Pertanyaan adakah etika berpakaian di FKIP Ma’soem University sering muncul di kalangan calon mahasiswa, mahasiswa baru, hingga orang tua. Hal ini wajar, karena lingkungan kampus keguruan tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan profesionalisme. Cara berpakaian menjadi salah satu aspek penting yang mencerminkan kesiapan mahasiswa FKIP sebagai calon pendidik di masa depan.
Di FKIP Ma’soem University, etika berpakaian bukan sekadar aturan formal, melainkan bagian dari budaya akademik yang ditanamkan sejak awal perkuliahan. Mahasiswa diarahkan untuk membiasakan diri tampil rapi, sopan, dan profesional, sebagaimana sosok guru yang kelak akan menjadi panutan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Etika Berpakaian sebagai Bagian dari Pendidikan Karakter
FKIP Ma’soem University memandang bahwa penampilan adalah cerminan sikap dan kepribadian. Seorang calon guru tidak hanya dinilai dari kecerdasan intelektual, tetapi juga dari cara membawa diri, termasuk dalam berpakaian. Oleh karena itu, etika berpakaian diterapkan untuk menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap lingkungan akademik.
Budaya ini selaras dengan visi FKIP Ma’soem University yang ingin melahirkan lulusan pendidik yang unggul, berakhlak, dan siap terjun ke dunia pendidikan dengan sikap profesional.
Contoh Etika Berpakaian Mahasiswa FKIP Ma’soem University
Untuk menjawab pertanyaan adakah etika berpakaian di FKIP Ma’soem University, jawabannya adalah ada, dan penerapannya cukup jelas. Berikut gambaran etika berpakaian mahasiswa FKIP berdasarkan hari perkuliahan:
1. Hari Senin: Jas atau Blazer Kampus
Setiap hari Senin, mahasiswa FKIP Ma’soem University diwajibkan mengenakan jas atau blazer kampus. Ketentuan ini bertujuan menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas kampus sekaligus membiasakan mahasiswa tampil formal.
Pemakaian jas atau blazer kampus juga melatih mahasiswa untuk siap berada dalam suasana resmi, seperti seminar, presentasi akademik, hingga kegiatan institusional lainnya.
2. Hari Selasa, Kamis, dan Jumat: Berpakaian Sopan dan Rapi
Pada hari Selasa, Kamis, dan Jumat, mahasiswa diwajibkan berpakaian sopan, rapi, dan pantas, serta diusahakan mencerminkan penampilan seorang guru. Artinya, mahasiswa diharapkan menghindari pakaian yang terlalu santai, ketat, atau tidak sesuai dengan norma akademik.
Ketentuan ini melatih mahasiswa agar terbiasa tampil profesional dalam keseharian, sehingga saat menjalani Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) atau praktik mengajar, mereka sudah siap secara mental dan sikap.
3. Hari Rabu: PDH Jurusan
Khusus hari Rabu, mahasiswa FKIP Ma’soem University mengenakan PDH (Pakaian Dinas Harian) jurusan masing-masing. PDH menjadi identitas keilmuan setiap program studi dan simbol kebersamaan antar mahasiswa satu jurusan.
Pemakaian PDH juga memperkuat rasa memiliki terhadap jurusan serta menumbuhkan solidaritas dan kebanggaan akademik.
Mengapa Etika Berpakaian Ini Penting?
Etika berpakaian di FKIP Ma’soem University bukan tanpa alasan. Ada beberapa tujuan utama yang ingin dicapai, antara lain:
- Membentuk Profesionalisme Sejak Dini
Mahasiswa FKIP dipersiapkan menjadi pendidik. Dengan membiasakan berpakaian rapi dan sopan, mahasiswa dilatih untuk bersikap profesional sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja. - Mencerminkan Karakter Calon Guru
Guru adalah figur teladan. Cara berpakaian yang baik akan menumbuhkan wibawa dan rasa hormat dari peserta didik di masa depan. - Mendukung Lingkungan Akademik yang Kondusif
Penampilan yang rapi menciptakan suasana belajar yang lebih tertib, nyaman, dan beretika di lingkungan kampus. - Menanamkan Disiplin dan Tanggung Jawab
Aturan berpakaian melatih mahasiswa untuk disiplin dan bertanggung jawab terhadap peran mereka sebagai bagian dari civitas akademika.
Etika Berpakaian dan Citra Lulusan FKIP Ma’soem University
Lulusan FKIP Ma’soem University dikenal tidak hanya unggul dalam penguasaan materi kependidikan, tetapi juga memiliki sikap dan etika yang baik. Hal ini tidak lepas dari pembiasaan selama masa perkuliahan, termasuk dalam hal berpakaian.
Ketika mahasiswa terbiasa tampil rapi dan sopan di kampus, kebiasaan tersebut akan terbawa hingga dunia kerja. Inilah yang menjadi nilai tambah lulusan FKIP Ma’soem University di mata sekolah dan lembaga pendidikan.
Jadi, jika Anda bertanya adakah etika berpakaian di FKIP Ma’soem University, jawabannya jelas: ada dan diterapkan secara konsisten. Mulai dari kewajiban memakai jas atau blazer kampus setiap hari Senin, berpakaian sopan dan rapi layaknya guru pada hari Selasa, Kamis, dan Jumat, hingga penggunaan PDH jurusan setiap hari Rabu.





