Alasan Lulusan D3 Masih Bisa Bersaing di Dunia Kerja

Beranda / Berita / Alasan Lulusan D3 Masih Bisa Bersaing di Dunia Kerja
30 Juli 2020
Alasan Lulusan D3 Masih Bisa Bersaing di Dunia Kerja

Para mahasiswa lulusan pendidikan vokasi masih sering dipandang sebelah mata. Mulai dari urusan bersosialisasi di kampus hingga di tempat kerja, pengalaman dinomorduakan sudah jadi makanan sehari-hari mahasiswa vokasi. Di dunia kerja, Junior merasa upah yang didapat dari seorang lulusan vokasi lebih rendah daripada upah lulusan program Sarjana. Meski disepelekan, tapi program vokasi masih mendapat minat yang besar. Terbukti dari tingginya angka pendaftar yang mengikuti ujian masuk program vokasi di PTN. 

Jika mahasiswa S1 lebih banyak mempelajari teori, mahasiswa D3 lebih banyak melakukan praktik. Itulah kenapa lulusan D3 dikatakan sebagai lulusan yang siap kerja. Karena selama tiga tahun kuliah, mahasiswa D3 tidak hanya belajar mengenai teori, tetapi mereka juga langsung menerapkan teori tersebut. Sehingga, saat di dunia kerja nanti lulusan D3 sudah lebih siap untuk turun ke lapangan. Sistem belajar 3-2-1 merupakan singkatan dari 3 semester di kelas, 2 semester di industri, dan 1 semester magang.

Jadi, seluruh mahasiswa D3 akan belajar di kampus selama tiga semester pertama. Selama tiga semester itu, mahasiswa akan diajarkan mengenai hal-hal mendasar mengenai jurusan masing-masing, dan langsung mempraktikkannya di kelas. Selanjutnya, pada semester 4 dan 5, mahasiswa akan dikirim ke industri untuk langsung belajar bekerja di lapangan. Terakhir, pada semester 6 mahasiswa Vokasi akan melakukan magang.

Sistem belajar 3-2-1 ini diadakan dengan tujuan agar seluruh mahasiswa D3 menjadi lebih siap saat magang, dan sudah benar-benar siap untuk bekerja setelah lulus. Pendidikan vokasi, seperti halnya program pendidikan tinggi lainnya, mempunyai misi mempersiapkan generasi siap kerja dan profesional. Dalam pendidikan vokasi terdapat dua bagian pendidikan, yakni pendidikan menengah kejuruan dan pendidikan tinggi vokasi.

Masoem University menyediakan berbagai pilihan jurusan bagi mahasiswa yang ingin mengenyam pendidikan vokasi (diploma). Salah satu jurusan yang banyak diminati adalah komputerisasi akuntansi. Komputerisasi akuntansi adalah pemakaian komputer dan perangkat lunak (software) akuntansi untuk mencatat, menyimpan, dan menganalisis data keuangan. Komputerisasi sistem akuntansi ini memiliki banyak kelebihan, tetapi juga memiliki kekurangan karena buatan manusia tidak ada yang sempurna. Seiring berkembangnya teknologi informasi, tentu proses pembukuan, penyusunan laporan bulanan, dan hal lain dalam akuntansi yang dilakukan secara manual di perusahaan akan memakan waktu cukup banyak dan lebih rentan terhadap kesalahan.

Dalam hal ini, ada berbagai macam program yang dapat digunakan dalam Komputerisasi Akuntansi, antara lain Microsoft Excel, MYOB, Zahir, dan masih banyak lagi software yang dapat dimanfaatkan dalam proses Komputerisasi Akuntansi. Pada prinsipnya, siklus akuntansi yang dilakukan secara manual sama dengan akuntansi yang terkomputerisasi, namun dapat diringkas, sehingga  menjadi lebih singkat karena beberapa proses pencatatan lain sudah dilakukan secara otomatis oleh komputer.  Oleh karena itu, memiliki keahlian profesional dalam bidang akuntansi dan keuangan berbasis ICT (Information and Communication Technology) merupakan sebuah modal sekaligus keunggulan besar yang dimiliki oleh para alumnus dari jurusan Komputerisasi Akuntansi.

Jika anda lulusan D3 tetapi pengalaman anda lebih banyak dan telah memiliki prestasi segudang, tentu perusahaan tidak akan ragu untuk mempekerjakan anda.

 

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2019 Masoem University