Dampak Literasi Digital dan Pemanfaatan Software Akuntansi terhadap  Kualitas Laporan Keuangan Usaha Kecil Menengah. 

Gurl batik

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung ekonomi  Indonesia. Namun, kendala yang selalu dihadapi adalah buruknya tata kelola keuangan.  Banyak pelaku UMKM yang masih menggabungkan uang pribadi dengan uang usaha, atau  hanya mengandalkan catatan di buku saku. Di era Digital, tantangan ini dijawab melalui  digitalisasi. 

Literasi Digital: Lebih dari Sekadar “Bisa Pakai HP” 

Literasi digital bagi pelaku UMKM bukan hanya soal kemampuan menggunakan media  sosial untuk promosi. Dalam konteks akuntansi, literasi digital mencakup kemampuan untuk  memahami, mengelola, dan mengevaluasi informasi keuangan dalam format digital secara  bijak dan tepat. 

Tanpa literasi yang mumpuni, secanggih apa pun alat yang digunakan, potensi terjadinya  human error dalam input data tetap tinggi, yang pada akhirnya menurunkan kualitas  informasi keuangan.

Image

Transformasi melalui Software Akuntansi 

Penggunaan software akuntansi (seperti Jurnal.id, Kledo, atau Accurate) mengubah cara kerja  akuntansi dari yang bersifat kuno-lambat menjadi real-time. 

Keunggulan Utama: 

Otomatisasi Jurnal: Transaksi yang diinput langsung masuk ke buku besar dan  laporan laba rugi secara otomatis. 

Meminimalisir Kesalahan Manusia: Tidak ada lagi salah hitung penjumlahan  manual. 

Standarisasi: Software biasanya sudah mengikuti standar SAK EMKM (Standar  Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah). 

Banyak kasus UMKM gagal mendapatkan kredit bank karena laporan keuangannya dianggap  “tidak layak”. Peristiwa ini sering kali bukan karena usahanya tidak untung, melainkan  karena ketiadaan catatan yang sistematis(Manual). UMKM yang mulai mengadopsi software  akuntansi dan membekali SDM-nya dengan pelatihan digital cenderung lebih mudah  mendapatkan akses permodalan karena transparansi keuangannya meningkat tajam. 

Bagi mahasiswa akuntansi, memberikan edukasi kepada pelaku UMKM mengenai dua hal ini  adalah bentuk pengabdian yang nyata. Dengan laporan keuangan yang berkualitas, UMKM  tidak hanya “bertahan hidup”, tetapi siap untuk “naik kelas” menjadi entitas bisnis yang lebih  profesional dan bankable. 

Penulis : Shofi 

Dibuat : 20/04/2026