Ff277c5dab62d26f

Bikin Sendiri Barang yang Sudah di Desain, Mahasiswa Teknik Sekarang Bisa Cetak Karya Pakai 3D Printer!

Belajar teknik sekarang tak lagi cuma soal hitung-hitungan dan teori di papan tulis. Mahasiswa teknik kini sudah mulai masuk ke dunia manufaktur modern lewat teknologi 3D printing — mesin cetak canggih yang mampu mewujudkan desain menjadi benda nyata.

Di beberapa kampus, termasuk Universitas Ma’soem, teknologi ini mulai digunakan dalam praktikum dan proyek mahasiswa. Mahasiswa bisa membuat berbagai desain teknis di komputer, lalu langsung mencetaknya menjadi prototipe: mulai dari bagian mesin kecil, alat bantu kerja, hingga produk kreatif lainnya.

“Serunya, dari ide yang cuma ada di kepala, sekarang kami bisa lihat hasil nyatanya. Kalau ada yang kurang pas, kami bisa langsung evaluasi dan revisi desainnya,” ujar salah satu mahasiswa Teknik yang tengah mengerjakan proyek 3D printing di laboratorium.

Teknologi ini dinilai sangat cocok untuk model pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Mahasiswa ditantang tidak hanya untuk berpikir logis, tapi juga kreatif, problem solver, dan terbiasa bekerja dengan alat industri modern.

Penggunaan 3D printer juga jadi pembuka jalan bagi mahasiswa mengenal dunia industri manufaktur yang semakin maju. Selain itu, kemampuan menggunakan teknologi ini jadi nilai tambah ketika mereka nantinya masuk ke dunia kerja.

Beberapa hasil karya mahasiswa bahkan sudah mulai digunakan untuk kebutuhan praktis di kampus atau diuji sebagai solusi sederhana untuk masalah sehari-hari.

Masoem University, sebagai bagian dari pendidikan tinggi yang mendukung pembelajaran praktis, terus mendorong mahasiswa teknik untuk aktif dalam eksperimen dan eksplorasi teknologi baru seperti 3D printing ini.

Dengan fasilitas yang terus berkembang dan dukungan dosen, mahasiswa kini tidak hanya belajar, tapi juga berkarya — mencetak ide jadi nyata, satu lapis demi satu lapis.