Dalam dunia Teknik Industri, pemahaman mendalam terhadap proses manufacturing menjadi salah satu fondasi utama. Proses ini bukan sekadar urusan pabrik dan mesin, tapi melibatkan perencanaan, efisiensi produksi, dan pengendalian kualitas dalam skala besar maupun kecil.
Mahasiswa Teknik Industri kini tak hanya dibekali teori, tapi juga diajak terjun langsung ke praktik manufacturing. Melalui laboratorium teknik, simulasi sistem produksi, dan kerja praktik industri, mahasiswa memahami bagaimana suatu produk dibuat mulai dari bahan baku hingga menjadi barang jadi.
Di beberapa perguruan tinggi, termasuk Ma’soem University, pembelajaran manufacturing dikembangkan melalui pendekatan kolaboratif. Mahasiswa mempelajari layout pabrik, manajemen peralatan, perhitungan waktu proses, dan perencanaan produksi yang efisien.
“Manufacturing bukan hanya soal mesin bekerja, tapi bagaimana manusia, teknologi, dan sistem bisa bersinergi menghasilkan produk yang berkualitas dan efisien,” ungkap salah satu dosen pembimbing Teknik Industri.
Pembelajaran ini juga dikaitkan dengan isu industri 4.0, seperti otomatisasi, sistem terintegrasi, dan pemanfaatan sensor dalam lini produksi. Mahasiswa diajak berpikir sistematis agar kelak mampu membuat inovasi di sektor manufaktur nasional.
Pendekatan ini menjadi bagian dari misi kampus untuk menghasilkan lulusan berdampak, yakni mahasiswa yang mampu memberi solusi konkret bagi tantangan industri masa kini.





