Apa gunanya belajar Teknologi Pangan?

Beranda / Berita / Apa gunanya belajar Teknologi Pangan?
7 November 2020
Apa gunanya belajar Teknologi Pangan?

Jurusan Teknologi Pangan merupakan jurusan yang mempelajari tentang teknik pengolahan bahan pangan untuk menghasilkan produk yang aman, sehat, bergizi dan mempunyai nilai tambah. Dalam jurusan ini, kamu tidak hanya diajarkan mengenai proses pengolahan bahan pangan, tapi juga pengetahuan mengenai alat dan mesin pengolahan yang digunakan, pengecekan kualitas produk pangan, baik secara fisik, kimiawi maupun biologis, serta kandungan nutrisi yang ada pada produk tersebut.

Mahasiswa di jurusan ini tidak hanya akan mendengarkan materi, tetapi juga akan melakukan praktek di laboratorium, seperti praktek menganalisis kandungan makanan, teknik pengolahan makanan hingga fermentasi makanan. Dengan demikian, lulusan mahasiswa Teknologi Pangan tidak hanya ahli secara teoritis, namun juga mempunyai kelebihan dalam operasional yang dapat diterapkan di industri makanan dan di sektor industri lainnya.

Program studi Teknologi Pangan mempelajari proses produksi makanan dan memastikan makanan yang diproduksi aman untuk dikonsumsi dan memenuhi kebutuhan gizi konsumen. Maka dari itu, di prodi ini kamu juga akan mempelejari komponen kimiawi dan biologis di dalam makanan yang dapat berefek pada tubuh manusia. Selain itu, prodi Teknologi Pangan turut mempelajari efek sosial dari makananan yang kita konsumsi,termasuk bagaimana makananan mempengaruhi aspek ekonomi, psikologi dan kebudayaan kita. Disini kamu akan belajar bagaimana teknologi pengawetan, pemrosesan, pengemasan, penyimpanan, hingga produk makanan tersebut sampai di tangan konsumen untuk di konsumsi.

Setelah lulus, mahasiswa Ilmu Teknologi Pangan bisa berkarir di beberapa bidang ini:

1. Quality Control/Pengendalian Mutu

Kebanyakan sarjana yang baru lulus diterima bekerja di bagian Pengendalian Mutu (quality control), dimana mereka bertugas untuk memastikan proses pengolahan makanan di pabrik berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Misalnya staf quality control di pabrik es krim harus memastikan bahwa es krim yang dihasilkan telah melewati proses yang higienis dan dengan kandungan bahan makanan yang tidak merugikan. Pengawasan juga dilakukan sampai di tahap pengepakan, bahkan pengiriman produk.

Bagian Quality Control membutuhkan cukup banyak lulusan Teknologi Pangan. Untuk satu jenis produk kadang-kadang diperlukan 15 orang pengawas mutu. Jadi kebanyakan lulusan jurusan Ilmu Teknologi Pangan memang mengawali karir mereka di bagian Quality Control.

2. Pengembangan Produk (Product Development)

Prospek kerja teknologi pangan satu ini lebih kurangnya sama dengan peran research and development. Jika dilihat, prospek kerja teknologi pangan ini lebih rumit dibandingkan pengawas mutu ya. Untuk prospek kerja teknologi pangan satu ini, kamu akan lebih banyak melakukan riset, tes pasar, juga mengecek kandungan bahan yang sesuai untuk produk yang ada.

Pengembangan produk yang ada bisa terkait rasa, warna, atau variasi baru lainnya yang cocok dan bisa diterima pasar. Tak jarang, kamu harus mencoba berkali-kali dan mengetes sample yang ada kepada orang-orang di sekitarmu untuk mencicipi dan memberi berbagai penilaian. Saat dibagikan, kemasan yang diberikan biasanya masih kemasan standar pabrik, belum dengan kemasan layak jual seperti yang kita temukan di supermarket ya. Kalau sudah cocok dan banyak disukai orang, barulah produk tersebut bisa diluncurkan dan dijual kepada masyarakat.

Orang-orang yang berada dalam prospek kerja teknologi pangan satu ini pun haruslah diseleksi dengan ketat, agar terpilih orang yang benar-benar sesuai. Selain bicara soal kemampuan, ini juga berbicara terkait kerahasiaan resep produk yang dikembangkan di suatu perusahaan. Semua resep dan pengembangannya tentunya harus menjadi “rahasia dapur” bagi perusahaan tersebut saja, pantang diberitahukan kepada orang lain apalagi kompetitor. Berbeda dengan prospek kerja teknologi pangan sebelumnya, prospek ini membutuhkan orang lebih sedikit, hanya satu sampai dua orang saja untuk setiap produknya.

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2019 Masoem University