6f05cc27115366ad

Apakah Jurusan Teknologi Pangan Bisa Jadi Pengusaha Kuliner? Ini Jawaban dan Potensinya

Selama ini jurusan Teknologi Pangan sering diasosiasikan dengan laboratorium, uji mutu, atau pekerjaan industri. Namun kini, banyak lulusan jurusan ini justru terjun menjadi pengusaha kuliner, bahkan menciptakan merek-merek makanan inovatif yang sukses di pasaran.

Ilmu Pangan yang Bisa Jadi Bisnis
Mahasiswa Teknologi Pangan mempelajari banyak hal yang bisa jadi modal berwirausaha, antara lain:

  • Teknik pengolahan makanan modern

  • Pengemasan dan daya tahan produk

  • Kandungan gizi dan inovasi resep

  • Riset konsumen dan kebiasaan makan

  • Manajemen produksi skala kecil dan besar

Dengan bekal tersebut, mereka tidak hanya bisa membuat produk yang enak, tapi juga tahan lama, aman, dan sesuai selera pasar.

Dari R&D ke Usaha Sendiri
Banyak lulusan Teknologi Pangan yang memulai usaha dari hasil tugas akhir atau proyek kampus. Misalnya mengembangkan snack sehat dari bahan lokal, es krim berbasis nabati, atau makanan siap saji tanpa pengawet buatan.

Mereka sudah terbiasa melakukan uji coba resep, menghitung nutrisi, hingga mencari alternatif bahan baku. Ini membuat mereka lebih unggul saat merintis usaha makanan.

Program Kampus Dukung Jiwa Entrepreneur
Beberapa kampus, termasuk Universitas Ma’soem, memiliki program mentoring startup, project kewirausahaan pangan, dan kesempatan magang langsung di UMKM atau industri makanan. Mahasiswa didorong untuk berpikir sebagai inovator, bukan hanya pekerja.

Bisnis Kuliner yang Tumbuh dari Sains
Kini tren makanan sehat, lokal, dan inovatif sangat tinggi. Konsumen tidak sekadar mencari rasa, tetapi juga manfaat dan nilai tambah. Lulusan Teknologi Pangan memiliki keunggulan karena bisnis yang dibangun berbasis data, riset, dan standar mutu—bukan sekadar coba-coba.

Mereka bukan sekadar penjual makanan, tapi wirausaha berbasis ilmu pengetahuan.