Processed with VSCO with e3 preset

E-Learning – Efek Positif & Negatif

Apakah e-learning dapat menjadi solusi untuk kesenjangan “equality”, mahalnya biaya pendidikan tinggi, dan kurangnya akses untuk mendapatkan pendidikan yang baik? Banyak pihak yang merasa skeptis mengenai sistem e-learning ini, tapi dengan mulai berjalannya program tersebut banyak pihak mulai melihat banyak positifnya dari sistem e-learning ini ketimbang negatifnya.

Masih berkembangnya (belum sempurna) sistem ini memang membuat beberapa kalangan merasa khawatir, akan tetapi kita tidak dapat mengesampingkan juga bahwa beberapa sistem dalam e-learning ini dapat membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih baik. Inilah beberapa kekurangn dan kelebihan dari e-learning:

Kekurangan:

  1. Kadang susah untuk menanyakan pertanyaan: Pada kelas online mahasiswa tidak bisa mengangkat tangan mereka saat ada sesuatu yang ingin ditanyakan.
  2. Kurang bisa menyesuaikan dengan “pace” kegiatan mengajar: Kegiatan pengajaran di kelas melalui tatap muka, dosen bisa tahu jika para mahasiswa yang diajarnya kesulitan mengikuti pace perkuliahan yang berlangsung, sehingga dosen yang bersangkutan dapat menyesuaikannya agar mahasiswa yang diajarnya mengerti.
  3. Berkurangnya kontak dengan mahasiswa: Banyak pengajar (dosen) senang berkomunikasi dengan mahasiswa di kelas, karena dapat mempermudah penyampaian materi yang mereka berikan. Dengan e-learning hal tersebut susah untuk diwujudkan.
  4. Kehilangan pengalaman berkelompok: Ada sesuatu tentang mengerjakan tugas secara berkelompok di kelas dengan mengerjakannya sendirian. Mahasiswa terkadang dapat menuangkan ide dan gagasan baru setelah mereka berdiskusi dengan mahasiswa lainnya di kelas, tapi yang paling penting mereka merasa senang jika harus berkelompok dan mengerjakan tugas secara bersama-sama. Dengan e-learning pengalaman mengerjakan tugas kelompok di kelas akan susah untuk dilakukan.

Kelebihan:

  1. Bisa dikatakan sebagai keuntungan yang paling menguntungkan dari Online Learning (e-learning) adalah mudah (convenient), selama seseorang memiliki komputer yang memiliki koneksi internet maka dimanapun kita berada Online Learning dapat dilakukan. Mahasiswa dan pengajar (dosen) dapat mengakses berbagai informasi dimanapun dan kapanpun sehingga mempermudah mereka untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
  2. Belajar menjadi lebih simple, mahasiswa dapat menyesuaikan waktu, preferensi dan kebutuhan belajar mereka. Dengan Online Learning (e-learning) mahasiswa dapat belajar dengan menyesuaikan dengan “pace” yang mereka miliki. Dengan begitu mahasiswa diberikan kebebasan untuk membuat jadwal kuliah mereka senidiri dan memilih kapan dan dimana mereka akan belajar. Menggunakan mobile-devices (laptop atau smartphone) menjadi pilihan tersendiri, dan semakin mempermudah para mahasiswa.
  3. Biaya yang dapat dihemat melaui Online Learning bisa dikatakan cukup impresif; tidak ada lagi biaya perjalanan dan akomodasi untuk datang ke tempat kuliah. Dan untuk para karyawan/pegawai yang melanjutkan pendidikannya, e-learning dapat menjadi alternative untuk lebih menghemat biaya pengeluaran saat melaksanakan kegiatan perkuliahan.
  4. Setiap orang memiliki cara belajarnya sendiri, dan dengan e-learning metode belajar dengan visual, akustik atau kinestetik (gerakan) dapat dipenuhi. Terdapat banyak metode dan alat yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan Online Learning, dengan begitu semakin mempermudah para mahasiswa melakukan kegiatan belajar mengajar.