Gaya hidup sehat mendorong lahirnya tren produk pangan fungsional, seperti minuman probiotik, snack tinggi serat, atau makanan berbahan alami yang mendukung kesehatan tubuh. Di kampus seperti Ma’soem University, mahasiswa Teknologi Pangan kini dilatih untuk merancang produk fungsional berbasis ilmu dan riset.
Dalam perkuliahan dan praktikum, mahasiswa diminta menciptakan produk yang tidak hanya enak dan aman dikonsumsi, tapi juga memiliki nilai tambah seperti memperbaiki pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, atau mengontrol kadar gula darah.
Contoh Produk Fungsional Mahasiswa
Minuman Fermentasi Probiotik
Menggunakan bahan lokal seperti tape singkong atau kefir susu yang kaya mikroba baik untuk sistem pencernaan.
Camilan Tinggi Serat dari Bahan Lokal
Snack berbasis umbi-umbian, kacang-kacangan, atau buah kering yang ramah untuk program diet sehat.
Produk Bebas Gluten dan Rendah Gula
Alternatif roti dan kue bagi konsumen dengan intoleransi gluten atau yang mengurangi asupan gula.
Dosen Teknologi Pangan di Ma’soem University menyebut bahwa tren pangan fungsional bukan hanya gaya hidup, tapi juga kebutuhan masa depan. “Makanan fungsional adalah bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mengedukasi konsumen sekaligus menjawab tantangan gizi masyarakat,” ungkapnya.
Produk mahasiswa ini kerap diuji coba langsung ke konsumen dalam program Project Lapangan atau dipamerkan dalam acara kampus, bahkan mendapat pembinaan lanjutan jika berpotensi dikembangkan secara bisnis.
Dengan kombinasi ilmu pangan, riset, dan kreativitas, mahasiswa Teknologi Pangan tidak hanya menciptakan makanan yang enak—tapi juga ikut membentuk gaya hidup masyarakat yang lebih sehat dan sadar gizi.





