Skripsi dan tugas akhir merupakan sebuah langkah akhir dari seorang mahasiswa sebelum lulus dan wisuda. Namun jika diimajinasikan skripsi itu bagaikan benteng yang menjulang tinggi setinggi gunung everst di atas palung mariana yang begitu dalam (lebay deh) tapi begitulah, seakan suatu marathon yang tiada akhinya. Ya itu juga kalau kamu melakukannya dengan hal hal berikut. Kalau kamu lebnih teliti dan rajin kamu tidak akan beranggapan seperti itu. Dan ini kemungkinan yang terjadi jika skripsi dan tugas akhir hingga jurnalmu gak beres beres.
Lebih pentingin kongkow dan nongkrong dengan teman di bandingkan mengerjakan skripsi.
Orang hebat adalah orang yang bisa mengatur waktu antara waktu dia bermain dengan teman temannya dan waktu yang bisa dia gunakan untuk mengerjakan tugasnya. Sebenarnya kongkow itu boleh boleh saja, karena seperti dalam artikel saya lainnya yang pernah saya tulis setiap orang memiliki waktu Produktif mereka masing masing dan kita tidak bisa memaksakan diri seseorang untuk seperti apa yang kita mau.
Namun demi menuntaskan skripsi yang gak usai usai lebih baik carilah solusi diantaranya jangan terlalu banyak kongkow, cobalah sesekali ambil mood untuk mengerjakan dan mebereskannya.
Mood Moodan dalam mengerjakannya
Ini merupakan hal yang seakan sulit untuk di cegah apa lagi jika anda seorang wanita yang pagi good mood es siang jadi malampir. Malam good modd lagi besoknya good bye !! memang sulit mengatur mood tapi kamu bisa kok mengatur mood kamu dengan cara memperbanyak mengkonsumsi minuman berkafeein atau dengan coklat. Dengan itu modd kamu bisa berubah drastis kamu bisa mengerjakan skripsimu dengan baik.
Terlalu sibuk bermanin gadget hingga lupa waktu
Mabar kuy ah !! ya mabar sama teman gak beda jauh dengan kongkow. Lah kong kow juga akhirnya juga pasti mabar, pada sibuk dengan smartphonenya masing masing. Mulailah kurangi porsi anda unutk mengecek social media anda, loh orang tidak ada yang kangen kok kalau kamu gak on seharian saja !!
Asal asalan dalam mengerjakan skripsi dan beranggapan nanti juga di Revisi lagi
Nah ini yang sering dilakukan mahasiswa semester akhir. Mengerjakan skriposi secara asal asalan seakan akan sudah putus asa dengan keadaan. Kerjakan dengan benar dan serius, memang revisi itu pasti selalu ada (namanya juga dosen selalu benar) tetapi bersabarlah, kerjakan saja jangan sampai itu dijadikan alsan untuk kamu menyerah.
Selalu menunda revisi-an dari dosen
Sifat menunda nunda sepertinya sudah menjadi ciri khas masyarakat Indonesia yang terkenal kesantuyannya. Jangankan dari masyarakatnya, mahaisiswanya pun sama. Padahal wisuda itu tidak akan menunggu kamu mahasiswa. Percayalah dia bisa meninggalkanmu kalau kamu terus terusan santuy apa lagi menunda nunda skripsi kamu yang penuh dengan revisi.
Ya meskipun sebel jenuh dan kesel karena revisi an selalu ada lagi ada lagi ya nikmati saja, karena itulah proses untuk menciptakan karakter pantang menyerah kamu di masa depan.
Diam dan gak banyak bicara dengan dosen pembimbing
Diam itu emas, Ya jika diam dalam waktu yang tepat. Dalam dunia skripsi kamu sebagai mahasiswa sudah seharusnya lebih aktif apa lagi untuk urusan skripsimu. Ya mau bagaimanapun kamu jangan sampai diam seakan mengerti padahal nol besar. Cobalah memahami dan tanyakan jika kamu tidak mengerti. Karena pepatah diam itu emas tidak selamanya emas, tapi berbicara itu adalah berlian.
Mungkin itu adalah beberapa factor dari mahasiswa yang membuat skripsimu ogah unutk beres. Yuk mulai memperbaiki diri. Karena wisuda tidak akan menunggu kamu, tapi kamulah yang harus menunggu wisuda !!





