Bukan Sekadar Tugas Kuliah: Mahasiswa Teknologi Pangan Belajar Mengembangkan Produk Diversifikasi Pangan hingga Berhasil Memasarkannya

Oleh : Tanty Sulistiani Widodo

Di era industri pangan yang semakin kompetitif, lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan melihat peluang usaha. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Program Studi Teknologi Pangan menghadirkan mata kuliah Kewirausahaan & E-Bisnis yang memberikan pengalaman belajar secara nyata kepada mahasiswa melalui pengembangan produk diversifikasi pangan. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep kewirausahaan di dalam kelas, tetapi juga menerapkannya secara langsung mulai dari menemukan ide produk, mengembangkan formulasi, menghitung kelayakan usaha, hingga memasarkan produk kepada konsumen. Pendekatan pembelajaran ini memberikan pengalaman yang mendekati dunia bisnis.

Berawal dari Potensi Diversifikasi Pangan
Setiap kelompok mahasiswa ditantang untuk mengidentifikasi potensi bahan pangan lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk inovatif dan memiliki nilai tambah. Mahasiswa melakukan studi literatur, mengamati tren pangan, serta menganalisis kebutuhan konsumen sebelum menentukan produk yang akan dikembangkan.

Image

Berbagai produk diversifikasi pangan lahir dari kreativitas mahasiswa, mulai dari gyoza okara, onigiri beras jagung dengan isi ikan tongkol, dimsum lele, brownies kacang hijau, pastry tape singkong, kombucha, hingga soyghurt. Pada tahap ini mahasiswa belajar bahwa inovasi tidak hanya berarti menciptakan produk baru, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing suatu bahan pangan.
Mengembangkan Produk yang Layak Dipasarkan
Setelah menentukan ide produk, mahasiswa mulai melakukan formulasi dan uji coba
pembuatan produk. Setiap proses dievaluasi agar menghasilkan produk dengan karakteristik yang baik dari segi cita rasa, tekstur, aroma, penampilan, maupun keamanan pangan. Proses ini mengajarkan mahasiswa pentingnya ketelitian dalam pengembangan produk, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga pengendalian mutu sederhana agar produk yang dihasilkan sesuai dengan harapan konsumen.

Mendesain Kemasan yang Menarik dan Informatif
Produk yang baik memerlukan kemasan yang mampu menarik perhatian konsumen. Oleh karena itu, mahasiswa juga mempelajari bagaimana merancang kemasan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu melindungi produk serta menyampaikan informasi yang diperlukan kepada konsumen. Mahasiswa menyusun identitas merek, membuat logo, menentukan desain label, memilih jenis kemasan yang sesuai dengan karakteristik produk, serta memperhatikan aspek informasi produk seperti komposisi, berat bersih, tanggal kedaluwarsa, dan petunjuk penyimpanan.
Pengalaman ini membantu mahasiswa memahami bahwa kemasan merupakan bagian penting dari strategi pemasaran sekaligus identitas suatu produk

Belajar Menghitung Harga Jual Melalui Analisis Ekonomi
Salah satu kompetensi penting yang dipelajari adalah bagaimana menentukan harga jual secara rasional. Mahasiswa tidak diperkenalkan pada penetapan harga berdasarkan perkiraan semata, tetapi menggunakan pendekatan analisis ekonomi. Mahasiswa menghitung biaya produksi secara rinci, meliputi biaya bahan baku, bahan pendukung, kemasan, tenaga kerja, biaya operasional, hingga biaya overhead. Dari data tersebut kemudian dihitung Harga Pokok Produksi (HPP), ditentukan margin keuntungan yang
sesuai, serta dianalisis kelayakan usaha menggunakan berbagai indikator ekonomi sederhana. Melalui kegiatan ini mahasiswa memahami bahwa keberhasilan suatu produk tidak hanya ditentukan oleh kualitasnya, tetapi juga oleh strategi penentuan harga yang kompetitif dan menguntungkan.

Memasarkan Produk Melalui Strategi E-Bisnis
Tahap berikutnya adalah membawa produk kepada konsumen. Mahasiswa menyusun strategi pemasaran dengan memanfaatkan media digital sebagai bagian dari konsep e-bisnis. Produk dipromosikan melalui media sosial, platform digital, maupun kegiatan penjualan langsung. Mahasiswa belajar membuat konten promosi, menentukan target pasar, membangun komunikasi dengan konsumen, hingga mengevaluasi hasil penjualan. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana sebuah produk dipasarkan di era digital, sekaligus melatih kemampuan komunikasi, negosiasi, dan pelayanan kepada pelanggan.
Belajar dari Pengalaman Nyata
Pembelajaran berbasis proyek pada mata kuliah Kewirausahaan & E-Bisnis memberikan
pengalaman yang lebih dari sekadar menyelesaikan tugas kuliah. Mahasiswa belajar bekerja sama dalam tim, memecahkan berbagai tantangan selama proses pengembangan produk, mengambil keputusan berdasarkan data, serta bertanggung jawab terhadap hasil yang dicapai. Menariknya, di tengah padatnya jadwal perkuliahan dan berbagai tugas dari mata kuliah lain, mahasiswa tetap mampu menunjukkan komitmen dan konsistensi yang tinggi dalam menjalankan proyek ini. Hal tersebut terbukti dari capaian penjualan yang sangat membanggakan, di mana salah satu kelompok berhasil menjual hingga 250 box produk dalam kurun waktu 1,5 bulan, yaitu produk brownies kacang hijau. Capaian ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan produk yang dikembangkan, tetapi juga menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengatur waktu, bekerja secara efektif dalam tim, serta menjaga kualitas dan keberlanjutan usaha di tengah kesibukan akademik.

Mari Bergabung dengan Jurusan Teknologi Pangan Ma’soem University!

Segera daftarkan diri Anda secara online melalui tautan di bawah ini:

Link Pendaftaran: https://pmb.masoemuniversity.ac.id/

WhatsApp: 081385501914

Website Resmi: https://masoemuniversity.ac.id/