Budidaya Jamur, Salah Satu Contoh Peluang Agribisnis yang Menguntungkan

Beranda / Berita / Budidaya Jamur, Salah Satu Contoh Peluang Agribisnis yang Menguntungkan
31 Januari 2020
Budidaya Jamur, Salah Satu Contoh Peluang Agribisnis yang Menguntungkan

Di zaman digital seperti sekarang ini, banyak masyarakat muda yang beranggapan kalau memulai usaha di bidang agribisnis adalah usaha yang ketinggalan zaman karena memangnya siapa yang mau memulai usaha di pertanian atau perkebunan jika ada peluang yang sangat menguntungkan di bidang teknologi atau semacamnya?

Walaupun agribisnis itu terkesan kuno dan memang benar kalau industri teknologi merupakan industri yang sedang berpotensi di abad ke-21, tetapi jangan pernah meremehkan peluang yang diberikan oleh sektor agribisnis ini karena salah satu usahanya yakni budidaya jamur bisa dibilang sebagai peluang usaha yang paling menguntungkan di Indonesia.

Kenapa budidaya jamur bisa dibilang menguntungkan?

Dari pernyataan tadi tentu dapat membuat banyak orang untuk meminta alasan kenapa budidaya jamur bisa dibilang sebagai peluang usaha agribisnis yang menguntungkan. Untuk itu, berikut alasan kenapa budidaya jamur merupakan peluang usaha agribisnis yang menguntungkan:

1. Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis

Berkembangnya bisnis budidaya jamur bisa disebabkan oleh kondisi iklim negara Indonesia sendiri yang merupakan negara beriklim tropis dengan curah hujan yang tinggi sehingga kondisi iklim seperti ini tentu dapat mendukung proses budidaya jamur.

Apalagi, Indonesia sendiri tercatat sebagai salah satu negara dengan sumber kekayaan alam terbesar di dunia sehingga dengan ketersediaan alam yang banyak, hal ini juga memastikan kalau akan ada banyak jenis jamur yang bisa dimanfaatkan sebagai produk untuk usaha budidaya jamur.

2. Jamur merupakan jenis makanan yang sedang trending di kalangan anak muda

Sejak dulu jamur merupakan jenis makanan yang disukai orang karena jamur ini terkenal sebagai makanan yang kaya akan protein dan mengandung vitamin yang bisa memelihara kesehatan kulit.

Di zaman sekarang makanan jamur menjadi lebih populer lagi khususnya di kalangan anak muda karena masyarakat muda zaman sekarang lebih suka memiliki diet yang lebih sehat, bahkan beberapa sudah menjadi vegetarian.

Jadi, dapat dipastikan kalau permintaan masyarakat terhadap jamur akan terus meningkat sehingga hal ini bisa dimanfaatkan oleh pengusaha Indonesia sebagai peluang yang menawarkan banyak keuntungan.

3. Modal yang dibutuhkan lebih kecil

Memulai usaha pasti membutuhkan modal, tetapi modal yang dibutuhkan selalu datang dengan jumlah yang banyak. Untungnya, modal yang dibutuhkan untuk memulai bisnis budidaya jamur bisa dibilang lebih kecil jika dibandingkan dengan usaha lainnya.

Biasanya, bisnis budidaya jamur akan memakan modal sebesar Rp 15.000.000 sampai Rp 20.000.000. Modal ini dibutuhkan untuk membeli peralatan seperti kumbung, baglog, pisau, gunting, wadah panen, dan peralatan tambahan.

Selain itu, modalnya juga akan dipakai untuk membeli perlengkapan seperti bibit jamur, obat hama, serbuk gergaji, dan lain-lain.

4. Proses budidaya yang mudah dan cepat

Untuk memenuhi permintaan konsumen yang semakin meningkat diperlukan ketersediaan produk yang banyak dan selalu ada. Untungnya, jamur merupakan makanan yang bisa disiapkan dengan waktu yang cepat.

Jamur membutuhkan waktu sekitar 5 sampai 7 hari. Tahap ini dimulai dari perawatan jamur di baglog yang biasanya akan memakan waktu 3 sampai 5 hari, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan ujung baglog yang dibiarkan selama 2 sampai 3 hari.

Setelah kondisinya lembab, jamur sudah bisa dipanen dan diproses hingga bisa didistribusikan ke pasar secara luas.

5. Pemanfaatan teknologi yang semakin terjangkau dan kekinian

Agar bisnis budidaya jamur terkesan kekinian, maka pengusaha jamur bisa menggunakan bantuan teknologi. Tidak hanya untuk proses produksi, tetapi teknologi ini juga bisa digunakan untuk membantu proses pertanian lebih terjangkau.

Selain itu, teknologi juga bisa membantu proses manajemen, jual beli produk, investasi proyek jamur, dan pemanfaatan teknologi untuk keperluan lainnya.

Apa saja contoh peluang budidaya jamur yang sedang menguntungkan di Indonesia?

