1ee3cf4b1f1bcd03

3 Komponen Dasar Periode Remaja

Menurut John Hill (1983), terdapat tiga komponen dasar dalam membahas periode remaja, yaitu:

1. Perubahan fundamental remaja meliputi perubahan biologis, kognitif, dan sosial. Ketiga perubahan ini bersifat universal. Perubahan biologis menyangkut tampilan fisik (ciri-ciri secara premir dan sekuder).

Perubahan ini mengakibatkan remaja harus menyesuaikan diri terhadap lingkungan disekitarnya. Perubahan fisik ini juga berpengaruh terhadap self image remaja dan juga menyebabkan perasaan tentang diri pun berubah. Hubungan dengan keluarga ditampilkan dengan menunjukkan kebutuhan akan privacy yang cukup tinggi.

       Transisi Kognitif

Perubahan dalam kemampuan berpikir, remaja telah memilki kemampuan yang lebih baik dari anak dalam berpikir mengenai situasi secara hipotesis, memikirkan sesuatu yang belum terjadi tetapi akan terjadi. Ia pun telah mampu berpikir tentang konsep-konsep yang abstrak seperti pertemanan, demokrasi, moral (Keating,1990). Remaja pun telah mampu berpikir secara logis tentang kehidupannya seperti: kehidupan apa yang akan ia tempuh dikemudian hari, tentang hubungannya dengan teman dan keluarga, tentang politik, kepercayaan dan filsafat.

      Transisi Sosial

Perubahan dalam status sosial membuat remaja mendapatkan peran-peran baru dan terikat pada kegiatan-kegiatan baru. Semua masyarakat membedakan antara individu sebagai anak dan individu yang siap memasuki masa dewasa.

2. Konteks dari Remaja

Perubahan yang fundamental remaja bersifat universal namun akibatnya pada individu sangat bervariasi (Bronfenbrenner, 1979). Hal ini terjadi karena dampak psikologis dari perubahan yang terjadi pada diri remaja dibentuk dari lingkungan. Dengan kata lain, perkembangan psikologis selama masa remaja merupakan hasil dari perubahan-perubahan yang mendasar dan bersifat universal dengan konteks dimana pengalaman terjadi. Sehingga dapat dikatakan merupakan hal yang tidak mungkin untuk meng-generasikan tabiat remaja tanpa mempertimbangkan lingkungan sekitar tempat mereka tumbuh.

3. Perkembangan Psikososial

Terdapat 5 kasus dari psikososial yaitu : Identity, autonomy, intimacy, sexuality, dan achievement.

Identity : mengemukakan dan mengerti siapa diri sebagai individu
Autonomy : menetapkan rasa yang nyaman dalam ketidak-tergantungan
Intimacy : membentuk relasi yang tertutup dan dekat dengan orang lain
Sexuality : Mengekspresikan perasaan-perasaan dan merasa senang jika ada kontak fisik dengan orang lain 
Achievement : mendapatkan keberhasilan dan memiliki kemampuan sebagai anggota masyarakat