Perubahan pun terjadi ketika pandemi covid-19 yang memunculkan era tatanan baru “new normal”, yang mengakibatkan telah terjadi perubahan perilaku konsumen (consumer behavior). Hal ini terbukti selama work from home terjadi peningkatan pengguna internet 10 sd 40%, hal ini menandakan banyak orang menggunakan internet untuk aktivitas kehidupan.
Dengan sendirinya disrupsi revolusi industri 4.0 dipaksa lebih cepat oleh virus covid-19, perilaku konsumen dalam tatanan baru ekonomi dengan kekuatan teknologi dan internet harus dipahami sebagai kekuatan market driven.
Sebagai seorang enterepreneur, saat ini dituntut untuk memahami konsep pemasaran (marketing) secara holistik dan terintegrasi. Menurut Kotler dan Armstrong (2012:29), “Marketing as the process by which companies create value for customers and build strong customer relationships in order to capture value from customers in return”, artinya menyatakan bahwa pemasaran sebagai proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan pelanggan yang kuat untuk menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalan.
Saat ini perlu dipahami perilaku konsumen dengan evolusi perubahannya, maka perlu dipahami beberapa konsep pendekatan. Pertama, berlaku pendekatan konsep produksi apabila konsumen menganggap bahwa yang terpenting bagi mereka mudah mendapatkan barang dengan harga murah. Kedua, berlaku pendekatan konsep produk apabila saat tertentu konsumen lebih menuntut kualitas produk, harga yang mahal tidak terlalu penting.
Ketiga, berlaku pendekatan konsep penjualan apabila produsen menyadari bahwa pada umumnya konsumen lebih bersifat pasif (menunggu) maka teknik telling and selling menjadi sangat penting untuk merangsang mereka menjadi aktif. Keempat, berlaku pendekatan konsep pemasaran apabila produsen semakin menyadari akan pentingnya posisi konsumen dalam keterlibatan suatu produk, produsen harus berpikir untuk melibatkan mereka sehingga kepuasan konsumen menjadi pilihan yang penting.
Keberhasilan dari konsep pemasaran adalah dari perkembangan terakhir adalah muncunya kesadaran bersama untuk membangun hubungan baik dengan semua pihak yang terlibat (stake holder, produsen, konsumen, pemerintah, masyarakat, dan lingkungan) dengan konsep win-win, inilah yang kemudian dikenal dengan konsep pemasaran yang bertanggung jawab atau pemasaran yang berwawasan sosial.
Melansir dari Marketing Mix, pada tahun 1990 Robert F. Lauterborn mengembangkan teori marketing mix 4C. 4C ini sendiri terdiri dari Customer needs-Consumer Solution-Consumer Value, Cost, Convenience dan juga Communication. Alhasil, bagaimana seorang entrepreneur untuk memahi dan memaksimalkan bauran pemasaran 4C tersebut.
1. Customer needs-Consumer Solution-Consumer Value.
Seorang entrepreneur harus mempertimbangkan apa yang dibutuhkan oleh konsumen, kelayakan produk, keunggulan kompetitif produk, market positioning, solusi bagi pelanggan dan juga mampu memberikan nilai kepada pelanggan.
2. Cost
Cost atau biaya yang dikeluarkan konsumen dalam membeli, menggunakan maupun menyimpan dan bila perlu menjual kembali produk yang dibeli. Bagi seorang entrepeneur banyak hal yang harus dipertimbangkan, seperti apakah harga yang ditetapkan terjangkau bagi target market dan apakah dengan harga yang ditetapkan itu memberikan kepuasan dan nilai yang tepat pada pelanggan.
Saat ini, gejala yang semakin trendy adalah semakin frugalnya konsumen di era informasi ini. Mereka semakin pintar membandingkan antara cost yang dikeluarkan dan bobot solusi yang mereka terima.
3. Convenience
Kenyamanan saat ini menjadi bagian yang penting bagi konsumen dan juga merupakan salah satu yang konsumen inginkan ketika mereka sedang berbelanja produk yang kita jual.
Seorang entrepreneur harus memahami convinient channel, yaitu refleksi dari timbulnya bermacam-macam cara konsumen membeli produk. Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan distributor konvensional, tapi harus memberi berbagai pilihan bagi konsumen dalam mendapatkan produk bisa melalui direct mail, teleshopping sampai catalog order. Paling utama adalah kemudahan, tidak ribet, fleksibilitas karena di zaman sekarang konsumen menginginkan serba instant.
4. Communication
Saat ini seorang entrepreneur harus bisa membangun komunikasiyang bersifat dua arah, interaktif dan langsung. Jika sebelumnya konsep promosi dilakukan sebagi dianggap komunikasi searah, persepsi, citra dan manipulative.
Paling utama dalam komunikasi interaktif ini adalah bagaimana konsumen dilibatkan secara penuh untuk memberi masukan dalam pengembangan produk, penetapan harga maupun tempat-tempat penyediaan produk yang dikehendaki.
Akan tetapi, harus dipahami juga jika setiap konsep memiliki masa dan tidak selalu dengan munculnya konsep baru langsung menggantikan konsep lama. Maka sekalipun bahwa era informasi menuntut pergeseran dari 4P ke 4C bukan berarti konsep marketing mix 4P sudah berakhir atau tidak berlaku lagi.