Melihat alasan tadi, peluang bisnis budidaya jamur bisa dibilang sebagai peluang usaha yang cukup menjanjikan untuk zaman modern seperti sekarang ini, tetapi hal ini belum sepenuhnya dapat meyakinkan masyarakat mudah kalau bisnis budidaya jamur itu menguntungkan, diperlukan bukti yang kuat untuk mendukung pernyataan dari alasan tadi.

Untuk itu, berikut ini merupakan contoh peluang budidaya jamur yang sedang menguntungkan:

1. Jamur tiram

Jamur tiram merupakan jenis jamur yang sedang banyak disukai oleh masyarakat karena kandungannya yang kaya akan protein dan rasanya enak dan gurih. Jamur ini juga bisa menjadi makanan pilihan para vegetarian yang ingin menikmati tekstur daging.

Menariknya, jamur ini datang dengan harga yang mahal sehingga bisa dimanfaatkan untuk meraih keuntungan yang besar.

2. Jamur kuping

Jamur kuping memiliki rasa yang enak dan bertekstur kenyal sehingga jamur ini banyak disukai oleh masyarakat. Apalagi jamur ini bisa dijadikan sebagai makanan apa saja, bisa itu dijadikan sebagai jamur crispy, sup jamur, dan sebagainya.

Uniknya, jamur ini sangat mudah dibudidayakan dan harga yang dibutuhkan juga terjangkau sehingga cocok sekali digunakan sebagai peluang usaha untuk melayani permintaan konsumen yang banyak.

3. Merang

Jamur merang ini sering ditemui di pasaran Indonesia karena bentuknya yang bulat dan rasanya enak menjadikan jamur ini sebagai jamur favorit masyarakat.

Apalagi jamur ini sangat berkhasiat dalam menjaga kesehatan karena jamur ini bisa mencegah banyak penyakit seperti pertumbuhan sel kanker, memperkuat sistem ketebalan tubuh, dan sebagainya.

Khasiat sebesar itu tentu membuat jamur ini sebagai jamur yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat saat ini sehingga bisa dijadikan sebagai peluang usaha

Untuk modalnya, jumlah yang dibutuhkan untuk memulai bisnis pangan bisa bervariasi. Untuk bisnis skala kecil sampai menegah, jumlah modal yang diperlukan sekitar Rp 5.000.000 sampai Rp 20.000.000.

Untuk bisnis skala besar, diperlukan dana yang besar melalui peminjaman kredit dari bank atau investor dan mengajak rekan untuk bekerja sama.

5. Peraturan

Peraturan juga harus diperhatikan karena jika peraturannya terlalu ketat, maka usaha yang baru mulai khususnya UKM akan sulit berkembang.

Untungnya, regulasi UKM di Indonesia bersifat lebih rileks karena untuk UKM yang omzetnya kurang dari Rp 4,8 milyar setahun bisa membayar tarif PPh (Pajak Penghasilan) sebesar 0,5%.

Kemudahan regulasi ini tentu dapat membantu pengusaha pangan baru untuk mengembangkan usahanya lebih cepat dan memudahkan mereka melakukan kewajiban pajak sehingga peluang memulai usaha pangan di Indonesia cukup bagus.

6. Kesediaan sumber daya manusia

Sumber daya manusia juga akan mempengaruhi perkembangan bisnis karena bisnis manapun tidak akan bisa bertahan jika dikerjakan seorang diri. Untungnya, Indonesia memiliki sumber daya alam yang cukup banyak sehingga bisa dimanfaatkan untuk menunjang jalannya usaha.

Secara umum, jenis karyawan yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis pangan baru dapat dikelompokkan menjadi, asisten, teknisi, staf, pihak administrasi. Tetapi untuk usaha kecil, asisten sudah cukup untuk memperlancar jalanya usaha.

7. Promosi

Di zaman modern ini, kampanye promosi untuk produk pangan dapat dilakukan dengan mudah dan cukup efektif karena selain promosi mulut ke mulut atau melalui media cetak, promosi juga bisa dilakukan dengan menggunakan media digital.

Sehingga ada banyak cara untuk membuat konsumen mau membeli produk pangan dan menjadikan mereka sebagai konsumen tetap.

Apa yang diperlukan untuk memulai usaha pangan?

Seperti yang dilihat tadi, menjadi pengusaha pangan di zaman digital masih menguntungkan dan peluangnya masih terbuka luas, akan tetapi tidak sembarang orang bisa memulai usaha pangan ini.

Hanya mereka yang memiliki komitmen dan ilmu atau wawasan yang cukup tentang dunia pangan agar bisa memulai usaha pangan sendiri.

Oleh karena itu, bagi yang ingin memulai usaha pangan sendiri, tetapi masih belum memiliki wawasan yang cukup tentang dunia pangan sendiri, maka sangat disarankan untuk mengambil jurusan teknologi pangan.

Hal ini dikarenakan jurusan ini akan mengajarkan tentang produk pangan mulai dari proses pembuatannya sampai proses pemasaran produk pangan sendiri sehingga penting sekali bagi calon pengusaha pangan untuk mengambil jurusan teknologi pangan ini dulu sebelum memulai kariernya.

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2019 Masoem University