
Menciptakan suasana sekolah yang nyaman bagi semua anak merupakan salah satu “PR” pendidikan di Indonesia. Bukan hanya bagi anak yang normal saja, tetapi anak yang berkebutuhkan khusus sekalipun sudah sepantasnya mendapatkan hak yang sama. Selama ini bagi mereka yang berkebutuhan khusus akan bersekolah di SLB terdekat atau Sekolah Luar Biasa. Tetapi Pemerintah kini telah mencanangkan program pendidikan inklusif yang mana mencoba mengintegrasikan sekolah yang ramah bagi anak normal dan anak berkebutuhan khusus untuk belajar.
Pendidikan inklusif adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan bagi siswa normal maupun siswa difabel untuk mengikuti proses pembelajaran dalam satu lingkungan yang sama. Sistem ini memungkinkan siswa difabel untuk tumbuh dan berkembang di lingkungan sekolah reguler alih-alih SLB. Dengan ini, diharapkan persoalan kesenjangan pendidikan bagi siswa difabel dapat diatasi karena anak-akan berkebutuhan khusus juga memiliki potensi serta kecerdasan yang patut dikembangkan.
Anak difabel akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar di kelas reguler. Ini sesuai dengan tujuan dari pendidikan inklusif yaitu hak asasi manusia atas pendidikan. Tujuan ini berpatokan pada UU No. 20 Tahun 2003 mengenai Sisdiknas, Pasal 1 Ayat 1, yakni “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencena untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi pribadinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasam akhlak mulia dan keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.”
Menurut Tarmansyah (2007) dalam buku “Inklusi Pendidikan Untuk Semua“, tujuan praktis yang ingin dicapai dalam pendidikan inklusif dapat dibagi menjadi tujuan langsung oleh peserta didik, guru, orang tua dan masyarakat. Ini artinya, ada kesinambungan yang erat antar berbagai pihak apabila pendidikan inklusif itu dijalankan. Proses ini memang tidak bisa dijalankan secara langsung, melainkan diperlukan perubahan pola pikir (mindset), penataan secara teknis, kebijakan, budaya, pengelolaan kelas, dan dilakukannya prinsip adaptasi.
Prinsip adaptasi dalam pendidikan inklusif memerlukan sekolah untuk memperhatikan 3 (tiga) dimensi, yang meliputi: kurikuler, instruksional, dan lingkungan belajar. Adaptasi kurikuler terkait dengan penyesuaian isi, materi, atau kompetensi yang dipelajar peserta didik. Adaptasi instruksional mengacu pada cara, metode, dan strategi yang dapat digunakan peserta didik untuk menguasai materi atau kompetensi yang ditargetkan. Adaptasi lingkungan belajar berkaitan dengan setting pembelajaran (di mana, kapan, dan bersama siapa), termasuk ketersediaan alat bantu dan sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Langkah yang bisa dilakukan oleh guru dalam proses adaptasi salah satunya dengan penambahan keterampilan agar dapat menguasai komptensi yang diharapkan atau mengganti keterampilan dengan kompetensi lain yang setara. Bagi pihak penyelenggara pendidikan inklusif (dalam hal ini sekolah) perlu untuk:
Pada akhirnya, program pendidikan inklusif berusaha menjawab “PR” tentang kesetaraan pembelajaran dengan memberikan hak yang layak kepada anak difabel atau anak berkebutuhan khusus untuk dapat belajar di lingkungan sekolah reguler alih-alih dipisahkan ke sekolah luar biasa. Berbagai pihak perlu terlibat agar program ini dapat berjalan dengan optimal, dan sebagai mahasiswa dapat ikut berperan dalam melakukan penelitian terkait konsep pembelajaran yang ramah terhadap anak difabel di sekolah reguler.
Untuk itu, mahasiswa yang peduli akan pendidikan anak perlu dibekali dengan mata kuliah pendidikan inklusif, seperti yang telah dipersiapkan oleh Ma’soem University di program studi Bimbingan dan Konseling S1. Lulusan mahasiswa tersebut dapat ikut melakukan penelitian dalam bidang bimbingan dan konseling yang berkualitas dan berperan meningkatkan daya saing nasional. Selain itu dapat ikut mengabdi kepada pihak pendidikan terkait dan membantu menemukan akar masalah persoalan pendidikan untuk dicarikan solusinya.
Tidak perlu khawatir mengenai biaya kuliah, di Ma’soem University telah menyediakan berbagai jenis beasiswa yang dapat dirasakan manfaatnya bagi mahasiswa yang berprestasi. Ini dikombinasikan pula dengan biaya kuliah bulanan yang ekonomis, berkuliah di Ma’soem University bisa menjadi pilihan tepat buat kalian.