5af4a2c52879865e

Catat ! Berikut Tips Agar Bisnis Kuliner Kamu Melesat

Bisnis kuliner merupakan salah satu bisnis yang paling banyak digeluti para pelaku usaha. Bagaimana tidak, kebutuhan manusia seperti makan dan minum merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Namun dengan semakin banyaknya usaha kuliner yang berdiri, maka semakin besar pula tantangan pengusaha di bidang tersebut untuk melakukan inovasi. Pengembangan produk baru perlu dilakuakn oleh perusahaan dalam rangka memenuhi kepuasan pelanggan (memenuhi tuntutan pelanggan) atau bahkan melebihi keinginan pelanggan.

Pada perusahaan tertentu, pelepasan produk-produk baru ke pasar merupakan salah satu tindakan untuk memperkuat positioning atau memperkuat brand image. Sebagai contoh, suatu perusahaan besar yang bergerak di produk mie instant, secara periodic, selalu mengeluarkan produk baru. Aktivitas ini selain bertujuan untuk meningkatkan penjualan dan laba perusahaan, juga bertujuan untuk menunjukkan “dominasi” perusahaan di bidang mie instant. Produk baru di bidang pangan yang sukses tidak semata-mata karena “keterbaruan”, tetapi harus memperhatikan hal-hal berikut:

  • Tidak bertentangan dengan budaya dan kebiasaan konsumsi kensumen : Budaya merupakan kondisi yang telah terbentuk dalam waktu yang lama. Hal ini juga mencakup budaya konsumsi. Tidak mudah unuk mengubah budaya ini. Sebagai contoh, budaya atau kebiasaan konsumsi mie instant memerlukan waktu sekotar satu decade untuk dapat menjadi “budaya konsumsi” baru.
  • Perlu upaya yang sungguh sungguh jika merupakan “budaya baru” dalam konsumsi : Upaya promosi beberapa produk “minuman berserat” pada sekitar tahun 2000 an dapat kita jadikan contoh. Perusahaan berhasil mempengaruhi konsumen sehingga konsumen merasa bahwa konsumsi makanan harian yang selama ini dilakukan masih kurang serat sehingga konsumen membeli produk minuman berserat. Namun ketika konsumne sudah punya pemahaman yang benar, produk tersebut hilang dari pasar.
  • Life cycle produk : Umur produk tergantung dari karakteristik produk itu sendiri. Produk-produk yang merupakan makanan kebutuhan pokok atau substitusinya memiliki life cycle yang Panjang. Perusahaan hendaknya hati-hati ketika akan melakukan investasi untuk produk yang memiliki life cycle pendek

A. Konsep Produk Baru

Konsep merupakan gambaran menyeluruh tentang proudk mencakup: bentuk, spesifikasi dan formulasi, teknologi yang digunakan, proses pembuatan dan keterangan lainnya yang dapat memperjelas konsep seperti gambar dan model dalam bentuk 3 dimensi. Berdasarkan beberapa pendekatan yang ada, konsep produk pangan baru dibagi menjadi:

  • Pembagian berdasarkan besarnya inovasi terhadap produk dan proses : Pada pendekatan ini, inovasi dikelompokkan menjadi:
    • a) semi new product (perubahan bersifar minor dari produk yang telah ada),
    • b) strategic new product (perubahan besar dari produk yang telah ada, dan
    • c) innovative new product (produk baru sama sekali berbeda dari produk yang telah ada, perlu lini produk baru).
  • Pembagian berdasarkan pendekatan yang digunakan : Pada pendekatan ini, inovasi dikelompokkan menjadi:
    • a) market driven (produk baru didasarkan pada peluang pasar yang ada,
    • b) technology driven (produk baru didasarkan pada proses yang sangat spesifik pada perusahaan).