Alasan Memilih Jurusan Ekonomi Syariah

Beranda / Berita / Alasan Memilih Jurusan Ekonomi Syariah
20 Maret 2020

Saat lulus SMA/SMK/MA/Sederajat dan ingin meneruskan jenjang pendidikannya ke perguruan tinggi, tentu sebagian siswa kebingungan mencari program studi yang ingin mereka tempuh di perguruan tinggi. Beberapa mungkin sudah menetapkan hati untuk memilih jurusan/program studi yang ingin mereka ambil saat melanjutkan pendidikannya di jenjang yang lebih tinggi, namun bagi sebagian lainnya yang masih ragu dalam menentukan pilihan tidak ada salahnya untuk mencoba menilik program studi/jurusan Ekonomi Syariah.

Dunia perbankan syairah di Indonesia sedang mengalami peningkatan yang sangat signifikan, tren tersebut dikarenakan perkembangan Bank Syariah serta badan usaha/lembaga yang mengadaptasi ekonomi Islam syariah dalam menjalankan aktivitasnya tengah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Namun hal tersebut tidak dibarengi dengan ketersediaan sumber daya manusia – SDM yang handal dan professional dibidangnya. Oleh karena itu, tuntutan tenaga ahli dan professional dalam bidang perbankan syariah semakin dibutuhkan dan meningkat setiap tahunnya.

Ada beberapa alasan untuk mengambil jurusan ekonomi syariah, dan mungkin juga ini bisa menjadi acuan dan bahan referensi bagi yang berminat di bidang ekonomi syariah.

1. Lulusannya belum terlalu banyak

Di Indonesia sendiri, perkembangan ekonomi syariah diawali dengan hadirnya Bank Muamalat yang lahir pada tahun 1992. Seiring dengan berdirinya, dunia Perbankan Syariah di Indonesia mulai tumbuh hingga saat ini. Namun perkembangannya tersebut belum diimbangi oleh jumlah tenaga ahli yang memadai. Maka dibukalah jurusan ini untuk menciptakan generasi dan para tenaga ahli dalam Perbankan Syariah. Saat ini beberapa universitas sudah mulai membuka dan mengembangkan jurusan ekonomi dan perbankan syariah agar bisa mengakomodasi para peminat di jurusan tersebut.

2. Jurusan yang paling diminati

Prodi ekonomi dan perbankan syariah muncul menjadi jurusan terfavorit yang banyak diminati baik di universitas negeri maupun swasta di Indonesia. Bahkan pembukaan jurusan ini bukan hanya di jenjang sarjana (S-1), tapi juga sampai di jenjang S-2 dan S-3 (salah satunya adalah UIN SGD, Bandung). Terhitung memasuki tahun 2015, tercatat 1.064 calon mahasiswa yang memilih Prodi ekonomi dan perbankan Syariah sebagai pilihan pertamanya.

3.  Tenaga Pengajar yang Handal

Jika pada prodi lainnya, para dosen atau tenaga pengajar lainnya berasal dari orang-orang akademis, namun lain halnya dengan Prodi yang satu ini. Para tenaga pengajar kebanyakan adalah praktisi yang merupakan orang-orang yang bekerja di Perbankan Syariah dan juga lembaga keuangan lainnya yang terjun langsung ke lapangan. Jadi, dengan mereka mengajar diharapkan mahasiwa betul-betul paham tentang Perbankan Syariah bukan hanya sekedar teori tapi juga praktiknya.

4. Prospek Peluang Kerja yang Luas

Banyak prodi lainnya yang tak banyak memberi peluang kerja kepada lulusannya. Berbeda dengan Prodi Perbankan Syariah yang mempunyai kesempatan kerja yang luas kepada lulusannya. Ahli Perbankan Syariah bukan hanya bekerja pada bank syariah saja namun juga berpeluang bekerja pada instansi-instansi lembaga keuangan lainnya baik instansi pemerintah maupun swasta seperti pada Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga-lembaga keuangan syariah baik bank maupun non-bank, Perpajakan, menjadi Akuntan hingga Koperasi dan lembaga keuangan lainnya.

Empat alasan tersebut mungkin bisa menjadi bahan referensi bagi para lulusan SMS/SMK yang ingin melanjutkan kuliah.

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2019 Masoem University