Afdcd4c211cedd06

Beasiswa Tahfidz Qur’an Sebagai Sarana Membangun Karakter Anak Bangsa

Siapa yang tidak bahagia mengetahui anaknya menjadi soarang penghafal Al Qur’an? Setiap orang tua tentunya menginginkan anaknya menjadi lebih baik dari dirinya, baik dalam hal pendidikan, pengetahuan, ekonomi maupun perilaku / akhlak. Dalam Agama Islam, setiap umatnya diwajibkan untuk mebaca kitab sucinya, yaitu Al Qur’an. Tidak hanya membaca,namun juga dimengerti dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun tidak banyak yang mampu untuk menghafal seluruh isinya dengan lancar.

Terdapat istilah khusus  dalam dunia penghafalan Qur’an, yang biasa dikenal dengan “Tahfidz” Al Quran. Istilah Tahfidz sendiri memiliki arti sebagai menghafal yang berasal dari bahasa Arab, Hafidza yahfadzu hifdzan.Menghafal merupakan proses mengulang sesuatu, dilakukan dengan membaca maupun mendengar dimana pekerjaan yang selalu diulang akan menjadi hafal. Istilah lain yang sering kita dengar adalah “Hafidz” dimana terkadang kita tertukar dengan istilah pertama yaitu “Tahfidz”. Dilhat dari asal katanya bisa disimpulkan bahwa “Tahfidz” adalah program menghafalnya sedangkan “Hafidz” itu adalah orang yang menghafalnya sehingga kita sering menyebutkan misalnya “Si Fulan adalah seorang Hafidz yang baik karena dia mengikuti program Tahfidz berlisensi”.

Karena menjadi seorang penghafal Qur’an tidaklah mudah maka selayaknya seorang Hafidz Qur’an diberikan sebuah bentuk apresiasi tertentu yang salah satunya dalam hal pendidikan tinggi. Di Indonesia sendiri tidak semua perguruan tinggi yang menawarkan beasiswa Tahfidz Qur’an padahal faktanya Indonesia merupakan negara dengan mayoritas umat Islam terbesar di dunia. Dengan melihat fakta ini, Universitas Masoem membuka program beasiswa Tahfidz Qur’an dengan memberikan GRATIS KULIAH HINGGA LULUS. Untuk menyaring sebanyak-banyaknya para penghafal Al Qur’an, maka pihak kampus hanya menyarankan minimal 5 Juz saja untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Hal ini dikarenakan untuk menstimulasi para  penghafal Al Qur’an yang sedang berproses dan belajar untuk ke depannya menambah jumlah hafalannya. Untuk memfasilitasi para penghafal Al Qur’an, pihak kampus juga memiliki asrama pesantren khusus intern Mahasiswa Universitas Ma’soem.

Negara Indonesia yang memiliki ratusan juta penduduk tentunya membutuhkan seorang Pemimpin dan Sumber Daya Manusia berkualitas untuk terus mengembangkan negaranya. Dengan diberikannya bentuk beasiswa penuh untuk berkuliah secara gratis, maka diharapkan Negara Indonesia memiliki SDM yang berkualitas, tidak hanya dari segi keilmuan dan skill namun juga dari segi karakter dan akhlak mengingat untuk menjadi seorang Hafidz haruslah memiliki kedisiplinan tinggi dengan pengetahuan Agama serta perilaku yang baik.