum melakukan pembelian. Konsistensi dalam membuat konten menjadi salah satu bagian penting dalam membangun keberadaan merek di ruang digital.

Pendaftaran Ma’soem University

Calon mahasiswa yang ingin mempelajari bidang pangan dan bisnis dapat mempertimbangkan Program Studi Teknologi Pangan dan Program Studi Agribisnis di Fakultas Pertanian (Faperta) Ma’soem University.

Informasi mengenai pendaftaran dan proses penerimaan mahasiswa baru dapat ditanyakan melalui WhatsApp +62 851 8563 4253. Calon mahasiswa dapat menghubungi nomor tersebut untuk memperoleh informasi mengenai tahapan pendaftaran, persyaratan, dan informasi akademik yang dibutuhkan.

Teknologi Pangan dan Agribisnis Saling Melengkapi

Pengembangan UMKM makanan membutuhkan kemampuan dari berbagai sisi. Teknologi Pangan berkaitan dengan bagaimana produk dikembangkan dan diolah dengan memperhatikan kualitas, keamanan, serta karakteristik pangan. Sementara itu, Agribisnis berkaitan dengan bagaimana kegiatan usaha dikelola agar mampu menciptakan nilai ekonomi.

Keduanya dapat memiliki peran dalam membentuk ekosistem usaha makanan yang lebih kuat. Produk yang berkualitas perlu didukung pengelolaan usaha yang baik, sedangkan strategi bisnis yang baik membutuhkan produk yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen.

Dari Produk Lokal Menjadi Produk Bernilai Tambah

UMKM makanan dapat berkembang dengan mengolah bahan baku menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Bahan pertanian yang sebelumnya dijual dalam bentuk mentah dapat dikembangkan menjadi berbagai produk pangan dengan karakteristik, kemasan, dan target pasar yang lebih spesifik.

Pengembangan tersebut membutuhkan kreativitas sekaligus pengetahuan mengenai pangan dan bisnis. Lingkungan pendidikan seperti Ma’soem University dapat menjadi tempat bagi mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan yang relevan dengan perkembangan sektor pangan dan agribisnis.

Dengan membangun pemahaman sejak bangku kuliah, mahasiswa dapat memiliki bekal untuk terlibat dalam pengembangan produk pangan, membantu usaha keluarga, mengembangkan UMKM, maupun menciptakan usaha sendiri setelah menyelesaikan pendidikan.