Apa itu Bioteknologi Pangan dan Apa Saja Produk yang Sudah Dihasilkan?

Beranda / Berita / Apa itu Bioteknologi Pangan dan Apa Saja Produk yang Sudah Dihasilkan?
3 Januari 2020

Bioteknologi pangan adalah kata yang mungkin masih kurang familiar oleh orang awam. Namun tidak untuk mereka yang berkuliah di jurusan teknologi pangan atau yang bertindak dalam usaha pangan. Meskipun banyak orang yang masih belum mengenal bioteknologi pangan, tapi sebenarnya mereka menikmati banyak produk sebagai hasil bioteknologi pangan. Hal ini karena bioteknologi pangan memang didesain untuk membuat beberapa produk pangan yang dapat dikonsumsi manusia. Oleh karena itu, sangat menarik bagi siapapun untuk tahu lebih lanjut tentang apa yang dimaksud dengan bioteknologi pangan dan apa sajakah produk yang sudah dihasilkannya.

Definisi Bioteknologi

Bioteknologi adalah sebuah cabang ilmu yang akan membuat mahasiswa belajar tentang bagaimana cara memanfatkan makhluk hidup seperti jamur / fungi, bakteri, virus, dan lain sebagainya maupun produk dari makhluk hidup seperti enzim dan alcohol dalam proses pembuatan atau produksinya untuk menghasilkan barang maupun jasa. Jadi, dalam bioteknologi ini akan digunakan prinsip ilmiah dengan cara menggunakan makhluk hidup guna menghasilkan jasa atau produk yang bermanfaat untuk kepentingan manusia. Bioteknologi pun didukung oleh beragam ilmu lain yakni biokimia, mikrobiologi, teknik kimia, biologi sel, serta enzimologi.

Bioteknologi sebenarnya dapat dibedakan menjadi dua yakni ‘Bioteknologi Konvensional’ dan ‘Bioteknologi Modern’. Berikut adalah sedikit informasi tentang kedua jenis bioteknologi tersebut:

Bioteknologi konvensional seringkali disebut juga dengan nama bioteknologi sederhana. Hal ini karena dalam prosesnya masih menggunakan cara cara yang sederhana, bahan yang mudah ditemukan di sekitar. Misalnya saja dengan menggunakan ragi yang berisi jamur atau bakteri tertentu, dan lain sebagainya. Keuntungan metode ini adalah lebih murah tentu saja dan sesuai untuk masyarakat menengah ke bawah.
Biologi modern merupakan hasil pengembangan dari para ahli dimana dalam proses ini peneliti menggunakan prinsip prinsip ilmiah yang diperoleh dari penelitian. Bioteknologi jenis ini dilakukan dengan cara merekayasa DNA atau memanipulasi dan bisa masuk ke dalam beragam aspek dalam kehidupan manusia seperti aspek pangan, peternakan, kesehatan, pengobatan, dan pertanian.

Bioteknologi juga seringkali menggunakan kombinasi teknologi seperti penggunaan komputer dan teknologi lain yang dibutuhkan.

Pemanfaatan Teknologi dalam Bidang Pangan

Inilah salah satu hal yang akan dipelajjari mahasiswa di jurusan Teknologi Pangan. Untuk bioteknologi konvensional sendiri, pelakunya dapat memanfaatkan beragam mikroorganisme guna memproduksi asam asetat, alcohol, gula dan bahan makanan lain seperti kecap, tempe, tape, oncom, yoghurt, keju, dan lainnya. Bioteknologi konvensional ini juga dikenal dengan bioteknologi jaman dulu dan salah satu ciri khas dari proses ini adalah penggunaan makhluk hidup secara langsung dan biasanya belum tahu tentang penggunaan enzim. Oleh karena itulah kemudian Bioteknologi modern dikembangkan guna membuat produk pangan yang lebih efisien dan efektif. Bioteknologi pangan modern kini pun mulai banyak digunakan oleh banyak orang di seluruh dunia.

Beberapa Produk Pangan sebagai Hasil Proses Bioteknologi Pangan

Baik bioteknologi konvensional maupun bioteknologi modern dalam aspek pangan telah berhasil membuat beragam produk makanan yang bisa dikonsumsi oleh manusia dan kebanyakan bahkan sangat disukai serta bermanfaat. Didukung dengan kemajuan ilmu teknologi dan juga ilmu pengetahuan, tentu semakin bervariasi produk makanan yang dapat dihasilkan. Berikut ini adalah beberapa produk pangan yang bisa dihasilkan dari Bioteknologi pangan.

Hasil Bioteknologi Konvensional dan Modern

Karena menggunakan beberapa makhluk hidup atau mikroorganisme seperti jamur dan bakteri baik, maka ada beberapa produk yang dihasilkan oleh proses bioteknologi konvensional. Selain itu, bioteknologi modern juga mampu membuat beragam produk yang bermanfaat untuk masyarakat. Di bawah ini adalah beberapa contohnya.

Produk olahan susu. Susu dapat diolah melalui proses bioteknologi konvensional sehingga terciptalah beragam produk turunan lainnya seperti yoghurt, keju, dan mentega. Tentu mikroorganisme untuk membuat masing – masing bahan pangan ini berbeda dan terdapat treatment yang berbeda pula untuk membuatnya.
Produk olahan non-susu. Selain produk dari susu, bioteknologi konvensional juga berhasil membuat produk olahan non-susu seperti misalnya kecap, tempe, tape, anggur, roti, terasi, dan lain sebagainya. Beragam produk tersebut sudah sangat familiar di tengah masyarakat dan bahkan sangat disukai.

Bahan atau produk pangan tersebut ada yang langsug dapat dikonsumsi, dan ada pula yang harus diolah terlebih dahulu untuk menghasilkan produk olahan pangan lain dengan nilai jual yang tinggi pula.

Seringkali pembuatan makanan tersebut dibuat dengan proses fermentasi, yakni dengan menambahkan mikroorganisme seperti jamur, bakteri, enzim, dan lain sebagainya. Karena dibuat dengan dasar penelitian, maka produk – produk makanan tersebut sudah teruji keamanannya dan layak untuk dikonsumsi. Bahkan, kebanyakan dari produk tersebut memiliki nilai gizi yang baik dan masa kadaluwarsa yang lebih panjang. Apabila digunakan untuk bisnis, maka tentu bioteknologi pangan akan sangat bermanfaat karena produk hasil teknologi ini memiliki nilai jual yang tinggi.

Bioteknologi pangan yang erat kaitannya dengan jurusan teknologi pangan memungkinkan mahasiswa untuk menekuni banyak sekali profesi di Indonesia. Misalnya saja, mereka dapat memulai karir sebagai quality control, menjadi staff di perusahaan, bekerja di instansi pemerintahan, menjadi pengusaha sukses, dan lain sebagainya. Semoga informasi tentang Bioteknologi pangan dan produk apa yang sudah dihasilkannya ini bermanfaat dan membuat banyak orang lebih mengenal lagi tentang jurusan Teknologi Pangan.

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2019 Masoem University