Apa yang ada dalam benak kalian jika mendengar istilah “pasar” ? Mungkin sebagian besar berfikir mengenai tempat yang sangat padat manusia melakukan aktivitas jual beli, tidak jarang diikuti dengan aroma yang kurang sedap dan sebagainya. Yang kedua pa yang ada dalam benak kalian jika mendengar istilah “Saham” ? Mungkin sebagian dari kalian berfikir ini adalah sebuah transaksi ilmu ekonomi yang rumit yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang dengan modal besar dan sebagainya.
Lalu jika kedua istilah Pasar saham itu digabungkan apa yang kalian pikirkan? Bisa jadi kebanyakan orang berfikir ini adalah “mainannya om-om tajir memakai jas” di pusat kota. Akan tetapi dewasa ini semakin banyak juga yang sadar bahwa sebenarnya investasi itu bisa dilakukan juga oleh siapapun; kita sendiri,t etangga dan tentunya rekan kita yang setiap hari kerjanya update grafik sosmed.
Mungkin kita udah sering dengar berbagai cerita tentang ini tapi sebenarnya simpelnya banget bagaimana caranya pasar saham bekerja? Untuk menjawab itu kita harus paham jika pasar modal yang kita sering sebut juga “pasar saham” itu memang seperti “layaknya pasar”. Disana kita yang datang ke pasar sebagai pembeli adalah investor yang siap transaksi, kemudian di dalamnya ada banyak toko yang berjualan berbagai produk. Sama seperti di pasar, disana juga para penjual toko sebenarnya banyak yang jualan produk yang sama tapi biaya belanjanya beda-beda tipis.
Jika kita lihat sekeliling di pasar, ada barang yang sangat laku sampai harganya melangit dan ada juga yang tidak laku sampai harganya turun terus menerus. Ya inilah gambaran harga saham yang naik turun. Pertanyaan berikutnya; Lalu mengapa harga saham itu bisa naik drasits tau bahkan turunnya drastis?
Sebelum menjawab itu, kita harus tahu saham itu bukti kepemilikan modal sebuah perusahaan. Aakn tetapi tidak semua perusahaan itu ada di pasar modal karena ada syarat yang harus dipenuhi. Simpelnya seperti ini:
Bayangkan pedagang bakso kesayangan kita suatu saat usahanya makin maju dan punya banyak restoran di Indonesia. Lalu karena setiap tahun dia berhasil meraih untung terus menerus, kemudian dia berencana untuk menambahkan modal dengan menjual sebagian kepemilikan perusahaannya ke orang-orang lewat pasal modal. Apa yang dilakukan oleh pedagang bakso tersebut bisa kita sebut dengan istilah IPO (Initial public offering).
Bukti kepemilikan itulah yang disebut dengaan lembar saham. Lembaran saham inilah yang dibeli para investor dengan harapan bisa mendapat imbalan lewat kenaikan haga saham atau atau saat perusahaan sedang megalami profit tinggi. Semakin bagus perusahaannya, maka semakin banyak pula orang yang mau beli saham tersebut yang nantinya berakibat semakin menjulang harganya. Hal ini berlaku sebaliknya; jika masa depan sebuah perusahaan “suram”, maka akhirnya tidak ada yang mau membeli yang membuat harga saham anjlok ke harga paling rendah. Tapi selain performa dari perusahaan, terdapat faktor lain yang menyebabkan naik turunnya harga saham.
Seprti itulah gambaran sederhana mengenai pasar saham. Kesimpulannya dalam investasi saham memang berpotensi memberikan keuntungan besar. Akan tetapi di sisil ain juga memiliki resiko yang tidak kalah menakutkannya. Maka dari itu, sebelum melakukan investasi saham kita harus memastikan memiliki skill yang baik serta modal cadangan jika sewaktu-waktu perusahaan yang kita beli sebagian sahamnya mengalami anjlok.





