Bagi mahasiswa teknik di Universitas Ma’soem yang baru masuk, melihat jurnal internasional berbahasa Inggris mungkin terasa lebih menyeramkan daripada melihat rumus Kalkulus. Deretan istilah teknis yang rumit, struktur yang kaku, dan halaman yang tebal sering kali membuat kita menyerah sebelum membaca abstraknya sampai habis. Namun, jurnal adalah jendela utama untuk melihat teknologi masa depan. Agar kamu tidak pusing, ada teknik “gerilya” yang bisa kamu pakai untuk menaklukkan jurnal internasional tanpa harus jadi ahli bahasa Inggris terlebih dahulu.
1. Gunakan Teknik “Abstract-Conclusion First”
Jangan membaca jurnal seperti membaca novel dari halaman depan ke belakang. Cara cerdas yang sering disarankan dosen di Universitas Ma’soem adalah membaca Abstrak lalu langsung lompat ke Kesimpulan (Conclusion).
Abstrak memberi tahu kamu apa yang dilakukan, sedangkan Kesimpulan memberi tahu kamu apa hasilnya. Jika setelah membaca dua bagian ini kamu merasa isinya tidak relevan dengan tugasmu, kamu bisa langsung menutupnya dan mencari jurnal lain. Ini menghemat waktu berjam-jam daripada kamu memaksakan membaca seluruh isi jurnal yang ternyata tidak nyambung.
2. Fokus pada Gambar, Tabel, dan Diagram
Sebagai anak teknik, kamu punya keunggulan: bahasa visual. Sering kali, satu diagram alur (flowchart) atau grafik hasil eksperimen jauh lebih mudah dipahami daripada tiga paragraf teks bahasa Inggris yang berbelit-belit.
Di Universitas Ma’soem, kita dilatih untuk memahami sistem. Gunakan kemampuan itu untuk membedah jurnal. Lihat bagaimana arsitektur sistemnya digambarkan. Jika kamu paham alur diagramnya, kamu biasanya sudah memahami 50% dari inti jurnal tersebut meskipun tidak mengerti setiap kata di dalamnya.
3. Manfaatkan “Translator” dengan Bijak (Bukan Sekadar Copy-Paste)
Jangan malu menggunakan alat bantu seperti Google Translate atau DeepL, tapi gunakan dengan cara yang benar. Jangan masukkan satu halaman penuh, karena hasilnya akan berantakan. Masukkan istilah teknis yang benar-benar asing saja.
Lama-kelamaan, kamu akan menyadari bahwa jurnal teknik internasional memiliki pola kata yang itu-itu saja (seperti proposed method, significant improvement, atau experimental results). Mahasiswa Universitas Ma’soem yang rajin membaca jurnal biasanya akan terbiasa dengan pola ini hanya dalam waktu satu semester.
Bangun Perpustakaan Digital Pribadimu
Mulai semester awal, biasakan menggunakan pengelola referensi seperti Mendeley atau Zotero. Dosen di Universitas Ma’soem sangat mengapresiasi mahasiswa yang referensi tugasnya rapi dan bersumber dari jurnal kredibel.
“Membaca jurnal bukan tentang mengartikan setiap kata, tapi tentang menangkap logika dan inovasi yang ditawarkan penulisnya.”
Semakin sering kamu “berkenalan” dengan jurnal internasional, semakin cepat kamu menyadari bahwa dunia teknik itu sangat luas dan seru. Jangan biarkan kendala bahasa menghalangi rasa ingin tahumu untuk menjadi engineer kelas dunia.
Sudah siap berburu referensi untuk tugas minggu ini? Jangan takut lagi dengan teks bahasa Inggris, karena ilmu di dalamnya adalah kunci suksesmu nanti!
Butuh akses ke database jurnal internasional yang lebih lengkap? Yuk, manfaatkan fasilitas e-library dan langganan jurnal yang tersedia di Universitas Ma’soem untuk mendukung risetmu!





