Oleh: Tanty Sulistiani Widodo
Coba perhatikan jajanan anak-anak, baik di warung sekitar rumah maupun di kantin sekolah, ternyata kebanyakan makanan dan minuman manis. Rasanya yang lezat dan mudah ditemukan membuatnya menjadi favorit bagi anakanak. Tentu saja hal ini harus menjadi perhatian kita bersama karena konsumsi gula yang tinggi dapat membawa berbagai dampak buruk bagi kesehatan anak, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Apa saja dampak buruk yang akan menimpa ?
- Risiko Obesitas (Kegemukan)
Dampak paling umum dari konsumsi makanan dan minuman manis adalah meningkatnya risiko obesitas. Gula mengandung kalori tinggi namun minim nutrisi. Jika dikonsumsi berlebihan, kalori ini akan disimpan sebagai lemak dalam tubuh. Anak yang mengalami obesitas berisiko lebih tinggi mengalami berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi dan gangguan metabolisme. - Kerusakan Gigi (Karies)
Gula adalah penyebab utama kerusakan gigi pada anak. Bakteri di dalam mulut akan memecah gula dan menghasilkan asam yang merusak enamel gigi. Jika tidak dibersihkan dengan baik, hal ini dapat menyebabkan gigi berlubang, nyeri, bahkan infeksi. - Gangguan Konsentrasi dan Perilaku
Konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan lonjakan energi yang cepat, diikuti dengan penurunan drastis. Hal ini membuat anak mudah lelah, sulit fokus, dan lebih mudah marah. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat memengaruhi kemampuan belajar dan perkembangan perilaku anak. - Risiko Diabetes Sejak Dini
Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan dapat
meningkatkan risiko diabetes tipe 2, bahkan pada usia anak-anak. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak mampu mengatur kadar gula darah dengan baik akibat resistensi insulin. - Menurunnya Nafsu Makan terhadap Makanan Sehat
Anak yang terbiasa mengonsumsi makanan manis cenderung menolak makanan bergizi seperti sayur dan buah. Hal ini dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal.
Bagaimana Cara Mengurangi Konsumsi Gula pada Anak Tentu saja cara yang paling utama adalah membatasi konsumsi makanan dan minuman manis
seperti : permen, coklat, kue-kue berpemanis, roti coklat, minuman soda, teh kemasan, dan jus dengan tambahan gula.
Nah, untuk mengalihkan anak-anak agar tidak selalu mengkonsumsi makanan dan minuman berpemanis perlu dicari dan disediakan pengganti camilan tersebut. Makanan dan minuman apa saja yang dapat disajikan ? Banyak sekali produk makanan dan minuman kearifan local Tatar Sunda yang dapat menjadi alternatifnya. Produk-produk tersebut memang masih mengandung karbohidrat, seperti produk olahan singkong dan sukun, tetapi tidak mengandung gula sederhana yang akan langsung meningkatkan gula darah. Tinggal sekarang permasalahannya adalah bagaimana agar makanan dan minuman produk
kearifan local tersebut dapat tampil dengan bentuk atau kemasan kekinian sehingga akan menarik anak-anak untuk mengkonsumsinya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Fakultas Pertanian Universitas Ma’soem dengan Program Studi Teknologi Pangan dan Agribisnis memiliki kurikulum yang akan mendidik
para mahasiswanya agar dapat berpikir kritis dan pragmatis dalam menghadapi setiap persoalan. Kita kaji dan analisis bersama agar anak-anak memiliki pilihan camilan sugar free sehingga terhindar dari dampak negative jajanan yang selama ini mereka konsumsi.
Mari Bergabung dengan Jurusan Teknologi Pangan Ma’soem University!
Segera daftarkan diri Anda secara online melalui tautan di bawah ini:
Link Pendaftaran: https://pmb.masoemuniversity.ac.id/
WhatsApp: 081385501914
Website Resmi: https://masoemuniversity.ac.id/




